Berita Daerah Kolaka

PT Vale Dorong Kesadaran Hidup Sehat, Pemkab Kolaka Beri Apresiasi

IMG 4016
Ketgam : Suasana Edukasi pencegahan DBD di Desa Puubenua, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Foto : Antara

KOLAKA. OKESULTRA.ID – Upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Kolaka terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, fasilitas layanan kesehatan, dan sektor swasta. Salah satu bentuk sinergi tersebut terlihat dalam pelaksanaan program edukasi kesehatan yang digagas PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa.

Pemerintah Kabupaten Kolaka memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif perusahaan tambang tersebut dalam mendukung berbagai program kesehatan masyarakat, khususnya kegiatan promotif dan preventif yang bertujuan menekan angka penyakit menular di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Kepala Puskesmas Baula, Sukmawati, menilai kehadiran PT Vale dalam berbagai kegiatan kesehatan masyarakat telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung tugas pemerintah daerah meningkatkan derajat kesehatan warga.

Menurutnya, sinergi antara dunia usaha dan fasilitas kesehatan merupakan model kolaborasi yang efektif dalam menjawab berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat, terutama dalam upaya pencegahan penyakit yang berbasis lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan PT Vale yang selama ini aktif membantu kegiatan promotif dan preventif di masyarakat. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup warga,” ujar Sukmawati, Kamis (18/6/2026).

Saat Tambang Bicara Budaya: PT Vale Buktikan Hilirisasi Tak Hanya Soal Nikel, Tapi Juga Masa Depan Pengrajin

Apresiasi tersebut tidak terlepas dari berbagai program edukasi kesehatan yang secara rutin dilaksanakan perusahaan bersama tenaga kesehatan setempat. Program tersebut dinilai mampu memperluas jangkauan informasi kesehatan hingga ke tingkat keluarga dan lingkungan masyarakat.

Sukmawati menjelaskan bahwa persoalan kesehatan tidak dapat diselesaikan hanya melalui layanan pengobatan. Langkah pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat justru menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif.

Ia menambahkan, edukasi kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu membangun pola pikir masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga.

“Kesadaran masyarakat merupakan modal utama dalam pencegahan penyakit. Ketika warga memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, maka risiko penyebaran berbagai penyakit menular dapat ditekan,” katanya.

Salah satu fokus kegiatan yang mendapat perhatian adalah pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), penyakit yang hingga kini masih menjadi ancaman kesehatan di berbagai daerah, terutama saat musim penghujan dan perubahan cuaca ekstrem.

Rakor HUT RI Bukan Sekadar Seremonial, Kapolsek Kolono Tekankan Perang Melawan Narkoba

Dalam kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan, masyarakat tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai gejala dan penanganan DBD, tetapi juga diberikan edukasi tentang langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah berkembangnya nyamuk penyebab penyakit tersebut.

Warga diajak menerapkan gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang dapat menampung air hujan.

Gerakan tersebut dinilai sebagai metode paling efektif dalam memutus rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab utama penyebaran DBD.

Sukmawati menegaskan bahwa keberhasilan program pencegahan DBD sangat bergantung pada tingkat partisipasi masyarakat. Menurutnya, pemerintah maupun perusahaan tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa dukungan dan keterlibatan aktif warga.

“Partisipasi masyarakat menjadi faktor utama. Program yang baik tidak akan berjalan maksimal apabila warga tidak ikut terlibat menjaga kebersihan lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Viral! Dugaan Perselingkuhan Oknum Polisi dan Pegawai Kejaksaan Baubau Jadi Sorotan

Lebih jauh, ia menilai keterlibatan sektor swasta dalam program kesehatan masyarakat menjadi contoh praktik pembangunan berkelanjutan yang patut didorong. Kehadiran perusahaan tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Program Kolaka Bersih, Sehat dan Berdaya yang dijalankan PT Vale sendiri merupakan bagian dari komitmen sosial perusahaan untuk mendukung pembangunan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Melalui program tersebut, perusahaan berupaya menghadirkan berbagai kegiatan yang tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.

Komitmen tersebut menunjukkan bahwa pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi multipihak. Ketika pemerintah, tenaga kesehatan, perusahaan, dan masyarakat mampu bekerja bersama, maka target peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat dapat dicapai secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Di tengah berbagai tantangan kesehatan masyarakat yang masih dihadapi daerah, sinergi seperti yang dibangun PT Vale dan Puskesmas Baula menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menjadi kekuatan penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya.

Reporter : duL