Berita Metro

Viral! Dugaan Perselingkuhan Oknum Polisi dan Pegawai Kejaksaan Baubau Jadi Sorotan

IMG 4205
Ketgam : SSR, Anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Buton Saat di Labrak Mertuanya. Foto : SC Video.

KENDARI, OKESULTRA.ID – Seorang anggota Polres Buton berinisial SSR (30) yang bertugas di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) diduga terlibat hubungan gelapdengan seorang pejabat Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau, berinisial FMS. Keduanya dipergoki secara langsung oleh keluarga istri SSR di jalan raya Kabupaten Buton Selatan, Senin (6/7/2026) sore.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 18.00 Wita di Jalan Poros Baubau–Batauga, Kelurahan Lakaumba, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan. Saat itu, SSR dan FMS berada di dalam mobil yang dikendarai polisi tersebut, ketika tiba-tiba didatangi oleh mertua SSR yang berinisial N.

Keberadaan keduanya di dalam mobil yang sama memicu dugaan perselingkuhan, bahkan sempat terjadi adu mulut antara pihak keluarga dengan SSR di lokasi kejadian, yang kemudian menarik perhatian warga sekitar.

Sang istri, P, menceritakan semuanya dengan mata berkaca-kaca saat ditemui awak media di Kendari, Selasa kemarin. (07/07/2026). “Saya sudah lama merasa ada yang tidak beres, tapi baru hari itu bukti nyata terlihat jelas,” ujarnya dengan suara bergetar.

Semua bermula dari laporan dua orang anggota keluarganya yang melihat pergerakan SSR di tengah kota Baubau pada siang hari. “Pertama, bibi saya melihat dia berhenti beli roti di kawasan Kilo 1 sekitar jam 11 siang. Belum selesai rasa heran, tak lama kemudian sopir ayah saya juga melihat dia mampir di warung di Jalan Murhum jam 12 lewat 20 menit,” cerita P.

Bupati Bombana Lantik Pengurus AGPAII Periode 2026–2031, Dorong Guru PAI Perkuat Karakter Generasi Bangsa

Kedua orang itu langsung menghubungi P dan menyampaikan apa yang mereka lihat. “Saya langsung merasa curiga. Dia bilang sedang bertugas, tapi jalannya kok ke sana kemari tidak jelas tujuannya? Akhirnya kami berusaha melacak keberadaannya,” tambahnya.

Petunjuk penting datang dari media sosial P melihat cerita teman yang memperlihatkan pemandangan pantai di Buton Selatan, dan di situ terlihat keberadaan mobil milik suaminya. “Saya langsung bilang ke ibu saya, ‘Bu, sepertinya dia ada di sana’. Tanpa pikir panjang, ibu langsung berangkat ke Buton Selatan sendirian untuk mengecek kebenarannya!”

Perjalanan ibu P ternyata tidak sia-sia. Saat hendak kembali ke Baubau, ia melihat mobil yang dikendarai menantunya itu melaju di depannya. “Benar saja! Saat dilihat lebih dekat, di kursi penumpang ada perempuan lain. Itu dia FMS, Kasubsi di Kejari Bauba, Ibu langsung menghadang mobil dan memanggil mereka turun,” ungkap P.

Yang membuat situasi semakin pelik, ternyata FMS bukanlah perempuan lajang, Ia juga berstatus istri orang, sama seperti SSR yang telah bersuami istri dengan P. “Kami sama-sama sudah berkeluarga, punya tanggung jawab pada pasangan masing-masing. Tapi mereka berdua berani-beraninya berbuat hal yang tidak terpuji seperti ini,” keluh P.

Saat dihadapi keluarga, sempat terjadi perdebatan sengit di lokasi. Warga yang lewat pun ikut berhenti melihat keributan itu, membuat SSR dan FMS tampak bingung dan malu.

Hj. Fatmawati Kasim Marewa: TP PKK Siap Dukung Penuh Transformasi Posyandu Demi Layanan Terpadu Masyarakat

Merasa rumah tangganya dirusak, P tidak tinggal diam. Ia melaporkan suaminya ke Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sultra. “Saya ingin agar aturan ditegakkan. Sebagai anggota Polri, dia punya kode etik yang harus dijaga. Jika melanggar, harus ada sanksi yang setimpal,”tegasnya.

P juga tidak lupa menyoroti peran FMS yang menjabat posisi penting di Kejaksaan. “Dia Kasubsi di bagian penuntutan. Orang seperti ini seharusnya mengerti hukum dan norma, tapi malah melanggarnya sendiri. Saya harap pihak Kejari dalam hal ini Kejati Sultra  juga memeriksa dia dengan teliti,” katanya.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polres Buton maupun Kejari Baubau terkait skandal ini. Namun, kabar ini sudah menyebar luas di kalangan warga Buton dan Baubau, memancing berbagai reaksi kaget dan kecewa.

“Kami berharap kasus ini tidak dibiarkan begitu saja. Jangan sampai karena jabatan mereka tinggi, masalah ini ditutup-tutupi. Masyarakat butuh keadilan!” ujar La Amu salah satu warga Kota Baubau yang ikut menyaksikan kejari tersebut.

Sementara itu, P berjanji akan terus mengikuti proses ini sampai selesai. “Saya sudah kecewa berat, tapi saya harus berjuang demi kebenaran. Apapun hasilnya nanti, saya siap menerima asal sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

KONI Bombana Matangkan Persiapan Porprov Sultra 2026, Seluruh Cabor Diminta Percepat Program Pembinaan Atlet

Reporter : duL