Berita Daerah Kolaka

Desa Tikonu Raih Nilai Tertinggi Lomba Desa Sultra, Siap Hadapi Verifikasi Lapangan

8032e7f0 8dfa 4682 83b7 6db063671dbd
Ketgam : Kepala Desa Tikonu Saat Menerima Hasil Penilaian Dewan Juri Dalam Lomba Desa Se Sultra. Foto : Dok Desa Tikonu

KENDARI, OKESULTRA.ID – Desa Tikonu, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih nilai tertinggi dalam ajang Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 pada kategori penilaian pemaparan dan pendalaman dokumen. Capaian tersebut menempatkan Desa Tikonu sebagai kandidat terkuat untuk melaju ke tingkat nasional mewakili Sulawesi Tenggara.

Prestasi ini diumumkan setelah rangkaian penilaian pemaparan materi dan pendalaman dokumen yang berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Juni 2026, di salah satu Hotel di Kendari. Kompetisi tersebut diikuti oleh 12 desa perwakilan kabupaten dan tiga kelurahan dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sulawesi Tenggara, Laode Muhammad Syaban, mengungkapkan bahwa pelaksanaan lomba tahun ini menjadi yang terbesar sepanjang penyelenggaraan lomba desa tingkat provinsi.

“Lomba desa tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara tahun ini adalah lomba dengan jumlah peserta terbanyak,” ujar Laode Muhammad Syaban dalam sambutannya saat penutupan kegiatan.

Menurutnya, tingginya partisipasi peserta menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran pemerintah desa dan kelurahan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik serta menghadirkan inovasi pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.

Plt Kadis Dikbud Bombana Hadiri Penamatan SIT Al Izzah, Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Berdasarkan hasil akumulasi penilaian pemaparan dan pendalaman dokumen, Desa Tikonu berhasil meraih nilai 630 dan menempati peringkat pertama. Posisi kedua diraih Desa Waiti Barat dari Kabupaten Wakatobi dengan nilai 605, sementara Desa Benua dari Kabupaten Konawe menempati posisi ketiga.

Meski demikian, hasil tersebut belum menjadi penentu akhir. Ketiga desa terbaik masih harus mengikuti tahapan klarifikasi lapangan yang akan dilakukan oleh tim penilai provinsi untuk memastikan kesesuaian antara dokumen yang dipaparkan dengan kondisi nyata di lapangan.

Tahapan verifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam proses penentuan wakil Sulawesi Tenggara yang akan berlaga pada Lomba Desa Tingkat Nasional wilayah regional Sulawesi. Karena itu, seluruh desa yang masuk tiga besar kini mulai mempersiapkan diri menghadapi penilaian lanjutan tersebut.

Keberhasilan Desa Tikonu tidak terlepas dari kerja sama seluruh elemen masyarakat desa. Kepala Desa Tikonu, Sabaruddin, menyebut capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang selama ini turut mendukung pembangunan desa.

“Hasil yang diperoleh desa kami adalah kerja tim dan dukungan semua pihak yang selalu bekerja sama dan membantu segala persiapan dalam rangka lomba,” kata Sabaruddin.  Kamis (18/06/2026)

SMSI dan MA Kerja Sama Cetak Mediator Bersertifikat

Ia menjelaskan bahwa persiapan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penyusunan dokumen administrasi, tetapi juga menampilkan berbagai capaian pembangunan dan inovasi yang telah dijalankan pemerintah desa bersama masyarakat.

Menurut Sabaruddin, semangat gotong royong yang masih terpelihara dengan baik di Desa Tikonu menjadi modal utama dalam menjalankan program pembangunan. Dukungan masyarakat, lembaga desa, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat menjadi kekuatan yang mempercepat pencapaian berbagai target pembangunan.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Provinsi Sulawesi Tenggara, Yuni Nurmalawati, M.Si., menegaskan bahwa lomba desa bukan semata-mata ajang kompetisi untuk mencari pemenang, melainkan instrumen pembinaan yang bertujuan mengukur perkembangan desa dan kelurahan.

“Lomba desa merupakan bentuk pembinaan untuk mengetahui sejauh mana desa dan kelurahan melaksanakan pengelolaan pemerintahan di wilayahnya serta sebagai evaluasi perkembangan pembangunan desa,” ujar Yuni Nurmalawati.

Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut pemerintah dapat melihat berbagai capaian pembangunan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, hingga inovasi yang dikembangkan masing-masing desa sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan warga.

PT Vale Perkuat Perang Melawan DBD di Kolaka, Edukasi Warga Puubenua Jadi Garda Terdepan Pencegahan

Lebih jauh, lomba desa juga menjadi sarana pertukaran pengalaman antarwilayah. Desa-desa yang berhasil menunjukkan praktik terbaik dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan dapat menjadi contoh bagi desa lain untuk diterapkan sesuai karakteristik daerah masing-masing.

Keberhasilan Desa Tikonu menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan pemerintah desa dalam mengelola potensi lokal, membangun partisipasi masyarakat, serta menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi warga.

Kini harapan masyarakat Kolaka tertuju pada tahapan klarifikasi lapangan yang akan segera dilakukan. Jika mampu mempertahankan performa dan membuktikan seluruh capaian yang telah dipaparkan, Desa Tikonu berpeluang besar menjadi wakil Sulawesi Tenggara pada ajang Lomba Desa Tingkat Nasional.

Prestasi tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Kolaka yang kembali menunjukkan kapasitas desa-desa binaannya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Reporter : duL