KHUMAIDI
WI-Kemendagri
Orang kadang menjadi sangat elegan dan menjadi role model bagi orang lain yang merasa perlu memiliki citra yang sama dengan orang yang menjadi rujukan dalam menjalani kehidupan dan gaya hidup. Hal ini tidak terlepas dari Tindakan dan perilaku untuk membranding dirinya sehingga orang lain memberi pengakuan terhadap apa yang melekat pada diri seseorang yang bisa mempengaruhi orang lain untuk mengikuti atau meniru pola hidup atau mengakui citra diri yang dimiliki seseorang. Branding merupakan keseluruhan proses komunikasi, strategi dan desain yang digunakan untuk membangun dan membentuk persepsi Masyarakat terhadap suatu bisnis, produk dan individu. Seseorang untuk dikenal oleh orang lain inilah yang disebut dengan personal branding. Branding dibangun melalui kompetensi, karakter dan perilaku sekaligus menjadi identitas yang membedakan seseorang dari orang lain. Pentingnya membangun citra diri seringkali dimaksudkan untuk meningkatkan kepercayaan diri, memperluas jaringan professional, membuka peluang karier dan memperkuat reputasi diri. Sebaliknya personal branding bukan saja sekedar promosi yakni setidaknya bukan sekedar mencari perhatian, namun menunjukkan kemampuan secara nyata sekaligus membangun kepercayaan melalui tindakan dan menampilkan nilai diri secara outentik.
“Produk bisa ditiru. Gaya bicara, dan sikapmu, enggak. Personal Branding Adalah asset yang sulit disalin (uncopied)”
Faktor pembentuk personal branding antara lain bisa berasal dari kompetensi individu bersangkutan, karakter dan konsistensi yang dimilikinya, namun dari tiga factor tersebut harus berjalan secara Simbang. Perlunya penguatan untuk menentukan strategi dalam rangka mempertahankan personal branding yaitu melalui Upaya-upaya antara lain dengan penentukan tujuan, kenali target audiens, tentukan keunggulan diri dan bangun citra secara konsisten. Langkah untuk membangun personal branding dapat dilakukan dengan memastikan identifikasi keahlian, menentukan target audiens, bangun reputasi, tunjukkan keahlian dan tentu saja konsistensi. Tidaklah mustahil jika citra diri seseorang menjadi pudar karena tidak bisa memeliharanya. Upaya untuk mempertahankannya dapat dilakukan dengan storytelling karena melalui cerita membuat pesan lebih mudah diingat dan pengalaman pribadi meningkatkan kepercayaan, yang pada akhirnya cerita yang disampaikan membuat pesan lebih mudah diingat dimana pengalaman pribadi meningkatkan kepercayaan, dan membantu membangun hubungan dengan audiens. Kalau ada pertanyaan apa beda branding dengan pemasaran ? maka kita dapat membedakannya yaitu branding itu membangun identitas sedangkan marketing upaya bagaimana seseorang memperkenalkan identitas, branding yang kuat akan mempermudah marketing. Melalui 3 (tiga) pilar branding baik perilaku (act), komunikasi (voice), dan kontribusi dan berbagi (share) yaitu: pertama, dapat meningkatkan profesionalisme, kedua, mempercepat pengembangan karier, ketiga memudahkan membangun kepercayaan dan keempat, memperkuat kredibilitas (keandalan). Membangun personal branding melalui konten, digunakan untuk perkenalkan diri dan keahlian, bagikan pengalaman dan pencapaian serta berikan tips yang bermanfaat dan bangun interaksi dengan audiens. Manfaat lainnya yakni dalam peluang pada promosi jabatan, peluang kolaborasi, kesempatan menjadi narasumber dan meningkatkan nilai professional. Namun demikian seingkali tejadi kesalahan yang individu, antara lain: tidak konsisten, tidak memilih tujuan, tidak menunjukkan keahlian, dan kurang aktif membangun relasi serta Nilai (value).
“Value proposition adalah pernyataan yang menjelaskan dengan jelas bagaimana produk atau layanan Anda
membantu menyelesaikan masalah pelanggan atau membuat hidup mereka lebih baik, manfaat apa saja yang diberikan, dan mengapa mereka sebaiknya memilih Anda dibandingkan pesaing” (Harvard Bussiness review) Untuk meningkatkan kualitas personal branding, setiap individu harus dapat menerapkan prinsip penting sebagai berikut: pertama jadilah outentik, bangun reputasi secara bertahap, berikan nilai kepada orang lain, dan konsisten dalam Tindakan. Dengan kata lain bahwa personal branding yang kuat dibangun melalui proses yang konsisten ditujukan sebagai investasi jangka Panjang, dibangun melalui kompetensi, karakter dan konsistensi serta kepercayaan tidak dibangun dalam sehari. (***)



















