Berita Daerah Konsel

Gerak Cepat Polsek Kolono Selamatkan Dua Nelayan Kolono Timur Setelah Perahu Terbalik Dihantam Ombak

IMG 4850
Ketgam : Personil Polsek Kolono Saat Melakukan Evakuasi Dua Nelayan. Foto : Polsek Kolono

KONAWE SELATAN. OKESULTRA.ID – Kisah nyaris berujung maut dialami dua nelayan asal Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan, setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik dihantam ombak di perairan antara Pelabuhan Amolengu, Konawe Selatan, dan wilayah Labuan, Kabupaten Buton Utara. Namun berkat keberuntungan dan gerak cepat penolong, keduanya berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.

Keterangan terjadinya peristiwa ini pertama kali diterima oleh Kapolsek Kolono, IPDA Nurdin Iskandar, melalui laporan Kanit Intelkam Polsek Kolono, AIPTU Supriadin, yang menerima informasi langsung dari warga Desa Rumba-Rumba, Kecamatan Kolono Timur. Korban yang mengalami musibah tersebut masing-masing bernama Harpin, warga Desa Batu Putih, serta Kaharuddin, warga Desa Rumba-Rumba.

Segera setelah menerima laporan yang dianggap mendesak tersebut, Kapolsek Kolono tidak membuang waktu. Ia langsung memerintahkan Kasubsektor Kolono Timur, AIPDA Mustaman, untuk segera bergerak dan berkoordinasi erat dengan Kapospol Airud Kolono Timur, AIPDA Juli Saban. Tujuannya satu: melakukan upaya pencarian, pertolongan, dan evakuasi secepat mungkin demi keselamatan kedua nelayan.

Berdasarkan rangkaian keterangan yang berhasil dihimpun dari berbagai pihak, peristiwa bermula saat kedua korban berangkat melaut untuk mencari nafkah di perairan Amolengu pada pagi hari yang sama. Awalnya pelayaran berjalan lancar, namun kondisi laut tiba-tiba berubah tak menentu saat mereka berada di tengah perairan.

“Perahu kecil yang mereka gunakan tiba-tiba dihantam ombak yang cukup besar hingga terguncang hebat dan akhirnya terbalik,” ungkap salah satu saksi yang mengetahui kronologi kejadian.

Bapas Baubau Gandeng Rumah BUMN Muna, Perkuat Jalan Klien Pemasyarakatan Bangun UMKM

Kaharuddin diketahui sempat bertahan hidup dengan cara terus berpegangan kuat pada badan perahu yang terbalik di permukaan air. Sementara itu, Harpin berusaha sekuat tenaga menyelamatkan diri dengan berenang menuju arah yang dianggap aman, namun sayangnya ia tidak dilengkapi dengan alat keselamatan berupa pelampung maupun rompi pelampung.

Kondisi fisik dan kekuatan mereka perlahan menipis saat berada di tengah laut tanpa bantuan, hingga momen penyelamat itu tiba. Sebuah kapal tunda atau tugboat yang kebetulan sedang melintas di jalur tersebut melihat gerakan atau tanda dari kedua korban dan segera berbelok untuk memberikan pertolongan.

Bantuan yang datang tepat waktu itu menjadi penentu keselamatan nyawa mereka. Awak kapal tunda berhasil menaikkan kedua nelayan ke atas kapal untuk memberikan pertolongan pertama dan memastikan kondisi mereka tetap stabil sebelum menuju lokasi pertemuan dengan aparat kepolisian.

Setelah komunikasi terjalin, tim gabungan dari Kasubsektor Kolono Timur dan Kapospol Airud Kolono Timur segera bergerak menggunakan perahu milik nelayan setempat untuk menjemput dan menyerahkan korban guna dievakuasi kembali ke daratan dengan aman.

“Saat tiba di darat, kedua korban dalam keadaan selamat meski terlihat sangat lemas dan mengalami guncangan hebat. Tadinya kami mau bawah kepuskemas tetapi mereka tidak mau, mereka memilih dirawat dirumahnya masing-masing,” jelas IPDA Nurdin Iskandar saat dikonfirmasi awak media.

Pengukuhan KKKS Bombana: Bupati Burhanuddin Ingatkan Amanah Tingkatkan Mutu Pendidikan

Ia menambahkan, hingga saat ini tidak ditemukan luka serius yang dialami kedua korban, namun pemeriksaan medis tetap dilaksanakan sebagai langkah kewaspadaan agar tidak ada gangguan kesehatan yang tertunda akibat terjebak cukup lama di laut.

Di sisi lain, kejadian ini kembali mengingatkan semua pihak bahwa laut tetap menyimpan risiko besar di balik kekayaan alamnya. Polsek Kolono pun menyoroti kelalaian yang sering terjadi, yakni minimnya perlengkapan keselamatan yang dibawa para nelayan saat melaut.

“Kami kembali mengimbau khususnya kepada seluruh masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan untuk selalu teliti memperhatikan prakiraan cuaca, tinggi gelombang, dan arah angin sebelum berlayar,” tegas Kapolsek Kolono.

Selain memantau kondisi alam, kelengkapan alat keselamatan seperti pelampung, peluit tanda bahaya, rompi pelampung, hingga alat komunikasi wajib dibawa dan dicek kondisinya. Hal itu menjadi kunci utama agar saat terjadi hal yang tidak diinginkan, kesempatan untuk selamat menjadi jauh lebih besar.

Pemerintah desa dan kelompok nelayan juga diharapkan turut serta aktif melakukan sosialisasi serta pengawasan agar keselamatan pelaut menjadi prioritas utama, bukan sekadar urusan mencari hasil tangkapan semata. Musibah kali ini menjadi pelajaran berharga: seberapapun akrabnya seseorang dengan lautan, tetap harus tunduk pada kekuatan alam dan tidak boleh mengabaikan prosedur keselamatan.

MIND ID dan Pimpinan Lintas Lembaga Kawal Ketat Proyek Strategis IGP Pomalaa

Reporter : duL