Berita Daerah Kolaka Metro

Musrenbang Sultra 2026, ASR Dorong Pembangunan Terintegrasi

IMG 3217
Ketgam : Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka. Foto : Jufri

KOLAKA, OKESULTRA.ID – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa arah pembangunan daerah tahun 2027 harus berbasis kolaborasi lintas pemerintahan serta sinergi antarlevel kebijakan.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar di Kolaka, Selasa (5/5/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur menekankan bahwa perencanaan pembangunan tidak lagi bisa dilakukan secara parsial maupun sektoral, melainkan harus terintegrasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota hingga pemerintah pusat.

“Perencanaan pembangunan ke depan harus berbasis kolaborasi. Tidak boleh lagi berjalan sendiri-sendiri. Semua harus terhubung agar hasilnya lebih tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Andi Sumangerukka.

Menurutnya, pendekatan kolaboratif menjadi kunci utama untuk memastikan program pembangunan berjalan efektif serta mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di berbagai wilayah.

Dirlantas Polda Sultra Tekankan Profesionalisme di Tengah Agenda Internasional Kendari

Ia juga menyoroti masih adanya ketimpangan pembangunan antara wilayah kepulauan dan daratan di Sulawesi Tenggara. Untuk itu, pemerintah akan menerapkan strategi pembangunan yang lebih spesifik dan berkeadilan.

“Wilayah kepulauan akan kita prioritaskan pada percepatan pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas. Sementara wilayah daratan difokuskan pada penguatan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi dan UMKM,” jelasnya.

Gubernur turut mendorong penguatan Koperasi Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang mampu menghubungkan pelaku UMKM dengan kawasan industri.

Dari sisi ekonomi, Sulawesi Tenggara mencatat pertumbuhan sebesar 5,70 persen pada tahun 2025, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 5,11 persen. Meski demikian, tingkat kemiskinan masih berada pada angka 10,14 persen dan menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah.

“Pertumbuhan ekonomi kita cukup baik, tetapi kita tidak boleh lengah karena angka kemiskinan masih relatif tinggi. Ini harus ditangani secara terarah dan berkeadilan,” tegasnya.

Gerak Cepat PT Vale di Pomalaa: Dari Bantuan Sembako hingga Pemulihan Pascabencana

Secara makro, indikator pembangunan Sulawesi Tenggara menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi meningkat dari 5,40 persen pada 2024 menjadi 5,70 persen pada 2025. Tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan dari 10,63 persen menjadi 10,14 persen, meskipun masih di atas rata-rata nasional sebesar 8,26 persen.

Selain itu, Gini Ratio pada September 2025 tercatat 0,357, membaik dibandingkan Maret 2025 sebesar 0,363. Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 berada di angka 3,33 persen, termasuk yang terendah secara nasional. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 mencapai 74,25 atau masuk kategori tinggi, meningkat dari 73,62 pada tahun sebelumnya.

Menghadapi tahun 2027, Gubernur juga menyoroti sejumlah tantangan fiskal yang perlu diantisipasi, di antaranya ketergantungan pada transfer pusat, tingginya belanja operasional, serta beban pemeliharaan aset daerah.

“Pengelolaan anggaran harus lebih efektif dan efisien. Belanja, khususnya belanja operasional, harus benar-benar berdampak langsung pada peningkatan pelayanan publik,” pungkasnya.

Reporter : duL

Buton Utara Raih Peringkat 5 Penanganan Stunting, Afiruddin Matara Tekankan Konsistensi Program