Berita Metro News

Dirlantas Polda Sultra Tekankan Profesionalisme di Tengah Agenda Internasional Kendari

7b52cf98 0c1b 4023 a4a4 40beb847246c
Ketgam : Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sulawesi Tenggara, AKBP Dr. Argowiyono. Foto : Kumas Polda Sultra. Foto : Humas Polda Sultra

KENDARI, OKESULTRA.ID – Upacara kenaikan pangkat pengabdian dan pengantar purna tugas di lingkungan Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Tenggara, Selasa (5/5/2026), tidak sekadar menjadi seremoni rutin. Di balik prosesi tersebut, tersimpan pesan strategis tentang arah peran kepolisian lalu lintas di tengah meningkatnya kompleksitas mobilitas dan agenda berskala internasional di Kendari.

Kegiatan yang digelar di Halaman Kantor PJR Polda Sultra ini dipimpin langsung oleh Argowiyono selaku Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sulawesi Tenggara. Hadir pula jajaran pejabat utama Ditlantas, termasuk Wadir Lantas AKBP Arif Irawan dan Kabag Bin Opsnal AKBP Faisal, serta seluruh personel Ditlantas.

Dalam arahannya, Dirlantas tidak hanya menyampaikan apresiasi, tetapi juga menegaskan pergeseran paradigma tugas kepolisian lalu lintas. Ia menyoroti keberhasilan pengamanan peringatan Hari Buruh Internasional yang berlangsung aman dan kondusif sebagai indikator keberhasilan pendekatan humanis di lapangan.

“Saya mengapresiasi seluruh personel atas kinerja dalam pengamanan May Day yang berjalan aman. Pendekatan humanis yang ditunjukkan, termasuk oleh Polwan, menjadi contoh nyata bagaimana Polantas hadir sebagai pelayan masyarakat,” ujar Argowiyono.

Pendekatan tersebut, dalam perspektif yang lebih luas, mencerminkan perubahan wajah penegakan hukum lalu lintas yang tidak lagi semata represif, tetapi juga persuasif. Aksi sederhana seperti pembagian makanan ringan kepada peserta aksi menjadi simbol komunikasi yang lebih cair antara aparat dan masyarakat.

Gerak Cepat PT Vale di Pomalaa: Dari Bantuan Sembako hingga Pemulihan Pascabencana

Namun, tantangan yang lebih besar sudah di depan mata. Kota Kendari akan menjadi tuan rumah UCLG ASPAC Conference 2026 pada 6 hingga 10 Mei 2026. Agenda internasional ini menuntut kesiapan maksimal, khususnya dalam pengaturan lalu lintas dan mobilitas tamu dari berbagai negara.

Dirlantas menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari pengamanan jalur, pengawalan, hingga rekayasa lalu lintas di titik-titik krusial.

“Kami siap mendukung kelancaran kegiatan internasional ini melalui pengamanan jalur dan rekayasa lalu lintas. Ini bukan hanya soal teknis, tetapi juga menyangkut citra daerah di mata dunia,” tegasnya.

Secara interpretatif, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa peran polisi lalu lintas kini bersinggungan langsung dengan diplomasi daerah. Kelancaran mobilitas selama agenda internasional menjadi bagian dari representasi kesiapan daerah dalam menyelenggarakan event global.

Di sisi lain, Argowiyono juga menyinggung dinamika global yang berdampak pada kondisi ekonomi dan mobilitas masyarakat. Dalam situasi tersebut, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara penegakan hukum dan pelayanan publik.

Buton Utara Raih Peringkat 5 Penanganan Stunting, Afiruddin Matara Tekankan Konsistensi Program

“Penegakan hukum harus tetap berjalan, tetapi harus diimbangi dengan pendekatan yang bijak dan mengedepankan keselamatan serta pelayanan,” katanya.

Penekanan ini menjadi relevan di tengah meningkatnya tekanan sosial ekonomi yang kerap berimplikasi pada pelanggaran lalu lintas. Pendekatan yang terlalu kaku berpotensi menimbulkan resistensi, sementara pendekatan yang terlalu longgar dapat mengurangi disiplin. Di sinilah profesionalisme diuji.

Dalam kesempatan yang sama, Dirlantas kembali mengingatkan nilai-nilai utama yang harus dipegang setiap anggota Polantas, yakni keselamatan sebagai prioritas, pelayanan prima, penegakan hukum yang adil, serta sikap humanis dan profesional.

Upacara tersebut juga menjadi momen penghormatan bagi dua personel, yakni Kompol Heli Nuroso yang menerima kenaikan pangkat pengabdian dan AKP Syamsul Bahri yang memasuki masa purna tugas. Keduanya disebut sebagai teladan dedikasi dalam institusi.

“Tidak ada istilah mantan polisi, yang ada adalah purna Polri. Nilai-nilai pengabdian harus tetap melekat sepanjang hayat,” ungkap Dirlantas.

Strategi Konvergensi Berbuah Hasil, Bombana Peringkat 4 Penurunan Stunting

Pernyataan ini mengandung makna simbolik bahwa pengabdian dalam institusi kepolisian tidak berhenti pada masa dinas aktif, melainkan menjadi bagian dari identitas yang terus melekat.

Sebagai penutup, kegiatan ini bukan hanya seremoni internal, tetapi juga refleksi atas peran strategis kepolisian lalu lintas di tengah perubahan zaman. Dari pengamanan aksi massa hingga dukungan terhadap agenda internasional, Ditlantas Polda Sultra dituntut untuk terus beradaptasi, menjaga keseimbangan antara ketegasan dan humanisme, serta memastikan keselamatan sebagai prioritas utama di jalan raya.

Reporter : duL