Berita Bombana Daerah Metro

Strategi Konvergensi Berbuah Hasil, Bombana Peringkat 4 Penurunan Stunting

5c325ae4 54be 4499 8baf da69e2fa5bf1
Ketgam : Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., saat menerima penghargaan atas pelaksanaan aksi konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting dengan raihan peringkat ke-4 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Foto : Yani

KOLAKA, OKESULTRA.ID – Pemerintah Kabupaten Bombana kembali mencatatkan capaian positif dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., menerima penghargaan atas pelaksanaan aksi konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting dengan raihan peringkat ke-4 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara dalam rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat provinsi yang digelar di Kabupaten Kolaka, Selasa (05/05/2026).

Capaian ini tidak hanya menjadi simbol prestasi administratif, tetapi juga mencerminkan konsistensi kebijakan lintas sektor yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Bombana dalam menangani persoalan stunting.

Pendekatan konvergensi yang mengintegrasikan berbagai program mulai dari kesehatan, gizi, sanitasi, hingga edukasi keluarga menjadi faktor utama dalam mendorong penurunan angka stunting secara bertahap.

Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen, bukan semata capaian pemerintah daerah.

Dirlantas Polda Sultra Tekankan Profesionalisme di Tengah Agenda Internasional Kendari

“Penghargaan ini adalah hasil kerja bersama, mulai dari tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga peran aktif masyarakat. Kami hanya memastikan bahwa seluruh program berjalan terarah dan terintegrasi,” ujar Bupati Bombana usai menerima penghargaan.

Ia menambahkan, upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bombana difokuskan pada intervensi spesifik dan sensitif secara bersamaan. Intervensi spesifik mencakup pemenuhan gizi ibu dan anak, sementara intervensi sensitif menyasar faktor pendukung seperti akses air bersih dan sanitasi layak.

Dalam perspektif pembangunan, capaian peringkat ke-4 ini menempatkan Bombana sebagai salah satu daerah dengan progres signifikan di Sulawesi Tenggara. Namun demikian, posisi tersebut juga menjadi pengingat bahwa tantangan belum sepenuhnya selesai.

“Kami menyadari masih banyak yang harus diperbaiki. Target kami bukan sekadar peringkat, tetapi bagaimana angka stunting bisa terus ditekan hingga mencapai standar nasional,” tegasnya.

Forum Rakortekrenbang dan Musrenbang sendiri menjadi panggung strategis untuk menilai sekaligus menyelaraskan kinerja pembangunan daerah, termasuk dalam penanganan stunting yang menjadi program prioritas nasional. Penilaian aksi konvergensi dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, seperti komitmen anggaran, kualitas perencanaan, hingga efektivitas implementasi di lapangan.

Gerak Cepat PT Vale di Pomalaa: Dari Bantuan Sembako hingga Pemulihan Pascabencana

Sejumlah pengamat menilai bahwa keberhasilan Bombana tidak lepas dari penguatan koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD). Selama ini, salah satu kendala utama dalam penanganan stunting adalah lemahnya integrasi program, sehingga intervensi yang dilakukan tidak berjalan optimal.

Dengan pendekatan konvergensi, setiap OPD memiliki peran yang jelas dan saling terhubung. Dinas kesehatan, dinas pendidikan, hingga dinas pekerjaan umum diarahkan untuk berkontribusi dalam satu tujuan yang sama, yakni menurunkan prevalensi stunting.

Selain itu, pelibatan masyarakat di tingkat desa juga menjadi kunci. Kader posyandu dan aparat desa berperan sebagai ujung tombak dalam memastikan program berjalan hingga ke tingkat keluarga.

“Kami terus memperkuat peran desa sebagai garda terdepan. Tanpa keterlibatan masyarakat, program sebaik apa pun tidak akan berhasil,” tambah Bupati Burhanuddin.

Meski demikian, tantangan struktural seperti keterbatasan anggaran, kondisi geografis, dan perubahan perilaku masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dihadapi secara berkelanjutan.

Buton Utara Raih Peringkat 5 Penanganan Stunting, Afiruddin Matara Tekankan Konsistensi Program

Penghargaan yang diterima di Kolaka ini diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi Pemerintah Kabupaten Bombana untuk terus meningkatkan kualitas program penanganan stunting. Lebih dari itu, capaian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam mengoptimalkan pendekatan konvergensi.

Sebagai penutup, Burhanuddin menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

“Kami akan terus berupaya maksimal agar anak-anak Bombana tumbuh sehat dan terbebas dari stunting. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan daerah,” tutupnya.

Reporter : duL