Berita Nasional News

ESG Jadi Motor Bisnis, PT Vale Perkuat Operasi Rendah Karbon di 2025

IMG 3172
Ketgam : Kawasan Pertambangan PT. Vale Indonesia. Foto : Hunas PT. Vale

JAKARTA, OKESULTRA.ID – PT Vale Indonesia Tbk mencatat tahun 2025 sebagai momentum penting dalam memperkuat strategi keberlanjutan di tengah dinamika industri pertambangan global. Perseroan menegaskan bahwa aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) kini menjadi fondasi utama dalam mendorong penciptaan nilai jangka panjang.

Komitmen tersebut tercermin dalam Laporan Keberlanjutan 2025 dan Laporan Tahunan 2025 yang telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan. Kedua laporan ini menegaskan langkah transformasi Perseroan menuju operasi yang lebih efisien, tangguh, dan berkelanjutan.

Sepanjang 2025, PT Vale meningkatkan investasi di sektor lingkungan sebesar 54,3 persen menjadi US$43,79 juta. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat agenda dekarbonisasi dan meningkatkan efisiensi operasional.

“Peningkatan investasi ini mencerminkan komitmen kami dalam memperkuat transisi menuju operasi rendah karbon,” demikian keterangan Perseroan dalam laporannya.

Upaya tersebut diikuti dengan peningkatan kinerja energi yang ditandai dengan penurunan intensitas energi, sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam mendukung transisi energi global.

May Day 2026, Pemkab Bombana Tekankan Kolaborasi dan Stabilitas Daerah

Di sektor lingkungan, PT Vale juga mencatat capaian rehabilitasi lahan pascatambang seluas 156,67 hektare di Sorowako. Selain itu, Perseroan memperluas program pemulihan daerah aliran sungai hingga 2.988 hektare yang tersebar di lima provinsi.

Langkah ini dinilai sebagai pendekatan strategis yang tidak hanya fokus pada area tambang, tetapi juga memperkuat ketahanan ekosistem secara lebih luas.

Pada aspek sosial, PT Vale mengalokasikan dana sebesar US$4,73 juta untuk pengembangan masyarakat, meningkat 18,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Program ini difokuskan pada pendidikan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan pembangunan infrastruktur dasar.

Perseroan juga mencatat bahwa 83,3 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal, serta meningkatkan keterlibatan perempuan hingga 12,1 persen di seluruh lini organisasi.

Sementara itu, dari sisi tata kelola, kinerja ESG PT Vale menunjukkan tren positif. Peringkat risiko ESG dari Sustainalytics membaik menjadi 23,7, dengan penurunan eksposur risiko sebesar 19,4 persen. Selain itu, skor ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) mencapai 99,53, mencerminkan standar tinggi transparansi dan akuntabilitas.

Laba PT Vale Melonjak 85 Persen di Awal 2026, Di Balik Kinerja Positif dan Strategi Jangka Panjang

Presiden Direktur dan CEO PT Vale, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa keberlanjutan kini menjadi inti dari seluruh keputusan bisnis perusahaan.

“Tahun 2025 merupakan tahun yang menentukan bagi kami, tidak hanya dalam menghadapi tantangan, tetapi juga dalam memperkuat peran keberlanjutan sebagai penggerak bisnis. Di PT Vale, ESG tertanam dalam setiap keputusan yang kami ambil,” ujarnya, Kamis (30/04/2026).

Ia menambahkan, keberhasilan jangka panjang hanya dapat dicapai jika pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan.

Ke depan, PT Vale akan terus memperdalam integrasi ESG dalam proyek strategis di Sorowako, Pomalaa, dan Morowali. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi Perseroan terhadap agenda hilirisasi nasional sekaligus mendukung transisi energi global.

Dengan berbagai capaian tersebut, PT Vale menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab serta menciptakan nilai berkelanjutan bagi Indonesia dan dunia

Dekranasda Konawe Selatan Promosikan Produk Unggulan di HUT ke-62 Sultra

Reporter : duL