KENDARI. OKESULTRA.ID – Kunjungan kerja Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Otto Hasibuan, ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, bukan sekadar kunjungan biasa. Kunjungan ini dirancang dengan jadwal yang sangat padat dan sarat agenda strategis, yang menjadi bukti nyata perhatian besar pimpinan pusat terhadap kemajuan dunia hukum di wilayah timur Indonesia.
Rangkaian kegiatan tersebut telah disusun rapi dan dipastikan berjalan sesuai rencana, hasil koordinasi intensif antara pihak DPC PERADI Kota Kendari dengan tim Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan. Kedatangan tokoh hukum nasional ini diharapkan membawa angin segar bagi peningkatan kualitas profesi advokat serta penguatan penegakan hukum di daerah.
Ketua DPC PERADI Kota Kendari, Ibrahim Tane, SH., MH., menjelaskan secara rinci skema waktu dan agenda yang akan dijalani Prof. Otto Hasibuan selama berada di Bumi Anoa. Menurutnya, setiap menit waktu yang dimanfaatkan memiliki nilai penting dan dampak luas bagi organisasi maupun masyarakat hukum di Sulawesi Tenggara.
“Berdasarkan jadwal yang telah disusun bersama, rombongan Prof. Otto Hasibuan dijadwalkan tiba di Kota Kendari pada tanggal 24 Juli sore hari. Setelah mendarat, beliau tidak langsung beristirahat, melainkan segera melaksanakan serangkaian pertemuan penting dengan berbagai pihak terkait,” ungkap Ibrahim Tane kepada awak media, Rabu (22/7/2026).
Kehadiran pada sore hari tersebut dimanfaatkan untuk penyelarasan langkah dan pertemuan tertutup, guna memastikan persiapan acara besar keesokan harinya berjalan sempurna. Hal ini menunjukkan keseriusan dan kedisiplinan tinggi yang dibawa oleh pimpinan nasional dalam setiap kunjungannya.
Puncak kegiatan akan dilaksanakan pada hari berikutnya, tepatnya tanggal 25 Juli 2026. Pagi hari menjadi awal yang sangat krusial. Prof. Otto Hasibuan dijadwalkan secara resmi membuka Program Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) mulai pukul 08.00 pagi waktu setempat.
“Besoknya itu di tanggal 25 Juli 2026, Pak Wamen akan membuka PKPA jam 8 pagi. Ini adalah momen penting karena menjadi gerbang masuk bagi calon advokat baru untuk memulai perjalanan profesional mereka,” jelas Ibrahim Tane.
Pembukaan PKPA ini memiliki makna strategis. Di bawah arahan Prof. Otto Hasibuan, PERADI terus berupaya menjaga standar pendidikan dan kualitas sumber daya manusia advokat agar tetap tinggi, beretika, dan mampu menjawab tantangan hukum yang semakin kompleks di masa depan.
Hanya berselang satu jam setelah pembukaan pendidikan, tepat pukul 09.00 WITA, acara bersejarah lainnya akan berlangsung. Prof. Otto Hasibuan akan langsung memimpin prosesi pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PERADI Kota Kendari periode 2026–2031.
“Kemudian dilanjutkan pukul 09.00 WITA dengan Pelantikan Pengurus DPC PERADI Kota Kendari. Ini adalah inti dari kunjungan beliau, untuk mengukuhkan kepemimpinan baru yang akan membawa organisasi ini ke arah yang lebih baik,” tambahnya.
Prosesi pelantikan ini menjadi bukti legitimasi penuh dari pusat terhadap pengurus daerah. Di hadapan ribuan tamu undangan, pejabat, serta rekan sejawat, kepengurusan baru akan mengucapkan sumpah janji advokat, berkomitmen menjaga martabat profesi, serta melayani keadilan bagi masyarakat.
Dengan waktu yang sangat terbatas namun padat, Prof. Otto Hasibuan diharapkan mampu menyampaikan arahan penting terkait disiplin profesi, perlindungan hukum, dan peran advokat dalam menjaga demokrasi. Pesan-pesan ini nantinya akan menjadi pedoman utama bagi seluruh anggota PERADI di Sulawesi Tenggara.
Menjelang sore, agenda kunjungan kerja ini akan segera ditutup. Pukul 15.00 WITA, Wakil Menteri Koordinator ini dijadwalkan kembali berangkat meninggalkan Kendari menggunakan penerbangan terakhir maskapai Super AirJet.
“Pukul 3.00 WITA sore, beliau sudah harus kembali berangkat menggunakan pesawat terakhir Super AirJet. Waktu memang sangat ketat, namun semua poin penting sudah tercakup dengan baik,” tegas Ibrahim Tane.
Kepadatan jadwal ini mencerminkan gaya kerja yang cepat, tepat, dan efisien, sekaligus menunjukkan betapa besarnya tanggung jawab yang diemban Prof. Otto Hasibuan baik di organisasi maupun di pemerintahan.
Pengamat hukum lokal menilai, kunjungan singkat namun padat ini adalah sinyal kuat bahwa PERADI pusat ingin memastikan kesatuan gerak dari pusat hingga daerah. Kehadiran langsung Ketua Umum dinilai sangat berarti untuk membangun kepercayaan publik bahwa organisasi ini diawasi dengan ketat dan dibimbing oleh pemimpin yang berintegritas.
“Kedatangan beliau bukan sekadar seremonial. Pesan yang dibawa: pendidikan harus berkualitas, kepemimpinan harus kuat, dan pelayanan hukum harus merata. Ini adalah modal utama bagi PERADI Kendari untuk bekerja lebih baik lagi ke depannya,” ujar pengamat tersebut.
Sementara itu, panitia pelaksana memastikan segala persiapan mulai dari protokol, keamanan, hingga akomodasi telah matang. Mereka berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar perjalanan dinas Prof. Otto Hasibuan berjalan lancar dan berkesan.
Kini seluruh mata dunia hukum di Sulawesi Tenggara tertuju pada tanggal 24 dan 25 Juli mendatang. Momen ini tidak hanya menjadi pergantian pucuk pimpinan, tetapi juga menjadi awal babak baru bagi penegakan hukum yang lebih berkeadilan dan bermartabat di wilayah ini.
Reporter: duL




















