Berita Daerah Kolaka

PT Vale Perkuat Perang Melawan DBD di Kolaka, Edukasi Warga Puubenua Jadi Garda Terdepan Pencegahan

IMG 3959
Ketgam : Suasana sosialisasi pencegahan DBD yang digelar di Balai Desa Puubenua, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka. Foto : Ist

KOLAKA, OKESULTRA.ID – Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius, khususnya di wilayah tropis seperti Sulawesi Tenggara.

Menyadari pentingnya langkah pencegahan sejak dini, PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui program Kolaka Bersih, Sehat dan Berdaya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi pencegahan DBD yang digelar di Balai Desa Puubenua, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir untuk memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai bahaya penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Dalam kegiatan itu, warga diberikan edukasi mengenai gejala awal DBD, pola penyebaran penyakit, faktor risiko, hingga langkah-langkah penanganan cepat ketika ditemukan anggota keluarga yang mengalami gejala yang mengarah pada infeksi dengue.

Health Educator PT Vale IGP Pomalaa, Mokhammad Syifak, menjelaskan bahwa pemilihan Desa Puubenua sebagai lokasi sosialisasi bukan tanpa alasan. Menurutnya, kondisi geografis desa yang dikelilingi kawasan hutan dan perkebunan menjadikan wilayah tersebut memiliki potensi risiko lebih tinggi terhadap perkembangan populasi nyamuk penular DBD.

SMSI dan MA Kerja Sama Cetak Mediator Bersertifikat

“Desa Puubenua memiliki karakteristik lingkungan yang membutuhkan perhatian khusus dalam upaya pencegahan DBD. Karena itu kami ingin memastikan masyarakat memahami cara mencegah penularan dan mengenali gejala sejak dini,” kata Syifak.

Ia menegaskan bahwa salah satu faktor yang sering menyebabkan tingginya angka kematian akibat DBD adalah keterlambatan penanganan medis. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak menunda membawa anggota keluarga yang menunjukkan gejala DBD ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Kami ingin warga paham langkah pencegahan dan segera membawa anggota keluarga yang bergejala ke Puskesmas. Ini merupakan kunci penting untuk menekan angka kematian akibat DBD,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syifak mengungkapkan bahwa berbagai upaya kolaboratif yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir telah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Pada tahun 2025, angka kematian akibat DBD berhasil ditekan hingga sekitar 0,4 persen.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa edukasi kesehatan dan penguatan sistem pelayanan kesehatan masyarakat mampu memberikan dampak nyata dalam mengurangi risiko kematian akibat penyakit menular.

Mengurai Celah Hukum AI Fraud Perbankan: Peneliti Soroti Kecukupan Pasal 49 UU Perbankan di Era Kecerdasan Buatan

“Kami berharap tren positif ini terus berlanjut. Target kami pada tahun 2026 angka kematian dapat ditekan lebih rendah lagi melalui peningkatan kesadaran masyarakat dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan,” jelasnya.

Program pencegahan DBD yang dijalankan PT Vale tidak hanya berfokus pada penyuluhan kepada masyarakat. Perusahaan juga secara konsisten memberikan dukungan terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kesehatan.

Melalui pelatihan rutin, PT Vale turut memperkuat kompetensi tenaga kesehatan, kader kesehatan desa, serta petugas Posyandu yang berada di wilayah Kecamatan Baula dan Kecamatan Pomalaa. Langkah ini dinilai penting karena mereka merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan dan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Kepala Puskesmas Baula, Sukmawati, mengapresiasi keterlibatan aktif PT Vale dalam mendukung program-program kesehatan masyarakat. Menurutnya, sinergi antara dunia usaha dan fasilitas kesehatan merupakan model kolaborasi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan PT Vale yang selama ini aktif membantu kegiatan promotif dan preventif di masyarakat. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup warga,” ujar Sukmawati.

Resmikan Kolam Renang Laea Morini, Bupati Bombana Dorong Lahirnya Atlet Renang dan Peningkatan PAD Daerah

Ia menilai edukasi kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu membangun kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga, yang pada akhirnya akan berdampak pada penurunan angka penyakit menular.

Selain memberikan informasi mengenai penanganan DBD, kegiatan sosialisasi juga menekankan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Warga diajak untuk aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dinilai menjadi faktor utama keberhasilan program pencegahan DBD. Tanpa keterlibatan warga, upaya pemerintah maupun pihak swasta tidak akan mampu memberikan hasil yang optimal.

Program Kolaka Bersih, Sehat dan Berdaya sendiri merupakan bagian dari komitmen sosial PT Vale yang tidak hanya berorientasi pada operasional perusahaan, tetapi juga pada pembangunan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Melalui berbagai program kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, PT Vale berupaya menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang menempatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam proses pembangunan.

Di tengah meningkatnya tantangan kesehatan akibat perubahan lingkungan dan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, kehadiran program edukasi seperti ini menjadi langkah strategis untuk membangun ketahanan masyarakat terhadap berbagai penyakit menular.

Melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, PT Vale Indonesia melalui IGP Pomalaa menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan masyarakat yang sehat, tangguh, dan berdaya dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Reporter : duL