KENDARI, OKESULTRA.ID – Babak baru penguatan ikatan kekeluargaan sekaligus pengabdian bagi lulusan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) resmi dimulai. Kepengurusan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sulawesi Tenggara (IKA Unsultra) periode 2026–2030 dikukuhkan secara resmi dalam sebuah upacara sakral yang berlangsung di Kendari, Sabtu. (25/07/2026).
Prosesi pengukuhan ini dipimpin langsung oleh Rektor Unsultra, Prof. Dr. Jamhir Safani, S.Si., M.Si, menandai kesiapan penuh organisasi alumni untuk berperan strategis memajukan kampus kebanggaan masyarakat Sultra.
Dalam susunan kepemimpinan yang telah disahkan, Dr. Abdul Rahman, SH., MH, yang juga dikenal sebagai advokat ternama dipercaya memegang tampuk pimpinan sebagai Ketua Umum. Mendampingi beliau adalah Abdul Azis Senong menjabat Sekretaris Umum, serta Ninik Samad sebagai Bendahara Umum. Struktur organisasi ini pun dilengkapi dengan pembagian bidang-bidang kerja strategis, disusun agar setiap potensi alumni dapat tersalurkan secara maksimal dan terarah.
Rektor Unsultra, Prof. Dr. Jamhir Safani, S.Si., M.Si, dalam amanatnya menegaskan bahwa keberadaan IKA Unsultra bukan sekadar wadah pertemuan, melainkan pilar utama yang menopang kemajuan universitas. Ia menaruh harapan besar agar seluruh jajaran alumni dapat berpartisipasi aktif, berkolaborasi, dan turut serta membesarkan nama baik almamater di kancah nasional maupun internasional.
“IKA Unsultra adalah pilar strategis dalam membangun sumber daya manusia yang hebat. Saya yakin sepenuhnya, jika seluruh organ Unsultra mulai dari yayasan, sivitas akademika hingga alumni berkolaborasi erat, maka kemajuan yang diraih akan setara bahkan melampaui perguruan tinggi besar lainnya di Indonesia,” tegas Prof. Jamhir Safani di hadapan ratusan hadirin.
Lebih lanjut, Rektor memaparkan langkah konkret yang sedang dijalankan pihak manajemen. Saat ini, Pimpinan Yayasan dan pimpinan Unsultra sedang bergerak cepat dan giat membangun serta membenahi infrastruktur kampus. Hal ini dilakukan demi optimalisasi kapasitas lembaga pendidikan yang menjadi kebanggaan bersama, agar fasilitas yang tersedia mampu mendukung proses belajar mengajar yang berkualitas.
“Kami tidak berhenti di situ. Selain pembangunan fisik, pihak Yayasan terus membuka lebar peluang kemitraan strategis dengan berbagai perguruan tinggi ternama di dalam maupun luar negeri. Fokus utama kami saat ini adalah pengembangan fakultas yang memiliki potensi sangat besar, yaitu Fakultas Kedokteran, agar kelak dapat melahirkan tenaga medis handal bagi Sulawesi Tenggara,” jelasnya.
Menyambut amanah besar tersebut, Ketua Umum IKA Unsultra yang baru dikukuhkan, Dr. Abdul Rahman, SH., MH, menyampaikan komitmen tegas dari seluruh keluarga besar alumni. Ia menegaskan bahwa organisasi ini akan menjadi mitra setia dan pendorong utama kemajuan Unsultra di masa depan.
“Kekuatan utama kami ada pada sumber daya manusia IKA Unsultra yang kini telah berkiprah di berbagai sektor profesi. Mulai dari birokrasi, dunia politik, tenaga profesional, hingga pengusaha. Kualitas dan kapasitas mereka cukup mumpuni dan siap didayagunakan untuk kepentingan almamater,” ujar Dr. Abdul Rahman dengan penuh keyakinan.
Ia menambahkan, pasca seremonial pengukuhan ini, langkah selanjutnya yang segera diagendakan adalah pelaksanaan rapat kerja. Dalam forum tersebut, berbagai gagasan cemerlang, program kerja nyata, dan strategi kolaborasi akan dirumuskan secara matang. Tujuannya satu: membangun Unsultra menjadi perguruan tinggi yang lebih hebat, bermutu, dan berdaya saing tinggi.
“Kami tidak ingin sekadar menjadi organisasi seremonial. Setiap langkah yang kami ambil harus memiliki dampak nyata. Kami akan hadir sebagai mitra strategis universitas, memberikan dukungan pemikiran, jejaring, maupun dukungan lain yang dibutuhkan,” tambahnya.
Suasana pengukuhan pun berlangsung meriah dan penuh nuansa budaya. Acara diwarnai dengan penampilan memukau Tarian Mondotambe, karya seni budaya lokal yang merupakan binaan Sanggar SMU 4 Kendari. Penampilan ini menjadi simbol kearifan lokal yang menjadi identitas dan jati diri setiap putra-putri daerah yang dididik di Unsultra.
Kehadiran hiburan dan penampilan seni ini juga menjadi momen perekat hubungan antar generasi. Terlihat jelas antusiasme peserta yang datang dari berbagai angkatan, mulai dari lulusan lama hingga yang baru saja menyelesaikan studinya.
Salah satu alumni yang hadir, Ishak, angkatan tahun 1986, menyambut baik terbentuknya kepengurusan baru ini. Baginya, IKA Unsultra adalah ruang yang sangat berharga untuk menjaga silaturahmi sekaligus wadah menyalurkan ide-ide demi kemajuan kampus.
“Secara pribadi saya sangat senang dan menyambut baik terbentuknya kepengurusan ini. Ini adalah forum yang tepat untuk menjalin kembali persaudaraan antar alumni. Di sini kami bisa berbagi gagasan, menyatukan visi, dan berbakti kembali untuk almamater yang telah mengantarkan kami meraih kesuksesan,” ungkap Ishak dengan nada haru.
Berbagai pihak memandang langkah ini sebagai momentum krusial. Sinergi antara pihak universitas yang membenahi fasilitas, dengan alumni yang memiliki jejaring luas dan pengalaman di lapangan, dianggap sebagai kombinasi paling ampuh untuk membawa Unsultra melompat ke jenjang yang lebih tinggi.
Dengan landasan visi yang kuat dan dukungan penuh seluruh elemen, IKA Unsultra periode 2026–2030 kini siap melangkah. Semangat kebersamaan dan dedikasi menjadi modal utama untuk mewujudkan cita-cita menjadikan Unsultra sebagai pusat keunggulan pendidikan di kawasan timur Indonesia.
Reporter : duL




















