Berita Bombana Daerah Nasional News

Pemda Bombana Ikuti Rakor Inflasi Bersama KEMENDAGRI

IMG 0164
Ketgam : Suasana Rakor Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri. Foto : Diskominfo Bombana

BOMBANA, OKESULTRA.ID – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bombana mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia secara online melalui aplikasi Zoom Meeting di Ruang Rapat Measa Laro Lt. 2 Setda Bombana, Senin (23/6/2025).

Rakor yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Tomsi Tohir, berlangsung dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kemendagri di Jakarta.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari berbagai kementerian dan lembaga terkait, di antaranya Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Puji Ismartini, Deputi III KSP Edy Priyono, serta Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi.

Dari pihak Pemda Bombana, Rakor ini diikuti oleh Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana para Kepala Dinas serta sejumlah perangkat daerah terkait lainnya.

IMG 0167

May Day 2026, Pemkab Bombana Tekankan Kolaborasi dan Stabilitas Daerah

Dalam arahannya, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menyampaikan bahwa Rakor Pengendalian Inflasi rutin digelar setiap awal bulan untuk memantau perkembangan inflasi bulan sebelumnya.

Sekjen Kemendagri juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam menangani inflasi, terutama di wilayah yang mencatatkan angka inflasi tinggi.

“Kami berharap daerah-daerah yang tinggi angka inflasinya dapat menjelaskan upaya-upaya yang telah dilakukan serta kendala-kendala yang dihadapi di lapangan,” ujar Tomsi.

 Ia juga melaporkan bahwa, sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami penurunan, seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, gula pasir, daging ayam, dan telur ayam.

Untuk itu, Tomsi mengimbau seluruh daerah untuk terus berkoordinasi dengan BPS setempat serta merencanakan penanaman komoditas strategis seperti cabai rawit sebagai upaya pengendalian inflasi jangka menengah.

ESG Jadi Motor Bisnis, PT Vale Perkuat Operasi Rendah Karbon di 2025

IMG 0166

“Pemerintah daerah harus aktif memantau harga kebutuhan pokok, memperkuat cadangan pangan daerah, dan melakukan langkah konkret untuk menekan laju inflasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Pengendalian inflasi menurutnya bukan tugas satu pihak saja, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk Satgas Pangan, Kementerian Perdagangan, dan Bulog.

Sementara itu, Deputi BPS Puji Ismartini dalam pemaparannya mengungkapkan bahwa Komoditas penyumbang utama inflasi April 2025 meliputi bawang merah, cabai merah, tomat, bawang putih, dan jeruk. Sedangkan komoditas yang berhasil meredam inflasi antara lain cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam ras.
IMG 0165

“Harga telur ayam ras hingga minggu pertama Mei 2025 naik sebesar 0,33 persen. Di sisi lain, harga bawang putih turun 1,51 persen dibandingkan April 2025,” jelas Puji.

Exit Meeting LKPD 2025, Pemkab Bombana Dorong Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan

Sementara itu Bupati Bombana menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh kebijakan pengendalian inflasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah, termasuk pelaku usaha, distributor, dan masyarakat, agar inflasi di Kabupaten Bombana tetap terkendali dan tidak berdampak pada daya beli masyarakat,” ujar Burhanuddin usai mengikuti rakor.

Lebih lanjut Bupati Bombanq mengatakan jika Rakor ini menjadi upaya strategis dalam memastikan koordinasi dan kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kestabilan harga, mendukung daya beli masyarakat, serta menjamin ketersediaan bahan pokok di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Bombana. (Adv)

Reporter : duL