Daerah Berita Bombana

Menyeberangi Laut demi Tugas Negara, Perjuangan Guru Pengawas TKA di Pulau Masaloka

IMG 5794
Ketgam : Sri Wahyuni Ningsi Saat Menuju Pulau Masaloka. Foto : duL, OS

BOMBANA. OKESULTRA.ID – Laut bukan sekadar pemisah daratan bagi Sri Wahyuni Ningsi. Guru produktif SMK Negeri 2 Bombana itu harus menyeberangi perairan menggunakan kapal kecil demi menjalankan tugas sebagai pengawas Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMA Negeri 14 Bombana, yang berada di Pulau Masaloka, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Perjuangan tersebut menjadi gambaran nyata tantangan yang dihadapi tenaga pendidik ketika harus menjalankan tugas di wilayah kepulauan. Demi memastikan pelaksanaan TKA berjalan sesuai penugasan, perjalanan menuju sekolah tujuan pun harus ditempuh melalui jalur laut.

Sri Wahyuni Ningsi mendapat penempatan sebagai pengawas pada hari pertama pelaksanaan TKA SMA. Lokasi tugasnya berada di SMA Negeri 14 Bombana, sekolah yang terletak di Pulau Masaloka.

Untuk mencapai sekolah tersebut, Sri harus menggunakan kapal kecil yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai ojek laut.

IMG 5791 1

Masjid Rusak Total, 150 Siswa SMA Negeri 14 Bombana Kehilangan Fasilitas Ibadah

Perjalanan menyeberangi laut itu memakan waktu sekitar 20 menit. Meski relatif singkat, perjalanan tersebut menjadi bagian penting dari perjuangannya untuk tiba di lokasi tugas.

“Satu kali menyeberang, itu sebesar Rp25.000 sekali jalan, tentu ada pengorbanan yang harus saya lakukan,” ungkap Sri Wahyuni saat ditemui di sela-sela jeda ujian, Senin (26/10/2026).

Biaya tersebut merupakan ongkos perjalanan laut yang harus dikeluarkan untuk mencapai lokasi penugasan. Dengan demikian, perjalanan menuju sekolah di wilayah kepulauan membutuhkan sarana transportasi khusus yang berbeda dari akses menuju sekolah di daratan.

IMG 5807

Kisah Sri memperlihatkan bahwa tugas seorang guru tidak selalu berhenti pada aktivitas mengajar di ruang kelas. Dalam kondisi geografis tertentu, tanggung jawab profesi juga menuntut kesiapan menghadapi tantangan akses dan transportasi.

Kekeringan Melanda Wumbubangka, NasDem Bombana Salurkan Bersih

“Saya sadar, kehadiran saya di sini bukan sekadar menjalankan tugas. Para siswa di Pulau Masaloka juga berhak mendapatkan proses ujian yang jujur, adil, dan terjamin integritasnya sama dengan siswa di mana pun. Itulah yang selalu menjadi pegangan saya,” tegasnya.

Pelaksanaan TKA, yang menjadi salah satu bagian dari kegiatan evaluasi pendidikan, membutuhkan dukungan berbagai pihak agar berlangsung sesuai ketentuan. Kehadiran pengawas menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan berjalan tertib dan sesuai prosedur.

Dalam konteks wilayah kepulauan seperti Masaloka, penempatan pengawas juga berkaitan erat dengan kondisi geografis. Akses menuju sekolah yang harus ditempuh melalui laut membuat perjalanan menjadi bagian tersendiri dari pelaksanaan tugas pendidikan.

IMG 5806

Meski demikian, informasi mengenai perjalanan Sri tidak serta-merta menggambarkan seluruh kondisi pengawas TKA di Bombana. Diperlukan keterangan lebih lanjut dari pengawas lain maupun penyelenggara untuk mengetahui apakah tantangan serupa juga dialami di lokasi penugasan lainnya.

PT BKM Salurkan 70 Kaos Senam untuk Pasien Hipertensi dan Diabetes di Tapunggaya

Besaran ongkos ojek laut sebesar Rp25.000 sekali menyeberang juga menjadi gambaran biaya transportasi yang harus diperhitungkan ketika akses ke sekolah bergantung pada angkutan laut. Namun, belum tersedia informasi mengenai apakah biaya perjalanan tersebut mendapat penggantian dari penyelenggara kegiatan.

“Saya ikhlas menjalankan tugas ini. Yang saya harapkan hanyalah dukungan bersama, agar siswa di pulau-pulau terluar juga memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan meraih cita-cita,” ucapnya dengan senyum tulus.

Karena itu, kisah Sri dapat menjadi pintu masuk untuk melihat lebih jauh dukungan yang dibutuhkan tenaga pendidik dalam menjalankan tugas di daerah dengan kondisi geografis yang menantang.

Pemerataan mutu pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan evaluasi akademik, tetapi juga membutuhkan dukungan operasional agar seluruh sekolah dapat menjalankan kegiatan pendidikan secara tertib. Ketersediaan akses transportasi menjadi salah satu faktor yang patut diperhatikan, terutama di daerah kepulauan.

IMG 5806

Perjalanan Sri Wahyuni Ningsi menuju SMA Negeri 14 Bombana menjadi potret konkret bagaimana kondisi geografis turut mewarnai pelaksanaan tugas pendidikan di Kabupaten Bombana.

Di tengah tantangan tersebut, dedikasi tenaga pendidik tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan pendidikan. Namun, dedikasi itu idealnya juga ditopang oleh perencanaan penugasan dan dukungan operasional yang mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan.

Kisah penyeberangan menuju Pulau Masaloka pun menyisakan pertanyaan penting: sejauh mana dukungan transportasi telah disiapkan bagi pengawas TKA yang mendapat penugasan di wilayah kepulauan?

Jawabannya membutuhkan keterangan resmi dari penyelenggara. Yang jelas, perjalanan Sri menunjukkan bahwa bagi sebagian tenaga pendidik di Bombana, menjalankan tugas negara terkadang harus dimulai dengan menyeberangi lautan.

Reporter : duL