Berita Bombana Daerah

Masjid Rusak Total, 150 Siswa SMA Negeri 14 Bombana Kehilangan Fasilitas Ibadah

IMG 5793
Ketgam : Kepala Sekolah SMA 14 Bombana. Drs. Ziu Mada. Foto : duL, OS

BOMBANA. OKESULTRA.ID – Kerusakan masjid di lingkungan SMA Negeri 14 Bombana, Pulau Masaloka, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, telah menghilangkan salah satu fasilitas penting bagi siswa, guru, dan masyarakat sekitar. Bangunan yang sebelumnya menjadi pusat kegiatan ibadah itu kini tidak lagi dapat digunakan untuk salat, sementara kebutuhan perbaikan masih menanti perhatian dan bantuan dari pihak terkait.

Kondisi tersebut menjadi persoalan tersendiri bagi sekolah yang berada di wilayah kepulauan itu. Dengan jumlah sekitar 150 siswa, SMA Negeri 14 Bombana tidak hanya membutuhkan dukungan untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar, tetapi juga fasilitas yang layak untuk mendukung pembinaan karakter dan kehidupan keagamaan di lingkungan sekolah.

Kepala SMA Negeri 14 Bombana, Drs. Ziu Mada, mengatakan kerusakan masjid tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Kondisinya semakin memprihatinkan hingga bangunan itu tidak lagi dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

“Sudah tahunan masjid ini rusak parah,” ujar Ziu Mada saat menjelaskan kondisi fasilitas ibadah di sekolah yang dipimpinnya. Senin (26/10/2026).

IMG 5791

Kekeringan Melanda Wumbubangka, NasDem Bombana Salurkan Bersih

Menurut dia, sebelum mengalami kerusakan parah, masjid tersebut memiliki peran penting bagi warga sekolah maupun masyarakat yang bermukim di sekitar lingkungan SMA Negeri 14 Bombana.

Masjid itu tidak hanya digunakan oleh siswa dan guru untuk menunaikan salat, tetapi juga menjadi tempat ibadah masyarakat sekitar, terutama untuk pelaksanaan salat Jumat.

“Dulu masjid ini juga digunakan untuk salat bagi warga sekitar SMA Negeri 14 Bombana. Khusus pada hari Jumat, rata-rata warga sekitar sekolah melaksanakan salat Jumat di sini,” jelas Ziu Mada.

Kerusakan yang terjadi membuat fungsi sosial dan keagamaan masjid tersebut terhenti. Fasilitas yang sebelumnya menjadi tempat berkumpulnya warga untuk beribadah kini tidak dapat lagi dimanfaatkan, baik oleh warga sekolah maupun masyarakat setempat.

IMG 5789

PT BKM Salurkan 70 Kaos Senam untuk Pasien Hipertensi dan Diabetes di Tapunggaya

Bagi sekolah, keberadaan tempat ibadah yang layak merupakan bagian penting dari lingkungan pendidikan. Selain mendukung pelaksanaan ibadah, fasilitas tersebut juga dapat menjadi ruang pembinaan moral, kedisiplinan, dan karakter peserta didik.

Dengan kondisi masjid yang tidak lagi dapat digunakan, kebutuhan perbaikan menjadi hal yang mendesak. Namun, hingga informasi ini disampaikan, belum ada keterangan mengenai kepastian sumber anggaran maupun jadwal rehabilitasi bangunan tersebut.

Persoalan ini semakin penting mengingat SMA Negeri 14 Bombana berada di Pulau Masaloka, salah satu wilayah kepulauan di Kabupaten Bombana. Letak geografis tersebut membuat akses menuju sekolah memiliki tantangan tersendiri dibandingkan sekolah yang berada di daratan utama.

Untuk mencapai sekolah itu dari Kasipute, ibu kota Kabupaten Bombana, perjalanan harus ditempuh melalui jalur laut menggunakan perahu kecil atau ojek laut dengan waktu tempuh sekitar 20 menit, bergantung pada kondisi perjalanan.

Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhitungkan dalam upaya penanganan fasilitas pendidikan di wilayah kepulauan. Mobilisasi bahan bangunan, tenaga kerja, serta kebutuhan rehabilitasi tentu memerlukan perencanaan yang menyesuaikan akses transportasi laut.

Pendaftaran UPA PERADI Kendari Ditutup Hari Ini, Calon Advokat Serbu DPC PERADI Kendari

Karena itu, perhatian terhadap SMA Negeri 14 Bombana tidak semestinya hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga mencakup kelayakan sarana pendukung pendidikan, termasuk fasilitas ibadah yang selama ini dimanfaatkan oleh warga sekolah dan masyarakat.

Dengan jumlah sekitar 150 siswa, kebutuhan terhadap lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan layak menjadi bagian dari upaya menciptakan proses belajar-mengajar yang lebih baik. Keberadaan masjid yang dapat digunakan kembali juga akan mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan secara lebih optimal.

Kerusakan masjid tersebut sekaligus menjadi perhatian bagi pemerintah daerah, instansi yang membidangi pendidikan, serta pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan fasilitas pendidikan di wilayah kepulauan.

IMG 5790

Dukungan untuk perbaikan dapat menjadi langkah penting agar masjid tersebut kembali berfungsi sebagai tempat ibadah dan ruang kebersamaan bagi warga sekolah maupun masyarakat sekitar.

Meski demikian, bentuk penanganan yang akan dilakukan masih memerlukan kejelasan. Belum terdapat informasi terkonfirmasi mengenai estimasi biaya rehabilitasi, tingkat kerusakan struktur bangunan berdasarkan pemeriksaan teknis, ataupun pihak yang akan bertanggung jawab atas pembiayaannya.

Konfirmasi dari pemerintah daerah dan instansi terkait diperlukan untuk mengetahui apakah kondisi masjid tersebut telah masuk dalam pendataan kebutuhan rehabilitasi fasilitas pendidikan serta kemungkinan dukungan anggaran yang dapat diberikan.

Bagi warga SMA Negeri 14 Bombana, perbaikan masjid bukan sekadar membenahi bangunan yang rusak. Lebih dari itu, rehabilitasi fasilitas tersebut diharapkan dapat mengembalikan fungsi tempat ibadah yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari kehidupan sekolah dan masyarakat Pulau Masaloka.

Kini, kebutuhan bantuan untuk memperbaiki masjid itu menjadi perhatian yang perlu ditindaklanjuti. Harapannya, ada langkah nyata dari pihak terkait agar siswa, guru, dan masyarakat setempat kembali memiliki tempat ibadah yang layak dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Reporter : duL