Berita Daerah Kolaka Nasional

Menuju Indonesia Emas 2045, PT Vale Kembangkan Pertanian Presisi di Kolaka

IMG 2464
Ketgam : Suasana Panen Padi Berkelanjutan di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka. Foto : Humas Vale

KOLAKA, OKESULTRA.ID  Komitmen sektor industri dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan oleh PT Vale Indonesia Tbk. Sebagai bagian dari Group Mining Industry (MIND ID), perusahaan tambang tersebut terus memperkuat kontribusinya melalui berbagai program keberlanjutan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Panen Bersama Demplot Padi Berkelanjutan di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, yang merupakan kelanjutan dari program penanaman perdana pada November 2025 lalu di tiga desa binaan PT Vale, yakni Desa Puubunga, Desa Pubenua (Kecamatan Baula), serta Desa Lemedai (Kecamatan Tanggetada).

Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, sejalan dengan visi pemerintah yang menempatkan kemandirian pangan sebagai prioritas utama.

Kegiatan panen bersama tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Akbar, jajaran Forkopimda, serta perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, yakni Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Widiastuti, S.E., M.Si.

IMG 2461

Laba PT Vale Melonjak 85 Persen di Awal 2026, Di Balik Kinerja Positif dan Strategi Jangka Panjang

CEO PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto menegaskan bahwa program demplot padi berkelanjutan ini merupakan bagian dari pendekatan holistik perusahaan dalam membangun keberlanjutan yang tidak hanya berfokus pada sektor pertambangan.

“Bagi PT Vale, keberlanjutan bukan hanya tentang bagaimana kami menambang secara bertanggung jawab, tetapi juga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi kami. Program demplot padi berkelanjutan ini merupakan bagian dari pendekatan holistik kami untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menghadirkan inovasi pertanian yang adaptif dan ramah lingkungan,” ujar Bernardus.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, lembaga riset, dan kelompok tani menjadi kunci lahirnya solusi nyata yang mampu mendukung agenda pembangunan nasional.

Program demplot ini sendiri mengintegrasikan riset dan teknologi budidaya padi berkelanjutan yang presisi, adaptif terhadap kondisi agroklimat lokal, serta ramah lingkungan. Pelaksanaannya merupakan hasil kolaborasi antara PT Vale Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kolaka, kelompok tani, serta lembaga riset pertanian.

IMG 2462

PT Almaharig Siap Ikuti Rekomendasi RDP, Soroti Hambatan Penanganan Longsor dan Risiko Susulan

Total lahan demplot yang dikembangkan mencapai 36 are, terdiri dari 10 are budidaya organik dan 26 are budidaya konvensional. Pendekatan ini dirancang untuk memberikan pembelajaran komparatif mengenai efektivitas kedua metode budidaya tersebut.

Berbagai varietas unggul diuji dalam program ini, di antaranya PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu. Selain itu, diterapkan pula inovasi teknologi Perennial Rice dan sistem Salibu, yang memungkinkan panen berulang tanpa penanaman ulang.

Melalui sistem tersebut, petani berpotensi melakukan panen hingga delapan kali dalam satu kali tanam, sehingga mampu menekan biaya produksi seperti benih, persemaian, dan pengolahan lahan hingga 50 persen.

Head External Relation Growth PT Vale Endra Kusuma mengatakan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih tanggu.

IMG 2463

Pemkab Konawe Selatan Berlakukan Sistem Kerja WFO dan WFH

“Kami melihat pertanian berkelanjutan sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, PT Vale tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas, tetapi juga mentransfer pengetahuan, teknologi, dan praktik pertanian yang lebih efisien serta ramah lingkungan kepada para petani,” jelas Endra.

Menurutnya, model demplot ini diharapkan dapat menjadi laboratorium pembelajaran bersama yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Kolaka.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka, Akbar, mengapresiasi kontribusi PT Vale dalam mendukung program ketahanan pangan daerah.

IMG 2460

“Sinergi pemerintah dan perusahaan sangat dibutuhkan untuk mewujudkan ketahanan pangan. PT Vale menjadi salah satu perusahaan yang turut mendukung program tersebut. Perusahaan ini tidak hanya memikirkan bagaimana mengelola sumber daya alam, tetapi juga memberi dampak berkelanjutan bagi masyarakat sekitarnya,” ungkapnya.

Hasil Panen Menunjukkan Perkembangan Positif

Panen bersama yang dilakukan menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Pada lahan organik seluas 10 are, khususnya varietas Trisakti, hasil panen mencapai 6,9 ton.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa metode organik dengan pendekatan presisi mampu menghasilkan produktivitas yang kompetitif sekaligus menjaga kesehatan tanah dan ekosistem.

Sementara itu, pada lahan konvensional seluas 26 are, total produksi mencapai sekitar 15 ton, yang merupakan gabungan hasil dari enam varietas yang diuji.

Adaptasi varietas-varietas tersebut terhadap kondisi lahan di Kolaka memberikan indikasi kuat bahwa kombinasi teknologi budidaya modern dan pemilihan varietas unggul mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.

IMG 2465

Selain peningkatan hasil produksi, program ini juga memperkuat kapasitas petani melalui pendampingan intensif, mulai dari pengelolaan lahan, penggunaan pupuk organik, hingga pengendalian hama terpadu.

Salah satu petani yang juga pengurus Asosiasi Petani Organik (ASPOK) Kolaka, Salmi, mengaku metode pertanian organik yang diterapkan memberikan dampak nyata bagi efisiensi biaya dan peningkatan hasil panen.

“Dengan sistem organik ini biaya produksi bisa lebih efisien karena pupuk dapat dibuat dari bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain itu harga jual juga lebih baik, sehingga keuntungan yang kami peroleh meningkat. Dari sisi produksi, hasil yang kami dapatkan juga lebih tinggi dibandingkan metode konvensional sebelumnya,” ujarnya.

Komitmen Berkelanjutan untuk Pemberdayaan Masyarakat

Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale di sektor pertanian telah dijalankan secara konsisten sejak 2021, termasuk pengembangan metode SRI organik di wilayah Pomalaa.

Hingga Oktober 2025, program tersebut telah melibatkan 55 petani, termasuk 9 petani perempuan, sebagai bagian dari upaya memperkuat inklusivitas dalam pembangunan ekonomi lokal.

Melalui program ini, PT Vale kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat, tidak hanya melalui kegiatan pertambangan yang bertanggung jawab, tetapi juga melalui inisiatif pembangunan yang memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi daerah.

Ke depan, model demplot padi berkelanjutan ini diharapkan dapat menjadi praktik terbaik (best practice) yang dapat direplikasi lebih luas, sekaligus memperkuat sinergi antara sektor industri, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

Dengan kolaborasi yang kuat serta inovasi yang terus berkembang, PT Vale optimistis langkah bersama ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan di Kolaka, tetapi juga berkontribusi nyata bagi masa depan Indonesia yang lebih tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.

Reporter : duL