Berita

Kapolres Konsel Dampingi Kepala BKI dan Gubernur Sultra Saat Kunjungi Pabrik Tapioka di Konsel

bbfe3687 387b 4c48 b521 de65c256f85e

KONAWE SELATAN – Hilirisasi komoditas pertanian di Sulawesi Tenggara mulai menembus pasar internasional. Sebanyak 900 ton tepung tapioka dari PT Agri Cassava Makmur, Desa Arongo, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan, dilepas untuk ekspor perdana ke China, Kamis (10/9/2026).

Tak hanya tapioka, pada kesempatan yang sama turut dilepas 127 ton minyak kelapa mentah (crude coconut oil/CNO) dengan tujuan ekspor Malaysia. Pelepasan ekspor tersebut menjadi bagian dari kunjungan Kepala Badan Karantina Indonesia H. Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si., bersama Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.

Kunjungan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WITA itu turut didampingi Kapolres Konawe Selatan AKBP Daeng Riandika Mahardani, S.I.K., M.H., serta sejumlah pejabat pemerintah dan unsur TNI-Polri.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kepala Badan Karantina Indonesia ke Konawe Selatan.

Menurut Gubernur ASR, penguatan ekspor komoditas daerah harus dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap mendorong peningkatan kualitas sumber daya alam dan produk yang dihasilkan masyarakat.

Dugaan Pelayanan Tak Profesional, PBH PERADI Kendari Laporkan Disnaker ke Ombudsman

Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong peningkatan daya ekspor berbagai komoditas unggulan Sulawesi Tenggara secara berkelanjutan serta meningkatkan kualitas sumber daya alam daerah,” ujar Andi Sumangerukka dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding mengapresiasi pemerintah daerah, pelaku usaha, eksportir dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan ekspor langsung komoditas unggulan daerah ke pasar internasional.

Ia menekankan bahwa fungsi karantina tidak sebatas melakukan pengawasan terhadap lalu lintas komoditas. Lebih jauh, sistem karantina dinilai memiliki posisi strategis dalam memastikan produk yang dikirim ke negara tujuan memenuhi persyaratan dan standar yang ditetapkan.

Sistem karantina tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengawasan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing produk ekspor nasional,” kata Abdul Kadir Karding.

Menurut dia, sertifikasi karantina menjadi salah satu jaminan bahwa komoditas Indonesia yang dikirim ke pasar internasional telah memenuhi standar yang dipersyaratkan.

Bapas Baubau Rampungkan Sosialisasi Kelayan Binter. Tunggu Pengukuhan Nasional

Puncak kegiatan berlangsung sekitar pukul 10.33 WITA. Pada waktu tersebut dilakukan pelepasan ekspor perdana sebanyak 900 ton tepung tapioka tujuan China dan 127 ton minyak kelapa mentah tujuan Malaysia.

Dua komoditas tersebut memperlihatkan potensi produk pertanian Sulawesi Tenggara untuk dikembangkan tidak hanya sebagai bahan baku, tetapi juga melalui proses pengolahan sebelum masuk pasar ekspor.

Bagi Konawe Selatan, geliat industri pengolahan komoditas pertanian tersebut juga diharapkan memberi dampak terhadap mata rantai ekonomi masyarakat, terutama petani sebagai pemasok bahan baku.

Pemerintah berharap keberadaan industri pengolahan dapat menjadi insentif bagi petani untuk meningkatkan kualitas hasil perkebunan. Kualitas bahan baku menjadi salah satu faktor penting agar produk olahan mampu memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.

Kegiatan tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya agenda hilirisasi dan industrialisasi. Pemerintah mendorong agar komoditas daerah tidak hanya keluar dalam bentuk bahan mentah, tetapi terlebih dahulu memperoleh nilai tambah di dalam negeri.

Kata “Mangkir” Picu Polemik, Edi: Uji Dulu Tindakan Advokat di Dewan Kehormatan

Namun, keberlanjutan ekspor tentu tidak hanya ditentukan oleh pelepasan perdana. Konsistensi pasokan bahan baku, kualitas produksi, efisiensi industri, pemenuhan standar negara tujuan, serta kemampuan menjaga pasar ekspor akan menjadi tantangan berikutnya bagi pelaku usaha dan pemerintah daerah.

Karena itu, ekspor perdana tersebut menjadi momentum awal yang perlu diikuti penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir. Pemerintah daerah, pelaku industri, petani, eksportir dan lembaga karantina memiliki peran masing-masing untuk memastikan rantai produksi dan perdagangan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Konawe Selatan AKBP Daeng Riandika Mahardani turut memastikan aspek pengamanan melalui pengerahan personel Polres Konawe Selatan berdasarkan surat perintah pengamanan.

Seluruh rangkaian kunjungan dan pelepasan ekspor berlangsung hingga sekitar pukul 11.00 WITA. Kegiatan dilaporkan berjalan aman, lancar dan kondusif.

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Jaelani, S.IP., M.Si., Danrem 143/Halu Oleo Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, S.IP., M.Han., Danlanal Kendari Kolonel Laut (P) M. Sati Lubis, S.T., M.Sc., CHRMP., Danlanud Halu Oleo Kendari Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto, M.AP., M.M., M.Sc., Wakil Bupati Konawe Selatan H. Wahyu Adi Pratama, S.H., serta sejumlah pejabat terkait dan masyarakat Kecamatan Landono.

Momentum ekspor perdana itu kini menjadi pekerjaan lanjutan: memastikan komoditas Konawe Selatan tidak hanya mampu menembus pasar China dan Malaysia sekali, tetapi dapat mempertahankan kualitas, kontinuitas dan daya saingnya di pasar global.

Reporter: duL