Daerah Berita Kolaka

Kades Tikonu Minta Pemda Turun Tangan Atasi Dampak Proyek Sekolah Rakyat

IMG 4006
Ketgam : Rumah Warga Desa Tikonu yang di Hamtam Banjir Lumpur Akibat Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Tikonu. Foto : Warga Tikonu

KOLAKA. OKESULTRA.ID –  Proyek pembukaan lahan atau land clearing untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Tikonu, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, menuai keluhan dari masyarakat sekitar. Aktivitas pengupasan bukit yang menggunakan alat berat diduga menyebabkan banjir lumpur yang berulang kali menerjang permukiman warga saat hujan turun.

Peristiwa terbaru terjadi pada Selasa sore (23/6/2026). Hujan yang mengguyur wilayah Desa Tikonu selama kurang lebih satu jam menyebabkan material lumpur dari area proyek mengalir deras menuju kawasan permukiman dan fasilitas umum di sekitar lokasi.

Akibatnya, jalan lingkungan yang biasa digunakan warga tertutup lapisan lumpur tebal. Bahkan satu-satunya akses jembatan yang menghubungkan kawasan BTN dengan wilayah sekitar tidak dapat dilalui karena tertimbun material tanah yang terbawa aliran air hujan.

Tidak hanya mengganggu mobilitas warga, banjir lumpur juga merendam sejumlah rumah di kawasan BTN Desa Tikonu. Lumpur masuk hingga ke dalam rumah warga sehingga menimbulkan kerugian material dan mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.

ad85b726 3e1a 4c59 baf7 a4f6c0686adb

Disdikbud Bombana Gelar Rakor Kalender Pendidikan, 2026/2027 Pastikan Program Sekolah Selaras dengan Agenda Nasional dan Daerah

Kondisi tersebut memicu keresahan warga yang merasa menjadi pihak paling terdampak dari pembangunan yang saat ini sedang berlangsung. Mereka menilai upaya pencegahan dampak lingkungan dari proyek tersebut belum berjalan maksimal.

Salah seorang warga BTN Tikonu, Nur Hasanah, mengaku kecewa karena kejadian serupa bukan pertama kali terjadi. Menurutnya, masyarakat justru harus menanggung dampak langsung dari aktivitas pembangunan yang seharusnya membawa manfaat bagi daerah.

“Setiap hujan turun kami selalu khawatir. Lumpur masuk ke jalan bahkan ke rumah warga. Kalau begini tidak ada gunanya tim AMDAL, karena masyarakat yang menjadi korban,” ujar Nur Hasanah dengan nada protes.

Ia meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengevaluasi pelaksanaan proyek tersebut. Menurutnya, pekerjaan pengupasan gunung sebaiknya dihentikan sementara sampai ada kepastian bahwa seluruh aspek lingkungan telah ditangani dengan baik.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Pemerintah Desa Tikonu. Kepala Desa Tikonu, Sabaruddin, membenarkan bahwa banjir lumpur yang terjadi telah mengganggu akses masyarakat dan menyebabkan beberapa rumah warga terdampak.

Desa Tikonu Raih Nilai Tertinggi Lomba Desa Sultra, Siap Hadapi Verifikasi Lapangan

a332653c b25c 404f 9b92 6b055385cdba

“Benar, lumpur menutup akses jalan dan jembatan, bahkan masuk ke sejumlah rumah warga BTN. Kasihan masyarakat kalau harus menjadi korban akibat pembangunan. Saya berharap dinas terkait dan pemerintah daerah turun langsung melihat kondisi di lapangan serta membantu warga terdampak,” kata Sabaruddin saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.

Menurutnya, peristiwa banjir lumpur akibat aktivitas land clearing bukan kejadian yang baru. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, sedimen tanah dari area proyek juga telah terbawa aliran air dan mengganggu lingkungan sekitar.

Ia mengungkapkan bahwa sedimentasi yang terjadi tidak hanya berdampak pada kawasan permukiman. Material lumpur juga disebut telah menutupi sebagian saluran irigasi yang digunakan petani untuk mengairi lahan persawahan.

“Persoalan ini sudah berulang. Sedimen lumpur juga sudah masuk ke saluran irigasi sawah sehingga dikhawatirkan mengganggu aktivitas pertanian masyarakat,” ujarnya.

Plt Kadis Dikbud Bombana Hadiri Penamatan SIT Al Izzah, Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Sabaruddin menilai perlu ada langkah cepat dan konkret dari pihak pelaksana proyek maupun instansi teknis yang berwenang. Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan memang penting, tetapi pelaksanaannya tidak boleh mengabaikan keselamatan dan kepentingan masyarakat sekitar.

IMG 4003

“Kalau saran saya, apabila dinas atau pemangku kepentingan belum bisa memberikan solusi untuk mengatasi banjir lumpur ini, sebaiknya proyek pengatingan gunung dihentikan sementara. Karena dampaknya sangat merugikan masyarakat,” tegasnya.

Persoalan ini kembali mengingatkan pentingnya penerapan manajemen lingkungan yang ketat dalam setiap proyek pembangunan berskala besar. Terlebih, kegiatan pembukaan lahan di daerah perbukitan memiliki potensi tinggi memicu erosi dan sedimentasi apabila tidak disertai sistem pengendalian yang memadai.

Masyarakat kini berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan peninjauan lapangan, mengevaluasi dampak lingkungan proyek, serta memastikan adanya langkah mitigasi yang efektif agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap kali hujan turun.

Di tengah harapan hadirnya Sekolah Rakyat sebagai sarana pendidikan yang akan memberi manfaat bagi masyarakat luas, warga Desa Tikonu berharap pembangunan tersebut tetap memperhatikan aspek keselamatan lingkungan dan tidak mengorbankan kepentingan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi proyek.

Reporter : duL