KOLAKA, OKESULTRA.ID – Dukungan tak tergoyahkan dari Mining Industry Indonesia (MIND ID) terhadap pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa kembali ditegaskan secara langsung. Komisaris MIND ID sekaligus Asisten Utama Operasi Kapolri, Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si., bersama Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin memimpin kunjungan kerja menyeluruh ke kawasan operasi PT Vale Indonesia Tbk di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa, (5/08/2026)
Kehadiran unsur pimpinan dari berbagai tingkatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan penegasan komitmen bersama untuk memastikan pembangunan berjalan di jalur yang benar. Agenda ini sekaligus mengukuhkan sinergi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah guna menjamin pelaksanaan proyek aman, kondusif, patuh pada seluruh ketentuan hukum, ramah lingkungan, serta mampu memetik manfaat nyata bagi negara dan warga sekitar.
Turut hadir mendampingi rombongan antara lain jajaran manajemen PT Vale: Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer Budiawansyah serta Chief Project Officer Muhammad Asril. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lengkap mulai dari Kapolda Sultra Irjen Pol. Himawan Bayu Aji, Pangdam Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala, Bupati Kolaka H. Amri, Kapolres Kolaka AKBP Yudha Widyatama Nugraha, Danrem 143/Halu Oleo Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, hingga Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra Sugeng Riyanta.
Pertemuan dan peninjauan lapangan ini menjadi bukti bahwa pengembangan proyek strategis tidak bisa dijalankan sendiri oleh pelaku usaha. Kolaborasi erat antara holding industri pertambangan, pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, serta pemangku kepentingan lokal adalah kunci utama menjaga kelancaran operasional, kepastian hukum, hingga stabilitas sosial di wilayah operasi.
Seluruh pihak sepakat bahwa setiap dinamika—baik yang bersifat sosial, hukum, maupun teknis di lapangan—harus diselesaikan melalui mekanisme dialog terbuka, koordinasi terpadu, dan langkah yang transparan serta berlandaskan peraturan perundang-undangan. Pendekatan ini dianggap paling tepat untuk menyeimbangkan tiga kepentingan utama: keberlanjutan investasi, perlindungan hak-hak masyarakat adat dan setempat, serta kelestarian fungsi lingkungan hidup.
Sebagai tulang punggung agenda hilirisasi mineral nasional, IGP Pomalaa dikembangkan untuk mengubah wajah pengelolaan nikel Indonesia. Proyek ini dirancang agar bahan mentah tidak lagi dikirim keluar negeri, melainkan diolah di dalam negeri untuk menaikkan nilai jual sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemasok utama rantai pasok baterai kendaraan listrik dunia.
Di Blok Pomalaa, PT Vale bersama mitra strategisnya telah mendirikan perusahaan patungan PT Kolaka Nickel Indonesia untuk membangun fasilitas pengolahan canggih tipe High Pressure Acid Leach di kawasan PT Indonesia Pomalaa Industrial Park. Fasilitas ini nantinya akan memproduksi endapan campuran hidroksida yang mengandung sekitar 120 ribu ton nikel dan 15 ribu ton kobalt setiap tahunnya, bahan baku inti pembuatan sel baterai kendaraan ramah lingkungan.
Lebih dari sekadar bangunan pabrik, kehadiran proyek ini diharapkan memicu tumbuhnya ekosistem industri pendukung yang utuh. Mulai dari munculnya peluang usaha baru, penyerapan tenaga kerja lokal yang masif, hingga peningkatan kualitas kompetensi sumber daya manusia daerah yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam peninjauan langsung ke lokasi konstruksi, Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran menegaskan bahwa dukungan penuh diberikan namun tidak berarti menutup mata terhadap dampak di masyarakat. “MIND ID selaku induk usaha akan maksimal mendukung PT Vale. Jika muncul riak sosial atau permasalahan lain, kita bahas bersama di tingkat pusat maupun turun langsung melihat kenyataan di lapangan bersama seluruh unsur Forkopimda. Harapan kami, selesaikan dengan cara bermusyawarah tanpa mengorbankan kepentingan rakyat. Kawasan industri harus maju, rakyatnya makmur, dan alamnya tetap terjaga,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa gangguan sekecil apa pun terhadap proyek berisiko menurunkan kepercayaan dunia internasional terhadap iklim investasi Indonesia. “Ini kali kedua saya datang ke sini. Saya dengar langsung penjelasan Bupati Kolaka, dampak kehadiran industri sudah terasa nyata: usaha angkutan tumbuh, kuliner ramai, hotel penuh, dan banyak warga mendapat pekerjaan. Jangan ada kegaduhan yang merusak nama baik daerah maupun negara. Semua perbedaan dapat diselesaikan jika kita punya niat jernih demi kemajuan bersama. Menjaga kondusivitas adalah nomor satu,” tambahnya.
Menyikapi potensi gangguan terhadap akses jalan atau jalur logistik vital proyek, seluruh aparat berkomitmen bertindak tegas namun proporsional. Penegakan hukum akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku demi melindungi aset negara, keselamatan ribuan pekerja, serta menjamin kepastian bagi investor yang telah menanamkan modal besar di wilayah ini.
Sementara itu, Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Budiawansyah menyambut baik perhatian serius seluruh pihak. “Bagi kami, keberhasilan proyek tidak hanya dilihat dari seberapa cepat selesai bangunan pabrik. Keberhasilan sesungguhnya adalah jika kami tetap dipercaya masyarakat, senantiasa patuh aturan, dan mampu mewujudkan kesejahteraan yang dibagi bersama. Hilirisasi yang kokoh harus berjalan beriringan dengan tata kelola bersih dan penghormatan penuh terhadap hak masyarakat serta lingkungan,” ujarnya.
Chief Project Officer Muhammad Asril menambahkan, tantangan teknis proyek ini tergolong besar namun dikerjakan dengan standar setinggi mungkin. “Kami bekerja sama dengan berbagai mitra global dan lokal. Setiap langkah konstruksi dikerjakan secara terukur, mengutamakan keselamatan di atas segalanya. Sinergi dengan pemerintah pusat hingga desa adalah fondasi agar proyek ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia, bukan hanya bagi perusahaan,” ungkap Asril.
Dengan dukungan penuh pemegang saham, kekuatan pengawasan dari aparat negara, serta kerja sama yang saling menguatkan dengan masyarakat setempat, IGP Pomalaa berpotensi menjadi percontohan terbaik pengelolaan tambang yang berkeadilan. Proyek ini tidak hanya akan melahirkan produk bernilai tambah tinggi, tetapi juga membuktikan bahwa kemajuan industri dapat berjalan selaras dengan kesejahteraan rakyat dan pelestarian kekayaan alam Sulawesi Tenggara.
Reporter : duL




















