MOROWALI, OKESULTRA.ID – Kunjungan kerja Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Palu ke area operasional PT Vale Indonesia Growth Project (IGP) Morowali menjadi penegasan penting bahwa sektor pertambangan nasional tidak hanya membutuhkan dukungan investasi dan teknologi, tetapi juga stabilitas keamanan dan penguatan kolaborasi lintas sektor.
Danlanal Palu, Ali Wardana bersama jajaran melakukan kunjungan ke kawasan operasional PT Vale IGP Morowali dalam rangka mendukung agenda strategis nasional di sektor sumber daya mineral serta menjaga keamanan kawasan industri dan jalur logistik maritim.
Kunjungan tersebut dinilai memiliki makna strategis di tengah meningkatnya peran Indonesia dalam rantai pasok global industri energi masa depan, khususnya melalui program hilirisasi nikel yang kini menjadi prioritas nasional.
Keberadaan PT Vale sebagai bagian dari industri pertambangan nasional dipandang memiliki posisi penting dalam mendukung ketahanan energi dan pengembangan industri berbasis mineral di Indonesia.
Dalam kunjungan itu, sinergi antara industri pertambangan dan TNI Angkatan Laut menjadi sorotan utama, terutama dalam menjaga keamanan fasilitas kepelabuhanan serta jalur distribusi laut yang menjadi tulang punggung aktivitas logistik perusahaan.
Transportasi laut sendiri menjadi elemen vital dalam mendukung kelancaran rantai pasok nikel nasional, mengingat konektivitas antara area tambang, pelabuhan, hingga industri hilir sangat bergantung pada stabilitas keamanan maritim.
Karena itu, penguatan koordinasi antara pihak perusahaan dan aparat keamanan dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan operasional industri strategis dapat berjalan secara aman, tertib, dan sesuai regulasi.
Selain meninjau aktivitas operasional, rombongan Danlanal Palu juga mengunjungi fasilitas nursery milik PT Vale IGP Morowali dan melakukan penanaman pohon sebagai simbol komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.
Fasilitas nursery tersebut digunakan perusahaan untuk mengembangkan berbagai jenis bibit tanaman lokal yang nantinya dimanfaatkan dalam program reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang.
Kegiatan itu menjadi representasi implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang selama ini dikedepankan PT Vale dalam menjalankan aktivitas industri pertambangan.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya dipahami sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi bagian dari strategi operasional perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara produksi dan pelestarian lingkungan.
Melalui pengelolaan reklamasi berbasis rehabilitasi ekosistem, PT Vale berupaya memperkuat fungsi ekologis kawasan operasional sekaligus mendukung peningkatan keanekaragaman hayati.
Danlanal Palu, Ali Wardana memberikan apresiasi terhadap komitmen perusahaan dalam menjaga aspek lingkungan di tengah aktivitas pertambangan yang terus berkembang.
“PT Vale tidak hanya melakukan kegiatan pertambangan, tetapi juga memberikan perhatian besar terhadap lingkungan. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan industri secara bertanggung jawab. Kami berharap PT Vale terus berkembang dan memperkuat kolaborasi dengan TNI Angkatan Laut guna mendukung kelancaran dan keamanan operasional,” ujar Ali Wardana.
Apresiasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa praktik industri berkelanjutan kini menjadi perhatian bersama, termasuk oleh institusi pertahanan negara yang memiliki kepentingan terhadap stabilitas kawasan dan perlindungan sumber daya nasional.
Sementara itu, Head of Bahodopi Mine Project PT Vale, Goenawan Kukuh menyampaikan bahwa kunjungan Lanal Palu menjadi bentuk dukungan terhadap komitmen perusahaan dalam menjalankan operasional yang aman dan berkelanjutan.
“Kunjungan Lanal Palu merupakan bentuk kepercayaan dan dukungan terhadap komitmen PT Vale dalam menjalankan operasional yang aman, berkelanjutan, dan sesuai dengan prinsip ESG. Sinergi ini sangat penting untuk memastikan kelancaran aktivitas logistik laut yang menjadi bagian vital dari rantai nilai hilirisasi nikel nasional,” ujarnya.
Menurut Kukuh, keamanan maritim tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan operasional perusahaan, tetapi juga bagian dari kontribusi industri dalam menjaga stabilitas kawasan dan mendukung kepentingan nasional.
“Bagi kami, keamanan maritim bukan hanya aspek operasional, tetapi juga bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam mendukung stabilitas kawasan dan kepentingan nasional. Dengan pengelolaan lingkungan yang ketat, termasuk melalui program reklamasi yang didukung oleh nursery, serta pemanfaatan teknologi pemantauan, kami berupaya memastikan seluruh aktivitas berjalan secara transparan dan akuntabel,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa pengembangan proyek IGP Morowali akan terus berjalan seiring agenda hilirisasi nasional dan target pembangunan berkelanjutan Indonesia.
“Perseroan berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi pembangunan berkelanjutan melalui produksi nikel yang bertanggung jawab. Kami percaya bahwa kolaborasi dengan TNI Angkatan Laut dan para pemangku kepentingan lainnya akan semakin memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok global industri energi masa depan,” tutup Kukuh.
Kolaborasi antara sektor industri dan pertahanan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan proyek strategis nasional tidak hanya ditentukan oleh aspek ekonomi, tetapi juga memerlukan dukungan keamanan, tata kelola lingkungan yang baik, dan sinergi antarlembaga.
Melalui penguatan praktik keberlanjutan dan stabilitas kawasan industri, PT Vale IGP Morowali optimistis dapat terus memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, ketahanan energi, dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Reporter : duL






