MAKASSAR, OKESULTRA.ID – Komitmen pemerintah dalam memperkuat budaya riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat kembali ditegaskan melalui Penandatanganan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan Hilirisasi Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan LLDIKTI Wilayah IX di Aula Ridwan Saleh Mattayang, Makassar, Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi swasta di kawasan timur Indonesia dalam memperkuat peran akademik melalui penelitian dan pengabdian yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Sejumlah pimpinan perguruan tinggi swasta serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara turut hadir dalam agenda tersebut.
Penandatanganan kontrak penelitian dan pengabdian dinilai bukan sekadar agenda administratif pencairan hibah, melainkan bagian dari strategi nasional untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang lebih produktif dan inovatif.
Di tengah tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks, perguruan tinggi kini dituntut tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga menjadi pusat solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Karena itu, penguatan riset dan pengabdian masyarakat menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur kualitas dan daya saing perguruan tinggi.
Dalam kegiatan tersebut, Universitas Sulawesi Tenggara (UNSULTRA) mencatatkan capaian membanggakan dengan berhasil masuk dalam lima besar perguruan tinggi klaster pratama untuk pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat BIMA Kemdiktisaintek tahun 2026.
UNSULTRA bahkan menempati posisi ketiga berdasarkan jumlah judul penelitian yang memperoleh pendanaan hibah BIMA Kemdiktisaintek.
Tidak hanya itu, kampus tersebut juga berada di peringkat ketiga berdasarkan total anggaran hibah penelitian BIMA dengan nilai mencapai Rp918.460.000.
Capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan kapasitas riset dosen dan penguatan kualitas proposal penelitian yang diajukan oleh civitas akademika UNSULTRA.
Pada sektor pengabdian kepada masyarakat, capaian UNSULTRA juga menunjukkan perkembangan yang positif.
Secara keseluruhan, total akumulasi dana hibah BIMA penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berhasil diperoleh UNSULTRA pada tahun 2026 mencapai sekitar Rp1 miliar.
Angka tersebut dinilai menjadi indikator meningkatnya daya saing perguruan tinggi swasta di Sulawesi Tenggara dalam kompetisi hibah BIMA nasional.
Rektor Universitas Sulawesi Tenggara, Prof. Jamhir Safani, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah melalui program hibah BIMA Kemdiktisaintek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Tahun Anggaran 2026.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi stimulus penting dalam meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek penelitian dan pengabdian masyarakat.
“Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat budaya akademik, riset, dan inovasi di lingkungan kampus. Penelitian dan pengabdian tidak hanya berorientasi pada publikasi, tetapi juga harus mampu memberikan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah,” ujar Prof. Jamhir Safani.
Ia menilai, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan sosial dan pembangunan daerah.
Karena itu, hasil penelitian tidak boleh berhenti pada dokumen akademik, tetapi harus mampu diterapkan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Menurut Prof. Jamhir, capaian UNSULTRA merupakan hasil kerja kolektif dosen, peneliti, dan pengelola LPPM yang terus mendorong peningkatan kualitas proposal penelitian setiap tahun.
Ia juga menegaskan bahwa budaya akademik yang kuat harus dibangun melalui konsistensi riset, kolaborasi ilmiah, dan penguatan inovasi berbasis kebutuhan daerah.
Sementara itu, Kepala LPPM Universitas Sulawesi Tenggara, Dr. Hijriani, menyebut capaian tersebut menunjukkan peningkatan kapasitas dan daya saing dosen UNSULTRA di tingkat nasional.
Ia menjelaskan bahwa pihak kampus selama ini terus melakukan pendampingan intensif kepada para dosen dalam penyusunan proposal penelitian dan pengabdian.
Pendampingan tersebut mencakup penguatan metodologi penelitian, penyusunan luaran ilmiah, hingga strategi peningkatan kualitas pengabdian masyarakat.
“Pencapaian ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk membangun ekosistem riset yang produktif dan berkelanjutan. Kami berharap hibah BIMA Kemdiktisaintek yang diperoleh dapat menghasilkan penelitian yang inovatif, aplikatif, dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” jelas Dr. Hijriani.
Menurutnya, penguatan budaya riset di perguruan tinggi tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi membutuhkan konsistensi, kolaborasi, dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan.
Dalam konteks pendidikan tinggi, hibah penelitian dan pengabdian masyarakat juga menjadi instrumen penting untuk meningkatkan reputasi akademik perguruan tinggi.
Semakin tinggi kualitas penelitian yang dihasilkan, maka semakin besar pula kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selain itu, penelitian yang aplikatif dinilai mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, kesehatan, hingga pembangunan wilayah.
Pengamat pendidikan tinggi menilai, capaian UNSULTRA menunjukkan bahwa perguruan tinggi swasta di daerah kini mulai mampu bersaing dalam kompetisi akademik nasional.
Hal tersebut sekaligus menjadi indikator bahwa kualitas sumber daya dosen dan pengelolaan riset di kawasan timur Indonesia terus mengalami perkembangan positif.
Melalui penandatanganan kontrak penelitian dan pengabdian masyarakat Hibah BIMA Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026 ini, pemerintah berharap pelaksanaan program dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
Perguruan tinggi juga diharapkan semakin aktif membangun kolaborasi riset yang mampu mendukung pembangunan daerah serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan capaian yang diraih tahun ini, UNSULTRA dinilai memiliki peluang besar untuk terus memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang produktif dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di kawasan timur Indonesia.
Reporter : duL






