BOMBANA. OKESULTRA.ID – Kekeringan lahan persawahan yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Bombana, khususnya di Kecamatan Rarowatu Utara, mulai menemukan jalan keluar. Pemerintah Kabupaten Bombana mengambil langkah strategis dengan memanfaatkan waduk milik PT Sultra Industrial Park untuk mengalirkan air ke lahan pertanian yang terdampak. Langkah ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pihak swasta dalam menjaga ketahanan pangan di tengah perubahan iklim yang semakin tidak menentu.
Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., secara langsung memantau pemanfaatan waduk tersebut dan menyampaikan bahwa saat ini baru sekitar 20 hingga 35 hektare sawah yang bisa dialiri air. Keterbatasan itu bukan tanpa alasan, mengingat waduk tersebut baru saja mulai menampung air sehingga kapasitasnya belum maksimal.
“Untuk saat sekarang baru bisa mengaliri 20–35 hektare sawah karena waduknya belum lama menampung air. Berbeda kalau sudah menampung pada saat satu periode musim penghujan, tentu akan bertambah jumlah debit air yang bisa digunakan, bahkan bisa mengcover sampai 50–75 hektare,” ujar Burhanuddin di lokasi waduk, Selasa (2/9/2026).
Pemanfaatan waduk ini merupakan bagian dari rencana lebih besar yang disusun pemerintah daerah. Diketahui, saat ini sedang direncanakan pembangunan total empat waduk di kawasan tersebut untuk memperluas jangkauan irigasi dan menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian masyarakat secara berkelanjutan.

Jarak antara lokasi waduk dengan lahan sawah yang akan dialiri pun bervariasi, mulai dari satu kilometer, 1,8 kilometer, hingga 3,7 kilometer. Jarak yang cukup jauh ini menjadi tantangan tersendiri dalam penyaluran air, namun upaya penyaluran terus dioptimalkan agar air dapat sampai ke lahan-lahan petani.
Untuk mengatasi tantangan jarak tersebut, pemerintah daerah berkolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai IV Kementerian PUPR dalam penyediaan pipa penyalur. Hal ini menjadi bukti nyata kerja sama lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta dalam menangani masalah ketersediaan air irigasi.
“Rencana aliran air akan menggunakan pipa bantuan dari Balai Wilayah Sungai IV Kementerian PUPR sebagai upaya kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah dengan pihak swasta,” jelas Burhanuddin.
Air yang ditampung di waduk tersebut bersumber dari Mata Air Lulua, yang diketahui debitnya cukup stabil. Sumber air ini nantinya tidak hanya bermanfaat bagi satu wilayah saja, melainkan mampu mengaliri dua desa sekaligus, yaitu Desa Wumbubangka dan Desa Tembe.

Pemanfaatan waduk ini memiliki dua tahap sasaran yang jelas. Dalam jangka pendek, air dari waduk digunakan untuk mengatasi krisis air akibat musim kemarau maupun fenomena El Nino yang sempat melanda dan mengancam gagal panen di kawasan tersebut.
“Untuk jangka pendek, waduk ini dipergunakan selama musim kemarau atau El Nino. Kalau target jangka panjang, akan dipergunakan sebagai penyediaan air irigasi pertanian dan air bersih pada saat musim kemarau secara periodik setiap tahunnya,” tegas Bupati.
Dengan adanya skema ini, petani di Desa Wumbubangka dan Desa Tembe tidak lagi sepenuhnya bergantung pada curah hujan. Ketersediaan air yang terjamin diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman, sehingga frekuensi penanaman padi dalam setahun bisa bertambah dan pendapatan petani meningkat.
Pemerintah Kabupaten Bombana menargetkan, keempat waduk yang direncanakan nantinya akan membentuk jaringan irigasi pelengkap yang saling mendukung, sehingga risiko kekeringan dan ancaman gagal panen dapat ditekan seminimal mungkin.

Pihak PT Sultra Industrial Park menyambut baik pemanfaatan waduk yang telah dibangunnya untuk kepentingan sosial masyarakat sekitar. Sinergi ini sejalan dengan prinsip tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus mempererat hubungan harmonis antara industri dan warga sekitar.
Meski langkah ini dinilai positif, sejumlah pihak berharap agar pengelolaan air tetap dilakukan secara adil dan berkelanjutan. Perlu adanya pengaturan yang jelas agar kebutuhan air untuk industri dan kebutuhan pertanian serta masyarakat dapat berjalan berimbang tanpa saling merugikan.
Pemerintah daerah berjanji akan terus memantau debit air dan memastikan pemanfaatan waduk ini berjalan optimal. Bupati Burhanuddin menegaskan, upaya pemenuhan kebutuhan air irigasi akan terus dilanjutkan demi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan Kabupaten Bombana.
Hingga berita ini diturunkan, proses penyaluran air melalui jaringan pipa terus diupayakan perluasan. Pemerintah daerah berharap seluruh rencana pembangunan empat waduk dapat terealisasi dalam waktu dekat agar manfaatnya semakin dirasakan luas oleh masyarakat di Kecamatan Rarowatu Utara dan sekitarnya.
Reporter : duL







