Berita Bombana Daerah Metro

Bupati Bombana Dorong Hilirisasi dan Konektivitas Jadi Motor Pertumbuhan Sulawesi

IMG 3774
Ketgam : Bupati Bombana (bersamalam dengan Gubernur ASR), Saat Menghadiri Musrenbang Regional Sulawesi Tahun 2026. Foto : Laode Kaharmin

KENDARI. OKESULTRA.ID – Komitmen pemerintah daerah di kawasan Sulawesi untuk memperkuat sinergi pembangunan kembali ditegaskan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Regional Sulawesi Tahun 2026 yang berlangsung di salah satu Hotel di Kendari, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Akselerasi Pembangunan Berkualitas yang Inklusif dan Berkelanjutan melalui Hilirisasi, Konektivitas, dan Pariwisata untuk Kemajuan Regional Sulawesi” tersebut menjadi forum strategis dalam menyelaraskan arah pembangunan antarprovinsi di Pulau Sulawesi.

Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama para kepala daerah lainnya dari berbagai wilayah di Sulawesi. Kehadirannya menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana dalam mendukung agenda pembangunan regional yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Pelaksanaan Musrenbang Regional Sulawesi tahun ini memiliki makna tersendiri karena Provinsi Sulawesi Tenggara dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan. Kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan bagi daerah setelah pada tahun sebelumnya forum serupa digelar di Provinsi Gorontalo.

IMG 3772

PT Vale Bawa Inovasi Maggot BSF ke Invirotech 2026, Dorong Indonesia Menuju Nol Sampah

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antarwilayah dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Musrenbang turut dihadiri perwakilan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang mengikuti kegiatan secara daring. Selain itu, hadir pula para gubernur se-Sulawesi yang diwakili oleh sekretaris daerah dan kepala Bappeda, unsur Forkopimda, para bupati dan wali kota, serta peserta lainnya yang mengikuti melalui Zoom Meeting.

Forum ini menjadi wadah strategis untuk membahas berbagai isu pembangunan yang memiliki dampak lintas wilayah. Mulai dari penguatan ekonomi regional, pembangunan infrastruktur konektivitas, hingga pengembangan sektor unggulan yang mampu meningkatkan daya saing kawasan Sulawesi.

Sementara itu, Bupati Bombana menegaskan bahwa Musrenbang Regional Sulawesi merupakan sarana penting untuk memperkuat koordinasi pembangunan antarprovinsi sekaligus memastikan sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan daerah.

IMG 3773

Hadiri Perayaan Kemerdekaan AS ke-250, Gubernur Sultra Perkuat Diplomasi Pembangunan Daerah

“Musrenbang Regional Sulawesi merupakan wadah untuk meningkatkan koordinasi perencanaan pembangunan antarprovinsi di kawasan Sulawesi sekaligus memperkuat sinkronisasi antara perencanaan pembangunan pusat dan daerah,” ujar Burhanuddin.

Menurutnya, pembangunan kawasan tidak dapat dilakukan secara parsial oleh masing-masing daerah. Dibutuhkan kesamaan visi dan arah kebijakan agar program pembangunan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Burhanuddin menilai tema yang diangkat pada Musrenbang Regional Sulawesi Tahun 2026 sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan saat ini. Fokus pada hilirisasi, konektivitas, dan pariwisata dinilai mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Tema yang diusung mencerminkan komitmen bersama untuk tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan manfaatnya secara adil dan merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati Bombana menjelaskan bahwa kawasan Sulawesi memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar dan beragam. Potensi tersebut mencakup sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, kelautan dan perikanan, hingga sektor pariwisata yang terus berkembang.

Bombana Jemput Dukungan Energi dari Pusat, Usulan PJUTS dan Penguatan Listrik Kabaena Masuk Roadmap 2027

Menurutnya, kekayaan sumber daya alam tersebut harus dikelola secara optimal agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat. Salah satu langkah yang perlu diperkuat adalah melalui kebijakan hilirisasi.

IMG 3775

“Untuk itu, kita perlu memberdayakan seluruh potensi yang dimiliki melalui penerapan kebijakan hilirisasi pengolahan sumber daya alam,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa hilirisasi bukan hanya bertujuan meningkatkan nilai ekonomi komoditas, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, mendorong tumbuhnya industri daerah, serta memperkuat kemandirian ekonomi kawasan.

Selain hilirisasi, Burhanuddin juga menyoroti pentingnya pembangunan konektivitas antarwilayah. Menurutnya, infrastruktur transportasi dan jaringan logistik yang terhubung dengan baik akan mempercepat distribusi barang dan jasa sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar.

“Konektivitas antarwilayah menjadi penting guna memperlancar arus pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah di Regional Sulawesi,” ujarnya.

Tidak hanya itu, ia juga menekankan perlunya transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan. Pemanfaatan teknologi dinilai menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.

“Kita juga perlu meningkatkan inovasi dan pemanfaatan teknologi melalui transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan daerah,” sambungnya.

Melalui Musrenbang Regional Sulawesi Tahun 2026, pemerintah daerah diharapkan mampu menyusun langkah-langkah pembangunan yang lebih terarah, terintegrasi, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Sinergi yang dibangun dalam forum ini menjadi modal penting untuk mewujudkan kawasan Sulawesi yang maju, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan di masa mendatang.

Reporter : duL