Berita Bombana Daerah Nasional

Bombana Jemput Dukungan Pusat, Perikanan Disiapkan Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Daerah

9e7e4d14 0878 42dc a897 03e21711b9a4

JAKARTA. OKESULTRA.ID –  Langkah Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, melakukan audiensi langsung dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjadikan sektor perikanan sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi daerah.

Di tengah keterbatasan kewenangan pemerintah kabupaten dalam pengelolaan sumber daya kelautan pasca perubahan regulasi yang mengalihkan sebagian kewenangan ke tingkat provinsi dan pusat, strategi membangun komunikasi langsung dengan pemerintah pusat dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan potensi daerah tetap dapat berkembang secara optimal.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati Burhanuddin didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Plt Kepala Dinas Perikanan, Plt Kepala Bappeda, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana. Rombongan diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal KKP, Dr. Ir. Andy Artha Donny Oktopura, S.T., M.T., M.Eng.

Pada forum audiensi itu, Bupati Burhanuddin memaparkan besarnya potensi sumber daya perikanan yang dimiliki Kabupaten Bombana. Wilayah pesisir yang luas, sumber daya laut yang melimpah, serta tingginya ketergantungan masyarakat terhadap sektor perikanan menjadi modal besar bagi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun di sisi lain, potensi tersebut belum sepenuhnya dapat dimaksimalkan karena masih terdapat berbagai kendala, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana perikanan hingga kebutuhan dukungan program pemberdayaan nelayan yang lebih terintegrasi.

Ketua DK PERADI Kota Kendari : PK MA Jadi Penguatan PERADI di Bawah Kepemimpinan Otto Hasibuan

“Potensi sumber daya perikanan Kabupaten Bombana sangat besar dan dapat menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi sangat dibutuhkan dalam upaya pengelolaan dan pengembangan sektor perikanan yang berkelanjutan,” ujar Bupati Burhanuddin. Kamis (04/06/2026)

Pernyataan tersebut mencerminkan bahwa pembangunan sektor perikanan saat ini tidak lagi hanya dipandang sebagai urusan produksi hasil tangkapan semata. Lebih dari itu, sektor perikanan telah menjadi instrumen pembangunan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan masyarakat pesisir, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dalam perspektif pembangunan daerah, upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bombana juga menunjukkan adanya perubahan pendekatan dari sekadar mengelola potensi menjadi membangun ekosistem ekonomi perikanan yang berkelanjutan.

Hal itu terlihat dari sejumlah proposal yang diserahkan kepada KKP. Proposal tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi perikanan, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat nelayan dan penguatan infrastruktur pendukung.

Langkah tersebut menjadi penting karena keberhasilan sektor perikanan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya alam, tetapi juga oleh kesiapan fasilitas pendukung seperti pelabuhan perikanan, tempat pelelangan ikan, sarana penyimpanan hasil tangkapan, hingga akses pemasaran yang memadai.

Marwan Dermawan: Kepastian Hukum Terbit, PERADI Otto Hasibuan Kembali Kokoh dan Solid

Menanggapi paparan Pemerintah Kabupaten Bombana, Sekretaris Jenderal KKP, Andy Artha Donny Oktopura, memberikan apresiasi atas komitmen yang ditunjukkan pemerintah daerah.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bombana yang menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan sektor perikanan melalui audiensi langsung dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat nelayan,” ungkapnya.

Apresiasi tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah pusat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi daerah yang aktif memperjuangkan kebutuhan masyarakatnya melalui jalur koordinasi yang konstruktif.

Dalam pertemuan tersebut, KKP juga memperkenalkan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), salah satu program strategis nasional yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan kawasan nelayan yang lebih modern dan terintegrasi.

Program ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga menyentuh dimensi sosial dan lingkungan melalui penataan kawasan permukiman nelayan yang lebih layak, produktif, dan berkelanjutan.

PERADI Kendari Sambut Putusan MA: Kepastian Hukum dan Pemulihan Soliditas Organisasi

Bagi Bombana, program tersebut memiliki relevansi yang sangat tinggi. Sebagai daerah yang memiliki garis pantai panjang dan jumlah masyarakat pesisir yang cukup besar, KNMP berpotensi menjadi instrumen percepatan pembangunan kawasan pesisir yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat nelayan.

Keberadaan program tersebut juga dapat menjadi solusi dalam memperkuat rantai nilai sektor perikanan, mulai dari proses produksi, pengolahan, distribusi hingga pemasaran hasil tangkapan.

Menanggapi tawaran kolaborasi tersebut, Bupati Burhanuddin menyatakan dukungan penuh terhadap Program Kampung Nelayan Merah Putih.

“Pemerintah Kabupaten Bombana siap mendukung Program Kampung Nelayan Merah Putih melalui penyediaan dukungan yang diperlukan sesuai kewenangan daerah. Kami berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah pusat agar program ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat nelayan Bombana,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan kesiapan daerah untuk mengambil peran aktif dalam menyukseskan program nasional. Dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting mengingat keberhasilan program tidak hanya bergantung pada intervensi pusat, tetapi juga pada kemampuan daerah menyediakan lahan, infrastruktur pendukung, serta koordinasi lintas sektor.

Dalam konteks yang lebih luas, audiensi ini dapat dimaknai sebagai upaya membangun kemitraan pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah. Model kolaborasi seperti ini menjadi semakin penting di tengah kebutuhan pembangunan yang semakin kompleks dan keterbatasan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak.

Ke depan, keberhasilan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bombana dan KKP akan sangat bergantung pada tindak lanjut konkret dari hasil pertemuan tersebut, terutama terkait realisasi program, dukungan anggaran, serta implementasi berbagai proposal yang telah diajukan.

Jika sinergi tersebut berjalan efektif, sektor perikanan Bombana tidak hanya berpotensi meningkatkan produksi hasil laut, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang menciptakan kesejahteraan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.

Audiensi yang berlangsung dalam suasana konstruktif tersebut pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertemuan formal. Pertemuan itu menandai langkah awal penguatan kemitraan strategis yang diharapkan mampu membawa sektor perikanan Bombana menuju fase pembangunan yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing di masa mendatang.

Reporter : duL