Berita

AGPAII Bombana Jadi Rumah Besar Guru PAI, Perkuat Profesionalisme dan Moderasi Beragama

55675d0d 1d26 4c9d 8284 fd4f8c17780f
Ketgam : Kepada awak media, Ketua AGPAII Kabupaten Bombana, Sudirman S.Pdi,M.Pd.I. Foto : Ist

BOMBANA. OKESULTRA.ID – Di tengah derasnya arus perkembangan teknologi digital dan perubahan sosial yang semakin cepat, peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak lagi sebatas menyampaikan materi pembelajaran di ruang kelas.

Guru PAI kini dituntut menjadi pembimbing moral, penjaga nilai-nilai keagamaan, sekaligus agen penguatan karakter bagi generasi muda. Tantangan tersebut menjadi perhatian serius Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Bombana.

AGPAII Bombana hadir bukan sekadar sebagai organisasi profesi, tetapi menjadi rumah besar bagi seluruh Guru Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Bombana. Organisasi ini menaungi guru PAI dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Keberadaan AGPAII dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat kapasitas para guru agar mampu menjawab tantangan pendidikan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Bombana.

Kepada awak media, Ketua AGPAII Kabupaten Bombana, Sudirman S.Pdi,M.Pd.I, menjelaskan bahwa AGPAII dibentuk sebagai wadah pemersatu sekaligus penguat kompetensi seluruh Guru Pendidikan Agama Islam di daerah tersebut.

PT Vale dan Pemkab Kolaka Tanam Harapan Hijau dari Pomalaa, Gaungkan Aksi Nyata Hadapi Perubahan Iklim

“AGPAII bukan sekadar organisasi. AGPAII adalah rumah besar bagi seluruh Guru Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Bombana. Kami hadir sebagai pilar penguat kompetensi sekaligus mempererat tali ukhuwah antar sesama guru PAI,” ujar Sudirman. Jum’at (27/06/2026).

Menurutnya, perkembangan era digital telah membawa perubahan besar terhadap pola belajar peserta didik. Kondisi tersebut menuntut para guru untuk terus meningkatkan kemampuan, baik dalam penguasaan teknologi pembelajaran maupun dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada generasi muda.

Di sisi lain, Bombana yang memiliki kekayaan budaya lokal juga membutuhkan keseimbangan antara kemajuan teknologi dengan pelestarian nilai-nilai budaya dan agama. Karena itu, AGPAII mengambil peran aktif dalam mengawal moderasi beragama yang inklusif sekaligus memperkuat karakter peserta didik agar tetap berlandaskan akhlakul karimah.

Sudirman menegaskan, AGPAII juga siap menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bombana dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang religius, cerdas, serta berbudaya.

“Di tengah pesatnya era digital dan kayanya budaya lokal, AGPAII Bombana hadir untuk mengawal moderasi beragama, memperkokoh karakter akhlakul karimah generasi muda, serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pendidikan yang religius, cerdas, dan berbudaya,” katanya.

Polsek Kolono Gagalkan Upaya Pelarian Terduga Pelaku Curanmor ke Baubau

Sebagai organisasi profesi, AGPAII Bombana telah menetapkan visi yang menjadi arah perjuangan seluruh anggotanya.

“Visi kami jelas, yaitu terwujudnya AGPAII Kabupaten Bombana sebagai organisasi profesi yang profesional, berintegritas, dan inovatif dalam membentuk Generasi Rabbani yang berakhlak mulia,” jelas Sudirman.

Untuk mewujudkan visi tersebut, AGPAII Bombana menyusun sejumlah program yang berorientasi pada peningkatan kualitas guru sekaligus penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan.

Menurut Sudirman, langkah pertama yang dilakukan adalah meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru melalui pelatihan, workshop, kajian ilmiah, hingga berbagai forum berbagi praktik baik antarpendidik.

“Kami terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru melalui berbagai pelatihan dan kajian agar guru PAI mampu mengikuti perkembangan dunia pendidikan sekaligus menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ungkapnya.

Diskominfos Bombana Edukasi Pelaku Usaha Internet soal Legalitas dan Penggunaan Frekuensi

Selain itu, AGPAII juga memprioritaskan penguatan ukhuwah Islamiyah dengan mempererat solidaritas antar guru Pendidikan Agama Islam di seluruh Kabupaten Bombana. Organisasi ini meyakini bahwa persatuan menjadi modal utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama.

Tidak hanya itu, AGPAII Bombana juga mendorong lahirnya inovasi pembelajaran berbasis teknologi yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya lokal. Dengan demikian, pembelajaran agama diharapkan menjadi lebih menarik, adaptif, serta relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital.

“Kami juga mendorong inovasi pembelajaran berbasis teknologi yang tetap selaras dengan kearifan lokal. Selain itu, kami terus mengawal moderasi beragama yang inklusif dan toleran serta memperjuangkan kesejahteraan seluruh Guru Pendidikan Agama Islam tanpa terkecuali,” tegas Sudirman.

Lebih jauh, AGPAII Bombana memiliki tujuan menjadi pusat pengembangan kompetensi guru, wadah penyalur aspirasi, penyedia solusi terhadap berbagai persoalan pendidikan agama, sekaligus menjadi penyemai nilai-nilai karakter bagi generasi penerus bangsa.

Semangat tersebut diwujudkan melalui motto organisasi, “Berkarya, Berbagi, Berakhlak Mulia.” Motto itu bukan hanya slogan, tetapi menjadi pedoman seluruh anggota dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

“Berkarya dengan inovasi, berbagi untuk saling menginspirasi, dan berakhlak mulia dengan menjadikan keteladanan sebagai fondasi utama. Itulah semangat yang kami pegang dalam membangun organisasi ini,” tutur Sudirman.

Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan, AGPAII Kabupaten Bombana optimistis bahwa sinergi antara guru, pemerintah, sekolah, dan masyarakat akan menjadi kekuatan besar dalam mencetak generasi Islami yang unggul, berkarakter, serta memiliki daya saing tinggi di masa depan.

Melalui komitmen memperkuat profesionalisme guru, mengawal moderasi beragama, serta menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah kepada peserta didik, AGPAII Bombana berharap dapat terus berkontribusi dalam pembangunan pendidikan yang berkualitas. Dengan semangat kebersamaan, organisasi ini menegaskan tekadnya untuk terus bergerak membangun generasi Islami yang unggul, berakhlak mulia, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Reporter : duL