Berita Bombana Daerah

“Patriotik, Gigih, Berempati” Semangat Sumpah Pemuda Dikobarkan di Poleang

IMG 5848
Ketgam : Bupati Bombana Saat Memimpin Upacara HUT Sumpah Pemuda. Foto : Diakominfos Bombana

BOMBANA, OKESULTRA.ID – Semangat persatuan dan kebangsaan berkumandang di Lapangan Sullewatang Kastarib, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana, Rabu (28/10/2026). Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., secara resmi memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026, dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat.

Peringatan tahun ini mengusung tema besar: “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Tema ini sengaja dipilih untuk mengingatkan kembali akan pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mencintai tanah air, tangguh menghadapi tantangan zaman, serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap sesama.

Upacara berlangsung khidmat dan tertib. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana, para kepala perangkat daerah, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan se-Kabupaten Bombana.

Dalam amanatnya yang dibacakan oleh Bupati Burhanuddin, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, mengingatkan kembali momen bersejarah 28 Oktober 1928. Saat itu, para pemuda dari berbagai suku, bangsa, dan agama bersatu dalam satu ikrar: Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa Indonesia. Ikrar tersebut menjadi fondasi persatuan yang hingga kini masih relevan untuk dijaga.

IMG 5844

HUT ke-81 PGRI, Bupati Burhanuddin: Guru Pilar Utama Kedaulatan Bangsa di Masa Depan

“Nilai-nilai Sumpah Pemuda 1928 bukan sekadar kenangan sejarah, melainkan kompas yang terus menuntun langkah kita sebagai bangsa yang besar,” demikian bunyi amanat Menpora.

Menpora menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik yang megah atau pesatnya perkembangan teknologi semata. Lebih dari itu, kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya, kekuatan karakternya, serta tingkat kepedulian sosial antarwarga bangsa.

“Bangsa yang maju adalah bangsa yang pemudanya tidak hanya pintar, tetapi juga berhati. Kemajuan teknologi tanpa disertai karakter yang kuat justru dapat memisahkan kita, bukan menyatukan,” tegas Menpora dalam sambutannya.

IMG 5843

Oleh karena itu, generasi muda Indonesia diharapkan mampu menerapkan nilai patriotisme bukan dalam bentuk kata-kata, melainkan melalui pengabdian nyata di lingkungan masing-masing. Kegigihan dalam menghadapi tantangan hidup dan kepekaan empati terhadap kesulitan orang lain menjadi ciri utama pemuda yang diharapkan oleh bangsa.

Bupati Bombana Desak OPD Tuntaskan Temuan Pengawasan, Tak Boleh Berhenti di Administrasi

“Jadilah pemuda yang tidak mudah menyerah. Jadilah pemuda yang peduli ketika tetangga kita kesulitan. Itulah patriotisme yang sesungguhnya di masa kini,” tambahnya.

Lebih jauh, Menpora juga mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk berani bermimpi besar, namun disertai dengan kerja keras yang nyata. Ilmu pengetahuan harus terus dikejar, namun pengabdian kepada masyarakat dan negara tidak boleh dilupakan. Ilmu tanpa pengabdian, katanya, adalah pengetahuan yang hampa maknanya.

“Beranilah bermimpi, tetapi mimpilah yang membangun, bukan mimpi yang memecah belah. Bekerjalah, berkaryalah, dan jadikan ilmu pengetahuan sebagai wujud kecintaanmu kepada Indonesia. Bangsa ini menanti karya-karyamu,” pesan Menpora.

Sementara itu, Bupati Burhanuddin dalam sambutan pengantarnya menyampaikan bahwa tema peringatan Sumpah Pemuda tahun ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Di tengah arus perubahan yang begitu cepat, persatuan adalah modal terbesar yang dimiliki bangsa Indonesia.

IMG 5845

Kajati Sultra dan Bupati Bombana Sepakat, Hukum Tak Boleh Jadi Penghambat Pembangunan

“Kita hidup di negeri yang kaya keberagaman. Sumpah Pemuda mengajarkan kita bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpisah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi. Inilah yang harus kita wariskan kepada generasi muda di Bombana,” ujar Bupati.

Bupati juga menekankan bahwa pemuda adalah aset terbesar pembangunan daerah. Pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas umum tidak akan bermakna jika generasi mudanya tidak memiliki karakter yang kuat, jati diri yang teguh, dan semangat kebangsaan yang tinggi.

“Pembangunan infrastruktur bisa terlihat mata, tetapi pembangunan karakter pemuda adalah investasi yang tidak terlihat namun dampaknya berabad-abad. Mari kita pastikan pemuda Bombana tumbuh menjadi pemuda yang tangguh, berakhlak, dan cinta tanah air,” harap Bupati.

Rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun ini memiliki makna yang lebih dalam dan nyata bagi para pelajar. Upacara diakhiri dengan kegiatan penyerahan bantuan perlengkapan sekolah kepada ratusan siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bantuan tersebut berupa seragam sekolah, dasi, topi, sepatu, kaos kaki, serta tas sekolah.

IMG 5846

Penyerahan bantuan ini disambut antusiasme yang tinggi oleh para siswa dan orang tua yang hadir. Langkah ini dinilai sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap ketersediaan sarana pendidikan yang layak bagi generasi penerus bangsa di Kabupaten Bombana.

Seorang perwakilan siswa penerima bantuan mengungkapkan rasa syukurnya. “Terima kasih kepada Bapak Bupati dan pemerintah daerah. Semangat Sumpah Pemuda ini akan kami jadikan motivasi untuk belajar lebih giat demi masa depan yang lebih baik,” ucapnya dengan wajah berseri-seri.

Diharapkan melalui peringatan Sumpah Pemuda ke-98 ini, semangat persatuan yang diwariskan para pendahulu senantiasa hidup di tengah generasi muda. Bahwa dengan persatuan, kerja keras, dan kepedulian bersama, tidak ada tantangan yang tidak dapat dihadapi untuk mewujudkan Indonesia yang unggul, adil, dan makmur.

Reporter: DuL