Berita

HUT ke-81 PGRI, Bupati Burhanuddin: Guru Pilar Utama Kedaulatan Bangsa di Masa Depan

IMG 5838
Ketgam : Suasana Upacara HUT PGRI di Bombana. Foto : Diskominfos Bombana

BOMBANA, OKESULTRA.ID — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional tahun 2026 di Kabupaten Bombana berlangsung khidmat dan meriah di Lapangan Sullewatang Kastarib, Kecamatan Poleang, Rabu (28/10/2026). Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., secara resmi memimpin upacara pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang menjadi puncak peringatan tahun ini.

Mengusung tema besar “Solidaritas Guru Berkualitas Menuju Indonesia Unggul dan Berdaulat”, peringatan ini bukan sekadar seremonial belaka. Lebih dari itu, momentum ini dimaknai sebagai pengingat kembali akan peran strategis tenaga pendidik dalam memperkokoh kebersamaan, meningkatkan mutu pembelajaran, serta membangun karakter bangsa yang tangguh dan berdaulat.

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana, para kepala Organisasi Perangkat Daerah, serta ratusan guru yang hadir mewakili seluruh kecamatan di Kabupaten Bombana. Kehadiran para pemimpin daerah berdampingan dengan para pendidik menunjukkan dukungan nyata pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan.

Rangkaian pagi itu dimulai sejak dini hari dengan pawai keliling kawasan Poleang. Barisan peserta yang tertib dan penuh semangat membelah jalan desa, menarik perhatian warga yang berbondong-bondong menyaksikan. Suara irama musik dari barisan marching band yang tampil memukau semakin menambah semarak suasana, membangkitkan semangat kebersamaan di kalangan para pendidik yang hadir dari berbagai pelosok daerah.

IMG 5837

“Patriotik, Gigih, Berempati” Semangat Sumpah Pemuda Dikobarkan di Poleang

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh tenaga pendidik di Bombana. Baginya, guru bukan sekadar pengajar di dalam kelas, melainkan peletak dasar peradaban masa depan daerah dan bangsa.

“Kepada seluruh guru di Kabupaten Bombana, saya sampaikan penghargaan setinggi-tingginya. Kalianlah pilar yang tak tergantikan. Kesabaran, ketulusan, dan dedikasi kalian adalah investasi terbesar bagi kemajuan daerah ini,” ujar Bupati di hadapan ratusan peserta upacara.

Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa peran guru sangat krusial dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan berbudi pekerti luhur. Di tangan para gurulah, masa depan anak-anak Bombana ditempa untuk menjadi pribadi yang berguna bagi keluarga, masyarakat, dan negara.

“Guru membentuk manusia. Di tangan Andalah lahir pemimpin-pemimpin masa depan, penemu, ilmuwan, dan orang-orang baik yang akan membangun daerah ini. Maka, mari kita jaga profesi ini dengan penuh kehormatan dan tanggung jawab,” tambahnya.

Bupati juga mengajak seluruh insan pendidikan untuk terus memperkuat persatuan di antara sesama pendidik. Solidaritas yang kokoh, katanya, akan menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang di era digital dan persaingan global.

Bupati Bombana Desak OPD Tuntaskan Temuan Pengawasan, Tak Boleh Berhenti di Administrasi

IMG 5839

“Jangan pernah ragu akan kekuatan kebersamaan. Ketika guru bersatu, kualitas pendidikan akan meningkat, dan anak-anak kita akan menerima manfaat yang terbaik. Profesionalisme harus berjalan beriringan dengan ketulusan hati,” pesan Bupati.

Peringatan HUT PGRI ke-81 ini juga menjadi wadah penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan tenaga pendidik. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, sementara di sisi lain, diharapkan para guru terus berinovasi dalam metode pengajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., yang berlatar belakang dunia pendidikan sendiri menyebutkan bahwa tema yang diangkat tahun ini sangat tepat. Di tengah berbagai dinamika perubahan, kualitas dan kebersamaan guru adalah kunci agar pendidikan di daerah ini tidak tertinggal.

“Pendidikan adalah urusan bersama. Guru tidak bekerja sendirian. Dukungan pemerintah, masyarakat, dan orang tua siswa sangat diperlukan agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal. Mari kita jalin kerjasama yang erat,” ungkap Ahmad Yani.

Kajati Sultra dan Bupati Bombana Sepakat, Hukum Tak Boleh Jadi Penghambat Pembangunan

IMG 5840

Salah satu momen yang paling ditunggu dan menyita perhatian adalah penampilan Tarian Kolosal Paduppa yang melibatkan ratusan pelajar dari berbagai sekolah di sekitar Poleang. Dengan gerakan yang kompak dan penuh keanggunan, para penari mempersembahkan tarian tradisional yang selama ini dikenal sebagai ungkapan penyambutan dan penghormatan kepada tamu kehormatan.

Penampilan ini bukan sekadar hiburan. Lebih dari itu, tarian Paduppa yang ditampilkan generasi muda adalah bukti bahwa budaya lokal masih hidup dan dihargai di tengah arus modernisasi. Nilai-nilai kesopanan, kebersamaan, dan kearifan lokal yang terkandung dalam tarian tersebut selaras dengan nilai-nilai yang ingin ditanamkan dalam pendidikan karakter.

Kepala Sekolah Dasar di Poleang yang turut hadir menyampaikan bahwa kegiatan seperti Porseni sangat positif bagi semangat rekan-rekan guru. Selain ajang silaturahmi, kegiatan ini juga meredakan kelelahan akibat rutinitas mengajar sekaligus membangkitkan semangat baru untuk kembali ke kelas dengan energi yang segar.

“Kami merasa dihargai. Terima kasih kepada pemerintah daerah yang selalu hadir di tengah kami. Semoga kebersamaan ini terus terjaga,” ujar salah satu perwakilan guru yang enggan disebut namanya.

IMG 5841

Pihak panitia pelaksana menyebutkan bahwa rangkaian Porseni akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan dengan berbagai cabang lomba olahraga dan seni yang diikuti oleh guru-guru dari tingkat TK, SD, hingga SMP se-Kabupaten Bombana. Harapannya, kegiatan ini dapat mempererat tali persaudaraan antar-guru lintas kecamatan.

Dengan berakhirnya upacara pembukaan ini, diharapkan semangat ke-81 tahun perjuangan PGRI tidak hanya menjadi kenangan satu hari, melainkan tercermin dalam keseharian di ruang-ruang kelas. Peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan karakter peserta didik, dan pelestarian budaya bangsa adalah tugas mulia yang terus diemban oleh para pendidik di Kabupaten Bombana.

Sebagai penutup rangkaian upacara, peserta diajak merenung sejenak atas jasa-jasa para pendidik yang telah mendahului, sekaligus berkomitmen melanjutkan perjuangan mencerdaskan kehidupan bangsa. Solidaritas Guru Berkualitas Menuju Indonesia Unggul dan Berdaulat bukan sekadar tema di atas spanduk, melainkan janji bersama yang diucapkan dalam setiap proses belajar mengajar.

Reporter: DuL