Berita Bombana Daerah Metro

Kadis Pariwisata Sultra Jadi Pemateri Utama Workshop Pengembangan Desa Wisata di Bombana

IMG 4126
Ketgam : Kadis Pariwisata Sultra Saat Memberikan Materi Pada Workshop Pengembangan Desa Wisata di Bombana. Foto : Ist

BOMBANA.OKESULTRA.ID – Pemerintah Kabupaten Bombana terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis masyarakat melalui penyelenggaraan Workshop Pengembangan Desa Wisata Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bombana, Selasa (30/6/2026), menghadirkan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Muhammad Ridwan Badallah, sebagai pemateri utama.

Workshop tersebut diikuti oleh aparatur pemerintah, pengelola desa wisata, pelaku usaha pariwisata, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Bombana.

Dalam pemaparannya, Dr. Muhammad Ridwan Badallah menegaskan bahwa desa wisata merupakan salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, desa wisata tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga harus mampu menghadirkan pengalaman budaya, tradisi, dan kearifan lokal yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.

“Pengembangan desa wisata tidak cukup hanya mengandalkan panorama alam. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat menjadi pelaku utama dalam mengelola potensi yang dimiliki sehingga manfaat ekonomi benar-benar dirasakan oleh masyarakat desa,” ujar Dr. Ridwan Badallah di hadapan peserta workshop.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah desa wisata sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, tata kelola kelembagaan, inovasi produk wisata, serta kemampuan dalam memasarkan destinasi melalui pemanfaatan teknologi digital.

PT Vale Libatkan Pelajar dalam Upaya Pemulihan Lingkungan melalui Persemaian Tanggetada

“Promosi digital saat ini menjadi kebutuhan utama. Desa wisata harus mampu memanfaatkan media sosial dan platform digital lainnya agar dikenal lebih luas oleh wisatawan domestik maupun mancanegara,” katanya.

Ridwan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan desa wisata tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh pihak.

“Kolaborasi adalah kunci. Ketika semua pihak bergerak bersama, maka desa wisata akan tumbuh lebih cepat dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, ia mengingatkan agar setiap desa mampu mengidentifikasi keunikan yang dimiliki sehingga tidak terjadi keseragaman konsep antar desa wisata. Keaslian budaya dan karakter lokal, kata dia, merupakan kekuatan utama yang menjadi daya tarik wisata.

Menurut Ridwan, desa wisata yang berhasil adalah desa yang mampu menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan, pelestarian budaya, dan peningkatan ekonomi masyarakat tanpa menghilangkan identitas lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

DPC PERADI Kendari Serahkan 32 KTA kepada Anggota Baru. Berikut Pesan Ketua DPC PERADI Kota Kendari

Workshop tersebut juga menjadi ruang diskusi bagi peserta untuk berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan destinasi wisata di wilayah masing-masing. Berbagai masukan mengenai pengelolaan kelembagaan, pemasaran, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga pengembangan produk wisata menjadi bagian dari materi yang dibahas secara interaktif.

Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi kegiatan. Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan narasumber mengenai strategi membangun desa wisata yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap lahir lebih banyak desa wisata yang memiliki daya saing tinggi, mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat posisi sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bombana terus mendorong pengembangan potensi wisata berbasis desa sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Workshop Pengembangan Desa Wisata Tahun 2026 diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kapasitas para pengelola desa wisata, memperkuat sinergi lintas sektor, serta melahirkan inovasi-inovasi baru yang mampu menjadikan desa-desa di Kabupaten Bombana sebagai destinasi wisata unggulan di Sulawesi Tenggara.

Bombana Perkuat Desa Wisata Lewat Workshop Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

Reporter : duL