BOMBANA, OKESULTRA.ID – Pemerintah Kabupaten Bombana resmi melepas 122 calon jemaah haji menuju Tanah Suci dalam prosesi penuh khidmat di Masjid Agung Nurul Iman, Sabtu (17/5/2026). Pelepasan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Ir. Syahrun mewakili Bupati Bombana.
Prosesi keberangkatan itu bukan sekadar seremoni administratif, melainkan menjadi simbol perjalanan spiritual masyarakat Bombana menuju puncak pengabdian sebagai umat Muslim. Ratusan keluarga dan kerabat memadati area masjid sejak pagi untuk mengantar para calon jemaah yang akan menunaikan rukun Islam kelima.
Suasana haru menyelimuti pelepasan ketika sejumlah anggota keluarga tampak menitikkan air mata sambil memanjatkan doa demi keselamatan dan kelancaran ibadah para jemaah selama berada di Arab Saudi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bombana, pimpinan Baznas, Ketua PHBI, Ketua MUI Bombana, para kepala OPD, unsur Forkopimda, hingga tokoh masyarakat.
Para calon jemaah tampak mengenakan seragam resmi haji dan duduk berbaris rapi mengikuti seluruh rangkaian acara pelepasan yang berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan.
Dalam sambutan Bupati Bombana yang dibacakan Sekda Syahrun, pemerintah daerah mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga kesehatan, kekompakan, serta nama baik daerah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Pemerintah daerah berharap seluruh jemaah senantiasa menjaga kesehatan, saling membantu, serta menjaga kekompakan selama berada di Tanah Suci. Jalankan seluruh rangkaian ibadah dengan sungguh-sungguh agar kembali ke Bombana dengan predikat haji mabrur,” kata Syahrun.
Menurutnya, ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik menuju Mekkah dan Madinah, melainkan perjalanan spiritual yang sarat dengan makna penyucian diri dan penghambaan kepada Allah SWT.
“Ibadah haji merupakan momentum untuk membersihkan jiwa, memperkuat keimanan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.
Syahrun juga menekankan makna wukuf di Arafah sebagai puncak perjalanan spiritual umat Islam. Ia menyebut momentum tersebut menjadi pengingat tentang kesetaraan manusia di hadapan Sang Pencipta.
“Di Arafah, seluruh identitas sosial melebur menjadi satu. Itu menjadi momentum seorang hamba menyadari kefakirannya di hadapan Allah SWT,” tuturnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan bahwa pelaksanaan ibadah haji tidak hanya dipandang sebagai kewajiban ritual, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter spiritual dan sosial umat Islam.
Sementara itu, Kepala Urusan Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Bombana, H. Surahman menjelaskan jumlah jemaah haji Bombana tahun ini sebenarnya mencapai 126 orang yang tergabung dalam Kloter 38 bersama jemaah dari sejumlah daerah lain di Sulawesi Tenggara.
“Insya Allah seluruh jemaah akan diberangkatkan menuju Makassar sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci,” kata Surahman.
Ia mengungkapkan, jemaah tertua tahun ini berusia 86 tahun, yakni Daeng Marollah asal Bambaea. Karena itu, pihaknya meminta seluruh jemaah untuk saling membantu dan menjaga kebersamaan selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah.
Selain menjaga kekompakan, Surahman juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik mengingat padatnya aktivitas selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.
“Kami mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga kesehatan, mengutamakan ibadah wajib, serta mematuhi seluruh aturan yang telah ditetapkan pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Arab Saudi,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bombana, H. Adnan Saufi turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran proses keberangkatan jemaah haji tahun ini.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, petugas kesehatan, aparat keamanan, panitia pelaksana, hingga masyarakat yang turut memberikan dukungan moral kepada para jemaah.
Pelepasan calon jemaah haji Bombana tahun ini sekaligus menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menjalankan ibadah haji sebagai bagian dari penyempurnaan keimanan dan pengabdian kepada Allah SWT.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan seluruh jemaah sejak keberangkatan hingga kembali ke Kabupaten Bombana dalam keadaan sehat dan memperoleh predikat haji mabrur.
Reporter : duL






