BOMBANA, OKESULTRA.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2026 kembali melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) secara nasional, termasuk di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data lengkap terkait kondisi dan perkembangan kegiatan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.
Menanggapi pelaksanaan sensus tersebut, Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bombana untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Menurut Ahmad Yani, partisipasi masyarakat sangat penting agar data yang dikumpulkan benar-benar akurat dan dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bombana, khususnya para pelaku usaha, untuk memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus. Data yang akurat akan sangat membantu pemerintah dalam merancang kebijakan ekonomi yang tepat sasaran,” ujar Ahmad Yani dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda penting yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik setiap sepuluh tahun sekali untuk memotret kondisi riil kegiatan ekonomi masyarakat, mulai dari usaha kecil, menengah hingga skala besar.
“Hasil Sensus Ekonomi 2026 ini nantinya akan menjadi acuan penting bagi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, dalam menyusun program pembangunan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat sektor usaha di daerah,” jelasnya.
Ahmad Yani juga berharap masyarakat dapat menyambut baik kedatangan petugas sensus yang akan melakukan pendataan di lapangan dengan tetap memberikan informasi yang jujur dan lengkap.
“Kami berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan para petugas sensus. Dengan data yang lengkap dan valid, pemerintah daerah dapat merancang kebijakan ekonomi yang lebih efektif untuk kemajuan Kabupaten Bombana,” tambahnya.
Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai struktur ekonomi daerah, potensi usaha, serta tantangan yang dihadapi pelaku usaha, sehingga dapat menjadi landasan dalam memperkuat pembangunan ekonomi di Kabupaten Bombana ke depan.
Reporter : duL





