Berita Bombana Daerah News

Dikbud Bombana Gelar Forum Konsultasi Publik. Berikut Penjelasan Sekdis Dikbud

IMG 0127
Ketgam : Forum Konsultasi Publik. Berikut Penjelasan Sekdis Dikbud. Foto : duL

BOMBANA, OKESULTRA.ID – Guna memperkuat pelayanan pendidikan yang lebih terbuka, partisipatif, dan menyeluruh di Kabupaten Bombana, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bombana menggelar Forum Konsultasi Publik bertema Pelayanan Publik.

Dalam paparannya, Plt. Sekretaris Dikbud Bombana, H. Kandamang, S.Pd., M.Pd., menekankan komitmennya untuk memberikan layanan pendidikan yang optimal, baik dalam urusan kedinasan maupun kebutuhan masyarakat secara umum, termasuk para guru dan tenaga kependidikan.

“Kami terbuka menerima masukan dari masyarakat, guru, dan semua pihak. Ini menjadi dasar kami untuk mengevaluasi dan memperbaiki pelayanan publik agar ke depan menjadi lebih baik,” ujar Kandamang, yang juga menjabat Ketua PGRI Kabupaten Bombana. Rabu (18/6/2025).

Ia mengakui, Dinas Pendidikan memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh persoalan pendidikan hingga ke pelosok, sehingga masukan dari tokoh masyarakat, LSM, media, hingga pihak kecamatan menjadi penting sebagai mitra dalam pengawasan dan penyampaian aspirasi.

“Jika ada masalah di lapangan, seperti pelanggaran oleh guru atau kepala sekolah, kami minta disampaikan. Kami akan tindak lanjuti secara langsung karena pendidikan harus berjalan sesuai aturan dan menjunjung profesionalisme,” ucapnya.

May Day 2026, Pemkab Bombana Tekankan Kolaborasi dan Stabilitas Daerah

Forum ini juga menjadi ruang diskusi untuk membahas berbagai tantangan pendidikan, termasuk persoalan klasik seperti keterlambatan administrasi kenaikan pangkat guru, penempatan tenaga pendidik, serta transparansi informasi layanan pendidikan.

Budayawan Bombana, Jumrad Raunde, yang hadir dalam forum tersebut menyambut baik langkah Dinas Pendidikan membuka ruang koreksi dan komunikasi terbuka dengan masyarakat.

“Kami apresiasi keterbukaan ini. Banyak keluhan guru soal layanan, khususnya kepangkatan yang sering terlambat. Seharusnya dinas proaktif menyampaikan informasi kenaikan pangkat ke guru, tidak menunggu mereka datang mengusulkan,” kata Jumrad.

Selain itu, Sekdis Dikbud Bombana juga mengakui, terdapat tantangan besar dalam menjangkau seluruh persoalan pendidikan hingga ke pelosok wilayah. Oleh karena itu, peran serta berbagai pihak seperti tokoh masyarakat, LSM, media, hingga aparat kecamatan menjadi sangat penting sebagai mitra dalam menyampaikan aspirasi dan melakukan pengawasan terhadap kebijakan pendidikan.

“Keterbukaan informasi dan penempatan yang tepat adalah kunci. Dinas harus menjadi lembaga yang menjadi jembatan dan penyelesai, bukan sumber masalah,” tambahnya.

ESG Jadi Motor Bisnis, PT Vale Perkuat Operasi Rendah Karbon di 2025

Forum Konsultasi Publik ini diharapkan menjadi agenda rutin dan bagian dari budaya pelayanan publik yang transparan dan berorientasi pada perbaikan mutu pendidikan di Bombana.

Reporter : duL