Berita Daerah Kolaka

Saat Dibutuhkan, PT Vale IGP Pomalaa Raih Apresiasi Tinggi Masyarakat dan Pemerintah

IMG 3466
Ketgam : Suasana menyalurkan sembako kepada warga Totobo yang terkena bencana banjir oleh PT. Vale IGP Pomalaa. Foto : bumisultra.com

KOLAKA. OKESULTRA.ID – PT Vale Indonesia Tbk melalui proyek strategisnya Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa kembali membuktikan kepedulian dan tanggung jawab sosial yang tinggi terhadap masyarakat di wilayah sekitar operasional perusahaan. Saat bencana banjir melanda dan mendatangkan kesengsaraan bagi warga Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, perusahaan ini langsung bergerak cepat merespons dengan menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada para korban. Jumat, (22/05/2026).

Bantuan paket sembako tersebut diserahkan secara langsung dan disalurkan kepada 20 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak paling parah akibat luapan air bah yang terjadi pada tanggal 8 Mei 2026 lalu. Langkah ini merupakan kelanjutan dari serangkaian upaya penanganan dampak bencana yang telah dilakukan PT Vale sejak hari pertama terjadinya musibah tersebut, menunjukkan bahwa kepedulian tidak hanya berhenti pada bantuan darurat, tetapi juga keberlanjutan dukungan bagi pemulihan warga.

Kepala Desa Totobo, Nirwani, menyambut baik dan menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas respon cepat dan perhatian yang diberikan oleh PT Vale Indonesia. Menurutnya, bantuan ini sangat berarti bagi warganya yang sedang berjuang memulihkan kondisi pascabanjir, terlebih lagi banjir yang melanda kali ini dinilai sebagai bencana yang paling parah dan merusak yang pernah dialami oleh masyarakat Desa Totobo selama bertahun-tahun terakhir.

“Pada dasarnya yang namanya bencana tidak ada yang meminta. Tidak ada pihak yang bisa disalahkan sepenuhnya, karena ini murni akibat dari kondisi alam yang ekstrem. Namun, di tengah kesusahan ini, kami sangat berterima kasih kepada PT Vale yang telah hadir dan membantu warga kami yang menjadi korban banjir. Perhatian dan bantuan yang diberikan ini sangat meringankan beban kami semua,” ungkap Nirwani dengan penuh haru saat menerima bantuan.

Nirwani juga menjabarkan betapa luas dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh banjir besar tersebut. Tidak hanya puluhan rumah warga yang terendam air dan tertutup lumpur, sektor ekonomi masyarakat pun terkena dampak yang sangat berat. Ia menyebutkan bahwa sejumlah tambak ikan milik warga yang berisi komoditas ikan bandeng dan ikan nila hancur lebur terbawa arus air bah. Selain itu, sekitar 7 hektare lahan pertanian padi yang sudah siap panen dan menjadi tumpuan hidup sebagian besar warga pun ikut terendam air sehingga hasil panen gagal total.

Efisiensi Anggaran, Program MBG Hanya Lima Hari per Pekan pada 2026

“Kerugian kami sangat besar. Baik dari sisi tempat tinggal maupun mata pencaharian. Bantuan yang diberikan PT Vale ini setidaknya membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari di tengah kondisi ekonomi warga yang sedang lumpuh akibat bencana ini,” tambahnya lagi.

Sementara itu, Camat Pomalaa, Berry Harland Rais, juga memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada manajemen dan tim PT Vale Indonesia. Ia menilai langkah yang diambil perusahaan ini merupakan bukti nyata komitmen kuat dan kepedulian tulus terhadap nasib warga masyarakat yang terkena dampak bencana, baik yang ada di Desa Totobo maupun desa-desa lain yang berada di wilayah administrasi Kecamatan Pomalaa.

Menurut data yang dihimpun pemerintah kecamatan, bencana banjir yang terjadi pada awal Mei lalu telah berdampak langsung terhadap sekitar 100 Kepala Keluarga yang tersebar di empat desa utama, yaitu Desa Pesouha, Desa Totobo, Desa Huko‑Huko, dan Desa Pelambua. Kerusakan dan dampak yang ditimbulkan cukup merata di seluruh wilayah pesisir dan aliran sungai di kecamatan ini.

“Inilah bukti nyata komitmen PT Vale terhadap warga yang terkena bencana banjir akibat kondisi alam yang tidak terduga ini. Melalui penyaluran bantuan sembako dan langkah penanganan lainnya, PT Vale menunjukkan bahwa mereka adalah bagian dari masyarakat Pomalaa yang peduli dan saling menguatkan,” ujar Berry Harland Rais.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Kolaka ini juga menyampaikan harapan besar. Ia berharap kepada PT Vale maupun seluruh perusahaan lain yang sedang beroperasi dan berinvestasi di wilayah Kecamatan Pomalaa, untuk terus mempererat kerja sama dan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam berbagai hal, terutama dalam hal peningkatan kualitas infrastruktur yang lebih tangguh dan berkelanjutan agar dampak bencana di masa depan dapat diminimalisir.

Pengupasan Tanah Lokasi Sekolah Rakyat Picu Erosi, Rumah Warga BTN Sangia Nibandera Kolaka Tergenang Lumpur

“Kerja sama dan sinergitas antara dunia usaha dan pemerintah sangat kami harapkan, tidak hanya saat terjadi bencana saja, tetapi juga dalam membangun fasilitas umum, jalan, tanggul, dan sarana penunjang lainnya demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat jangka panjang,” tambahnya.

Di sisi lain, perwakilan dari PT Vale Indonesia IGP Pomalaa bagian Eksternal Relation, Muhammad Febrianto Raharjo, yang hadir langsung menyerahkan bantuan di lokasi, menyampaikan bahwa langkah yang dilakukan pihaknya merupakan bentuk respons cepat dan standar layanan tanggap darurat yang selalu disiapkan perusahaan. Ia menjelaskan bahwa sejak hari pertama terjadinya bencana tepatnya pada tanggal 8 Mei lalu, PT Vale sudah bergerak aktif menurunkan sumber daya yang dimiliki untuk membantu warga.

“Sejak awal terjadinya banjir pada tanggal 8 Mei lalu, kami tidak tinggal diam. Kami langsung melakukan gerak cepat membantu warga dengan menurunkan sejumlah alat berat milik perusahaan untuk membantu proses pembersihan rumah‑rumah warga, lingkungan pemukiman, serta akses jalan dari tumpukan lumpur dan material sisa banjir yang sangat tebal dan sulit dibersihkan dengan tenaga manusia biasa,” jelas Febrianto.

Ia menambahkan, kegiatan penyaluran bantuan sembako yang dilakukan pada hari Jumat ini ditujukan secara khusus kepada 20 Kepala Keluarga yang terdampak cukup parah di wilayah Desa Totobo. Namun, kepedulian perusahaan tidak berhenti di satu desa saja. PT Vale juga secara bersamaan telah menyalurkan bantuan yang serupa dan disesuaikan kebutuhannya kepada masyarakat yang terkena dampak di Desa Huko‑Huko.

“Penyaluran bantuan ke dua desa ini kami lakukan sebagai wujud nyata komitmen perusahaan terhadap program penanggulangan bencana yang terjadi di wilayah operasional kami. Kami sadar sepenuhnya bahwa keberadaan perusahaan di sini tidak hanya bertujuan untuk berproduksi dan berinvestasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk hadir membantu kebutuhan warga yang menjadi korban dan terdampak musibah,” tegas Muhammad Febrianto Raharjo.

Pemkab Bombana Umumkan Hasil Uji Publik Verifikasi Faktual PPPK Paruh Waktu 2026: 496 Orang Belum Penuhi Syarat

Lebih jauh, Febrianto menyatakan bahwa PT Vale Indonesia memiliki kebijakan yang jelas terkait penanganan tanggap darurat bencana. Perusahaan selalu berupaya menjadi mitra yang andal bagi pemerintah daerah dan masyarakat sekitar dalam situasi apa pun, baik saat masa damai maupun saat menghadapi bencana alam. Bantuan sembako yang disalurkan kali ini berisi bahan pangan pokok yang sangat dibutuhkan warga seperti beras, minyak goreng, gula, mie instan, dan kebutuhan dapur lainnya.

“Kami berharap bantuan yang sederhana ini dapat sedikit meringankan beban ekonomi dan kebutuhan hidup warga yang sedang berduka dan kesusahan. Semoga masyarakat Desa Totobo, Huko‑Huko, dan desa lainnya yang terdampak segera diberikan kekuatan dan kesehatan, serta dapat segera bangkit dan memulihkan keadaan kembali seperti sedia kala,” doanya.

Kehadiran PT Vale di tengah masyarakat yang sedang kesusahan ini mendapatkan sambutan hangat dan rasa terima kasih yang meluas dari berbagai kalangan. Warga merasa diperhatikan dan tidak sendirian dalam menghadapi dampak musibah yang cukup berat ini. Bantuan yang disalurkan dinilai tepat sasaran dan sangat dibutuhkan mengingat kondisi ekonomi warga yang terganggu akibat kerusakan tempat tinggal dan mata pencaharian.

Pemerintah Kecamatan Pomalaa pun mengapresiasi langkah cepat dan pendekatan yang dilakukan oleh tim PT Vale yang terjun langsung ke lokasi. Hal ini dinilai jauh lebih berkesan dan berdampak positif dibandingkan sekadar memberikan bantuan tanpa kehadiran langsung. Kolaborasi antara pihak perusahaan, pemerintah desa, dan pemerintah kecamatan berjalan sangat baik dan lancar selama proses penyaluran bantuan.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan proses pemulihan pascabencana di Desa Totobo dan Desa Huko‑Huko dapat berjalan lebih cepat dan ringan. PT Vale Indonesia menegaskan akan terus memantau situasi di lapangan dan tetap bersiap memberikan dukungan lebih lanjut apabila masih dibutuhkan oleh masyarakat dan pemerintah daerah dalam rangka pemulihan wilayah terdampak.

Komitmen sosial yang ditunjukkan PT Vale ini juga menjadi contoh nyata penerapan prinsip tanggung jawab sosial dan lingkungan atau ESG dalam praktiknya, di mana perusahaan hadir memberikan dampak positif yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar wilayah operasinya, tidak hanya lewat pembangunan ekonomi, tetapi juga lewat kepedulian kemanusiaan saat dibutuhkan.

Acara penyerahan bantuan berlangsung dengan suasana haru namun penuh kebersamaan dan optimisme. Perwakilan warga menyampaikan terima kasih tak terhingga, sementara pihak perusahaan berjanji akan terus menjaga hubungan baik dan kemitraan strategis yang saling menguatkan dengan masyarakat Kabupaten Kolaka, khususnya di wilayah Kecamatan Pomalaa.

Hingga berita ini diturunkan, upaya pembersihan sisa bencana dan pemulihan fasilitas umum masih terus berjalan dibantu berbagai pihak, dan bantuan kemanusiaan terus mengalir, di mana peran aktif PT Vale Indonesia menjadi salah satu penopang utama dalam proses pemulihan tersebut.

Reporter : duL