KENDARI. OKESULTRA.ID – PT Vale Indonesia mencatatkan capaian penting dalam pengembangan Proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa dengan menargetkan produksi bijih nikel jenis limonite sebesar 300 ribu ton per bulan mulai Maret 2026. Keberhasilan ini menjadi tonggak baru dalam penguatan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok nikel global.
Hal tersebut disampaikan dalam acara buka puasa bersama puluhan pewarta dari berbagai platform media di Kota Kendari, Minggu (1/3/2026). Dalam kesempatan itu, perusahaan memastikan bahwa IGP Pomalaa telah melewati fase krusial dengan melakukan penjualan perdana bijih nikel.
Head of Corporate Communication PT Vale Indonesia, Vanda Kusumaningrum, menyampaikan bahwa progres pembangunan kawasan hingga aktivitas produksi berjalan sesuai target yang telah ditetapkan sejak awal proyek digulirkan.
“Kami bangga menyampaikan bahwa perkembangan IGP Pomalaa menunjukkan kemajuan yang luar biasa. Baik dari sisi infrastruktur fisik hingga operasional produksi, semua berjalan sesuai rencana,” ujar Vanda.
Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak serta komitmen perusahaan dalam menjaga standar operasional dan tata kelola proyek yang berkelanjutan.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Selain fokus pada penguatan kapasitas produksi, PT Vale juga menegaskan komitmennya dalam memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar wilayah operasional.
Pada akhir Februari 2026, perusahaan bersama Pemerintah Kabupaten Kolaka merampungkan revitalisasi Pasar Mekongga. Program tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Revitalisasi pasar ini melanjutkan inisiatif pembangunan yang telah dimulai sejak 2023 dan kini telah beroperasi aktif. Bahkan, peresmian dan peringatan operasionalnya dirangkaikan dengan perayaan Hari Jadi Kabupaten Kolaka.
“Kami tidak hanya fokus pada produksi, namun juga pada bagaimana proyek ini dapat memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah dalam revitalisasi pasar adalah bukti komitmen kami untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” tambah Vanda.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan aktivitas perdagangan, memperkuat UMKM, serta menciptakan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat setempat.
Komitmen Lingkungan dan Keberlanjutan
Dalam aspek keberlanjutan, PT Vale turut menunjukkan progres signifikan melalui peresmian fasilitas nursery produksi bibit tanaman dengan kapasitas hingga satu juta bibit per tahun.
Fasilitas tersebut mengadopsi tata kelola yang telah terbukti sukses diterapkan di Nursery Sorowako. Selain mendukung program reklamasi dan rehabilitasi lahan, nursery ini juga terbuka bagi pihak yang ingin belajar mengenai praktik pengelolaan lingkungan, termasuk pengelolaan limpasan air tambang yang ramah lingkungan.
Senior Communication PT Vale Indonesia, Suwarny Dammar, menegaskan bahwa keberhasilan proyek tidak semata-mata diukur dari capaian produksi.
“Keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari angka produksi, namun juga dari bagaimana kita menjaga kelestarian lingkungan dan berbagi pengetahuan dengan masyarakat,” jelas Suwarny.
Transparansi dan Akses Informasi
Sebagai bagian dari komitmen transparansi, PT Vale memastikan seluruh perkembangan proyek dan jawaban atas pertanyaan media dipublikasikan melalui website resmi perusahaan. Langkah ini dilakukan guna mendukung keterbukaan informasi sekaligus membangun pemahaman publik yang akurat mengenai kontribusi perusahaan terhadap pembangunan nasional dan daerah.
Dengan capaian produksi yang terus meningkat, dampak ekonomi yang mulai dirasakan masyarakat, serta komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, IGP Pomalaa menjadi salah satu proyek strategis yang memperkuat peran Indonesia dalam industri nikel dunia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tingkat lokal.
Reporter : Kasran
Editor : duL








