Berita Nasional News

PT Vale Dorong Tambang Berbasis Teknologi, Keselamatan, dan Lingkungan di Morowali

IMG 5459
Ketgam : Suasana Pelaksanaan Jambore Pertambangan dan Forum Kepala Teknik Tambang Sulawesi Tengah 2026. Foto : PT Vale

PALU, OKESULTRA.ID – Industri pertambangan dituntut tak lagi sekadar mengejar produksi dan nilai ekonomi. Di tengah tekanan terhadap keselamatan kerja, kelestarian lingkungan, dan manfaat sosial, PT Vale Indonesia Tbk menegaskan transformasi pertambangan harus bergerak menuju sistem yang mengintegrasikan teknologi, tata kelola, keselamatan, dan keberlanjutan.

Pesan tersebut mengemuka dalam Jambore Pertambangan dan Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Sulawesi Tengah 2026 yang digelar di Palu, 22–23 September 2026. Forum bertema “Pertambangan Ramah Lingkungan untuk Generasi Mendatang dan Peradaban Berkelanjutan” itu mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk membahas masa depan sektor pertambangan.

Senior Manager Bahodopi Operations PT Vale, Sarjan Soleman, mengatakan pengelolaan sumber daya mineral tidak bisa lagi dipandang semata dari sisi produksi. Menurut dia, aktivitas pertambangan harus ditempatkan dalam kerangka yang memperhitungkan keselamatan pekerja, perlindungan lingkungan, kinerja operasional, hingga manfaat bagi masyarakat.

“Bagi PT Vale, pertambangan berkelanjutan bukan hanya mengenai bagaimana kami mengelola sumber daya mineral, tetapi juga bagaimana memastikan setiap kegiatan dijalankan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan keselamatan, lingkungan, masyarakat, dan kepentingan generasi mendatang,” ujar Sarjan.

Di Kabupaten Morowali, PT Vale memasuki tahap produksi pada 2025 setelah melalui proses persiapan dan pembangunan infrastruktur sejak 2023. Dalam pengembangan operasinya, perusahaan menyatakan menerapkan prinsip good mining practices, termasuk keselamatan dan kesehatan kerja, tata kelola operasional, konservasi sumber daya, reklamasi dan rehabilitasi lahan, pengelolaan keanekaragaman hayati, serta pemberdayaan masyarakat.

Sinergi TNI, PT Vale, dan Forkopimda Lembagakan Patonro dalam Elite Run 2026

Namun, tantangan pertambangan modern tidak hanya berada di lokasi tambang. Kompleksitas operasi menuntut perusahaan mampu mengendalikan aktivitas secara lebih presisi dan cepat. Karena itu, digitalisasi menjadi salah satu instrumen yang diperkenalkan PT Vale dalam pengelolaan operasi pertambangan di Bungku Timur, Morowali.

Salah satu teknologi yang digunakan adalah Minerva, Mine Management Systemyang memungkinkan aktivitas dan peralatan di area operasi dipantau secara real time. Sistem tersebut mencakup pemantauan pergerakan alat, kegiatan penambangan, hingga kondisi jalan tambang.

“Minerva kami terapkan agar peralatan untuk kegiatan konstruksi maupun penambangan dapat dipantau secara terintegrasi. Informasi tersebut membantu kami melihat kondisi aktual di lapangan dan mengambil keputusan berbasis data,” jelas Sarjan.

Teknologi tersebut sekaligus mengubah pola pengawasan operasional yang sebelumnya sangat bergantung pada pemantauan lapangan secara konvensional. Dengan informasi yang terintegrasi, kondisi aktual di area operasi dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah operasional.

Tak berhenti pada pemantauan, PT Vale juga menerapkan sistem high precision pada excavator. Teknologi itu digunakan untuk membantu operator melakukan penggalian berdasarkan desain dan parameter teknis yang telah ditetapkan.

Rencana Jangka Panjang Tambang Morowali: PT Vale Dengar Aspirasi Masyarakat Jelang Masa Operasi Berakhir

Penerapan sistem tersebut ditujukan untuk meningkatkan akurasi pekerjaan, mengurangi ketergantungan terhadap patok survei konvensional, sekaligus mendukung konservasi sumber daya mineral. Dengan demikian, digitalisasi ditempatkan bukan hanya sebagai instrumen peningkatan produktivitas, tetapi juga bagian dari pengendalian kegiatan pertambangan.

Sarjan menegaskan penerapan teknologi berjalan beriringan dengan aspek keselamatan, efisiensi, pengelolaan dampak lingkungan, serta keterlibatan para pemangku kepentingan.

“Sejalan dengan tujuan Perseroan, di Morowali kami hadir untuk meningkatkan kualitas hidup dan membangun masa depan yang lebih baik, bersama. Tujuan tersebut membutuhkan keterlibatan dan kerja sama yang konsisten dari seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Dari sisi pemerintah daerah, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjidomenekankan pertumbuhan industri harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya penerapan standar dalam pengembangan fasilitas pengolahan mineral.

Reny menyebut pengembangan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) di Sambalagi, Morowali, sebagai salah satu contoh pengembangan industri yang menurutnya telah memperhatikan standar yang berlaku.

Menembus Turbulensi Pasar: PT Vale Pacu Mega Proyek HPAL Morowali, Pomalaa, dan Sorowako

“Salah satu contoh penerapan industri yang bagus ada di Sambalagi, Morowali, melalui pengembangan pabrik HPAL. Menurut saya, itu sudah bagus sekali karena dirancang sesuai dengan standar yang ada. Harapannya, hal seperti ini dapat terus dipertahankan,” ujar Reny.

Ia menegaskan keberadaan industri pertambangan harus memberikan dampak yang berjalan beriringan dengan perkembangan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

“Kita senang ada tambang, tetapi harus sejalan dan berkembang bersama masyarakat di dalamnya. Yang paling penting adalah bagaimana kegiatan tersebut dapat berjalan secara berkesinambungan,” lanjutnya.

Jambore Pertambangan dan FKTT Sulawesi Tengah 2026 juga membahas sejumlah isu strategis, mulai dari kepemimpinan pertambangan, keselamatan kerja, efisiensi operasional, pengelolaan lingkungan, environmental, social, and governance (ESG), hingga mitigasi dampak kegiatan pertambangan.

Rangkaian kegiatan tersebut dilanjutkan dengan Workshop Pertambangan dan Geologi di Universitas Tadulako pada 23 September 2026. Forum lanjutan itu menjadi bagian dari agenda pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpemangku kepentingan sektor pertambangan.

“Melalui forum seperti ini, kita dapat saling belajar dan memperkuat praktik yang mendukung pertambangan yang aman, bertanggung jawab, serta memberikan manfaat jangka panjang,” kata Sarjan.

Bagi PT Vale, integrasi teknologi, keselamatan, pengelolaan lingkungan, dan kolaborasi menjadi bagian dari pendekatan perusahaan dalam menjalankan operasi pertambangan di Morowali. Komitmen tersebut juga ditempatkan dalam konteks kontribusi perusahaan bersama MIND ID terhadap perkembangan industri pertambangan nasional.

Pada akhirnya, tantangan industri pertambangan bukan hanya seberapa besar sumber daya mineral dapat diolah, tetapi bagaimana aktivitas tersebut dikelola secara bertanggung jawab sehingga manfaat ekonominya berjalan bersama dengan keselamatan, lingkungan, dan kepentingan masyarakat serta generasi mendatang.

Reporter : duL