KOLAKA. OKESULTRA.ID – Kolaborasi PT Vale Indonesia Tbk, Pemerintah Kabupaten Kolaka, dan Kodim 1412/Kolaka mulai menyentuh kebutuhan paling mendasar warga Kecamatan Baula. Enam unit rumah masyarakat direhabilitasi, sementara akses layanan kesehatan diperluas melalui program “Jenguk Keluarga” yang menyasar warga lanjut usia, masyarakat dengan keterbatasan mobilitas, dan keluarga yang membutuhkan pendampingan.
Program tersebut tidak lahir dari keputusan sepihak. Rehabilitasi rumah bermula dari aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada pemerintah setempat, kemudian ditindaklanjuti melalui komunikasi, peninjauan lapangan, hingga pemetaan kebutuhan bersama PT Vale, Kodim 1412/Kolaka, pemerintah daerah, serta pemerintah kecamatan dan desa.
Enam rumah kemudian dipilih berdasarkan kondisi hunian dan kebutuhan masing-masing keluarga. Pendekatan itu menjadi penting agar bantuan tidak sekadar menjadi program seremonial, tetapi benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.
Head of External Relations Regional & Growth PT Vale, Endra Kusuma, mengatakan perusahaan berupaya mengarahkan kontribusinya untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah.
“Alhamdulillah, bersama Kodim 1412/Kolaka, Pemerintah Kabupaten Kolaka, serta pemerintah kecamatan dan desa, kami berhasil merealisasikan rehabilitasi enam unit rumah. Bagi kami, hunian yang layak merupakan salah satu fondasi penting bagi kualitas hidup masyarakat,” ujar Endra.
Menurut Endra, dukungan perusahaan tidak berhenti pada rehabilitasi rumah. PT Vale juga memperkuat akses kesehatan melalui program “Jenguk Keluarga” yang dijalankan Pemerintah Kecamatan Baula bersama tenaga kesehatan.
“Dukungan ini juga kami lengkapi dengan penguatan akses kesehatan melalui program ‘Jenguk Keluarga’,” katanya.
Ia menilai kebutuhan masyarakat tidak dapat ditangani oleh satu pihak. Kolaborasi lintas sektor, kata dia, diperlukan agar sumber daya yang tersedia dapat diarahkan secara lebih tepat sasaran.
“Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, kami memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Endra.
Di lapangan, rehabilitasi rumah juga melibatkan personel Kodim 1412/Kolaka. Babinsa yang memiliki keterampilan pertukangan diterjunkan sekitar dua hingga tiga personel pada setiap rumah untuk bekerja bersama pemilik rumah dan masyarakat.
Keterlibatan personel TNI tersebut membuat proses pengerjaan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik bangunan, tetapi sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Komandan Kodim 1412/Kolaka Letkol Inf. Choky Gunawan mengatakan rumah layak merupakan salah satu kebutuhan dasar yang berpengaruh terhadap kesejahteraan keluarga.
“Program ini merupakan langkah yang sangat baik dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Rumah adalah kebutuhan dasar. Ketika masyarakat memiliki hunian yang layak, aman, dan nyaman, hal tersebut turut mendukung kesehatan, ketenangan, serta semangat mereka dalam menjalani kehidupan,” kata Choky.
Ia juga menilai komunikasi antarpihak menjadi faktor penting dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, keterlibatan pemerintah, perusahaan, TNI, dan masyarakat memungkinkan kebutuhan warga ditangani secara lebih terintegrasi.
“Enam rumah yang telah diselesaikan menjadi capaian bersama sekaligus fondasi untuk melanjutkan program yang memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat,” tegasnya.
Camat Baula Syahrial Darmawan mengapresiasi proses yang dilakukan sejak tahap identifikasi hingga rehabilitasi. Ia mengatakan aspirasi warga dapat segera ditindaklanjuti setelah dilakukan peninjauan kondisi di lapangan.
“Aspirasi masyarakat segera ditindaklanjuti melalui peninjauan lapangan dan pelaksanaan rehabilitasi. Kami mengapresiasi respons cepat PT Vale dan Kodim 1412/Kolaka, serta semangat seluruh pihak dalam menghadirkan hunian yang lebih aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat,” ujar Syahrial.
Namun, kebutuhan dasar masyarakat tidak hanya berhenti pada persoalan tempat tinggal. Akses terhadap layanan kesehatan juga menjadi perhatian melalui program “Jenguk Keluarga”, yang membawa pelayanan kesehatan lebih dekat ke rumah warga.
Melalui program tersebut, tenaga kesehatan melakukan kunjungan langsung, pemeriksaan kesehatan, edukasi, pemantauan kondisi, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut. PT Vale memberikan dukungan berupa kursi roda, alat pemeriksaan kolesterol dan gula darah, serta dukungan operasional bagi tenaga kesehatan.
Pendekatan tersebut membuat intervensi terhadap masyarakat tidak hanya berfokus pada kondisi fisik rumah, tetapi juga pada kemampuan warga mendapatkan layanan kesehatan. Dua kebutuhan dasar itu ditempatkan dalam satu kerangka peningkatan kualitas hidup.
Syahrial menilai rehabilitasi rumah dan penguatan layanan kesehatan saling melengkapi.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada PT Vale, Kodim 1412/Kolaka, dan seluruh pihak yang terlibat. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa rehabilitasi rumah, tetapi juga sarana kesehatan dan dukungan bagi tenaga kesehatan untuk menjangkau masyarakat secara langsung,” katanya.
Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti setelah enam rumah selesai direhabilitasi. Menurutnya, keberlanjutan kerja sama menjadi penting agar semakin banyak kebutuhan masyarakat yang dapat ditangani melalui sinergi antarpihak.
Bagi PT Vale, rehabilitasi enam unit rumah dan dukungan terhadap program kesehatan merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat di wilayah pemberdayaannya. Perusahaan menyebut semangat “Tangguh dan Bertanggung Jawab” dalam rangkaian HUT ke-58 PT Vale diterjemahkan melalui kontribusi yang diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat.
Kolaborasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa peningkatan kualitas hidup masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah menjalankan fungsi pelayanan, masyarakat menyampaikan kebutuhan, sementara perusahaan dan institusi lainnya memberikan dukungan sesuai kapasitas masing-masing.
Ke depan, pendekatan berbasis kebutuhan dan kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat terus dikembangkan di Kabupaten Kolaka. Dengan demikian, persoalan hunian layak dan akses kesehatan tidak berhenti sebagai program jangka pendek, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan memperkuat kualitas hidup masyarakat.
Reporter : duL







