Daerah Berita Kolaka

150 UMKM Meriahkan Vale Food Festival, Pemkab Kolaka Bidik Efek Ganda Ekonomi Rakyat

IMG 5126

KOLAKA. OKESULTRA.ID – Ratusan pelaku usaha kecil mendapat panggung untuk menguji pasar sekaligus memperluas jangkauan produk mereka dalam Vale Food Festival 2026 di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Pemerintah daerah melihat keterlibatan 150 UMKM lokal dalam festival tersebut sebagai peluang untuk menggerakkan ekonomi rakyat, meski dampak jangka panjangnya tetap bergantung pada keberlanjutan akses pasar setelah acara berakhir.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka, Akbar, mengatakan festival kuliner yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-58 PT Vale Indonesia Tbk itu memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada masyarakat secara lebih luas.

“Kegiatan ini sangat bagus sekali, bayangkan pesertanya ada 150 UMKM untuk memicu pergerakan ekonomi rakyat,” kata Akbar saat menghadiri rangkaian peringatan HUT ke-58 PT Vale Indonesia Tbk di Alun-Alun 19 November Kolaka, Sabtu.

Menurut Akbar, kehadiran ratusan UMKM dalam satu kegiatan bukan sekadar meramaikan agenda perayaan perusahaan. Festival tersebut dinilai dapat menjadi ruang promosi bagi produk lokal sekaligus membuka peluang interaksi langsung antara pelaku usaha dan konsumen.

Smelter HPAL Pomalaa Rampung 100 Persen, Vale Bersiap Masuk Tahap Komisioning

Bagi pelaku UMKM, ruang pemasaran menjadi salah satu faktor penting untuk memperluas usaha. Produk yang sebelumnya hanya beredar di lingkungan terbatas dapat diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas melalui kegiatan yang menghadirkan banyak pengunjung.

Namun, tantangan terbesar berada setelah festival berakhir. Promosi selama beberapa hari perlu diikuti dengan akses pasar yang berkelanjutan agar peluang yang tercipta tidak berhenti sebagai transaksi sesaat selama kegiatan berlangsung.

Karena itu, Pemkab Kolaka berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat ekonomi dalam jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan efek lanjutan terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Ini momentum untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Kami harap dapat memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Akbar.

Pemerintah daerah menilai kolaborasi dengan dunia usaha dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat ekosistem UMKM. Dukungan berupa ruang promosi, kegiatan pemasaran, hingga pemberdayaan dapat membantu pelaku usaha lokal meningkatkan daya saing produknya.

Rumah Oleh-Oleh Pertama Morowali Dibuka, UMKM Bungku Timur Didorong Tembus Pasar Lebih Luas

Di sisi lain, keterlibatan 150 UMKM juga menunjukkan besarnya basis usaha masyarakat yang dapat mengambil bagian dalam kegiatan ekonomi daerah. Jika dikembangkan secara konsisten, aktivitas tersebut berpotensi memperkuat rantai ekonomi lokal dari produksi, perdagangan hingga konsumsi.

Akbar juga menyampaikan apresiasi atas perjalanan PT Vale Indonesia Tbk yang telah memasuki usia 58 tahun. Menurut dia, perjalanan panjang tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pembangunan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Kolaka.

“Selamat ulang tahun ke-58 untuk PT Vale Indonesia Tbk. Semoga terus memberikan kontribusi bagi pembangunan dan masyarakat,” kata Akbar.

Pemkab Kolaka pada saat yang sama berharap perusahaan tidak berhenti pada kontribusi ekonomi melalui kegiatan seremonial. Komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat, lingkungan, dan keberlanjutan investasi dinilai perlu terus diperkuat seiring dengan aktivitas perusahaan di daerah.

Dengan mengusung semangat “Tangguh dan Bertanggung Jawab”, pemerintah daerah mendorong PT Vale agar konsisten menjalankan praktik pertambangan yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan sekaligus memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat lokal untuk berkembang.

Investasi Jadi Kunci Bombana Hadapi Pemangkasan Anggaran, Bupati: Harus Berbuah untuk Rakyat

Harapan tersebut menjadi penting karena keberadaan industri berskala besar memiliki hubungan langsung dengan dinamika ekonomi masyarakat di wilayah operasional. Pertumbuhan investasi idealnya berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Sinergi pemerintah daerah dan perusahaan pun menjadi faktor penting untuk memastikan program pemberdayaan tidak berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah memiliki peran dalam menciptakan kebijakan dan ekosistem usaha, sementara perusahaan dapat memperluas dukungan melalui program pemberdayaan dan kemitraan.

Vale Food Festival 2026 sendiri berlangsung selama enam hari, mulai 22 hingga 26 Agustus 2026, di Alun-Alun 19 November Kolaka. Selain menghadirkan aneka kuliner dari 150 UMKM lokal, kegiatan tersebut diisi dengan senam bersama, aksi donor darah, serta sejumlah kegiatan lainnya.

Bagi Pemkab Kolaka, festival tersebut menjadi salah satu momentum mempertemukan aktivitas perusahaan dengan geliat ekonomi masyarakat. Ukuran keberhasilannya ke depan bukan hanya pada ramainya festival, tetapi sejauh mana pelaku UMKM memperoleh pasar baru, meningkatkan kapasitas usaha, dan mampu mempertahankan pertumbuhan setelah panggung festival ditutup.

Reporter : duL