Berita Bombana Daerah

Dukung Luas Tambah Tanam, Pemkab Bombana Serahkan Ratusan Alsintan ke Petani

IMG 5679

BOMBANA. OKESULTRA.ID – Pemerintah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, menggenjot percepatan tanam dan peningkatan produksi gabah melalui penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada penerima bantuan. Langkah ini diharapkan menjadi dorongan bagi petani untuk mengoptimalkan pengolahan lahan, memperluas areal tanam, dan meningkatkan produktivitas pertanian pada 2026.

Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., menyerahkan langsung bantuan tersebut di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Kamis (15/10/2026). Penyerahan alsintan itu menjadi bagian dari upaya mendukung program Luas Tambah Tanam (LTT) Tahun 2026.

Sejumlah peralatan pertanian disalurkan untuk menunjang aktivitas petani di lapangan. Bantuan tersebut mencakup mesin penanam padi (rice transplanter), traktor roda crawler, traktor roda empat, traktor roda dua, serta pompa air Kohpad KD 150 dan GTO-4.

Beragam peralatan itu diharapkan dapat membantu petani mempercepat proses pengolahan tanah, meningkatkan efisiensi penanaman, serta mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian yang membutuhkan pengairan.

IMG 5680

Pasar Tadoha Mapaccing Terbakar, Burhanuddin Perintahkan Revitalisasi Berkonsep Modern

Dalam sambutannya, Burhanuddin menekankan bahwa bantuan alsintan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Peralatan yang diserahkan harus benar-benar dimanfaatkan untuk menggerakkan aktivitas pertanian dan mendorong peningkatan produksi gabah di Bombana.

“Saya berharap alat-alat yang kita serahkan ini menjadi pemicu agar masyarakat kembali semangat untuk menanam. Kita memaksimalkan produksi gabah kita,” ujar Burhanuddin.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya mengoptimalkan potensi pertanian daerah. Namun, peningkatan produksi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan alat, melainkan juga oleh kesiapan lahan, ketersediaan air, ketepatan waktu tanam, serta kemampuan petani mengelola usaha pertanian secara berkelanjutan.

Karena itu, keberadaan alsintan diharapkan mampu memangkas waktu pengolahan lahan dan mempercepat pelaksanaan kegiatan tanam. Dengan dukungan mekanisasi, pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan tenaga dan waktu lebih besar berpeluang dilakukan secara lebih efisien.

IMG 5681

Bupati Bombana Ingatkan ASN: Jangan Bergantung pada Uang Pensiun, Keterampilan Harus Disiapkan Sejak Dini

Program Luas Tambah Tanam menjadi salah satu fokus dalam mendorong peningkatan produksi pertanian. Melalui program tersebut, lahan yang potensial diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mendukung peningkatan luas tanam dan produksi gabah.

Meski demikian, efektivitas bantuan tetap bergantung pada pengelolaan di lapangan. Distribusi peralatan, kesiapan operator, biaya operasional, pemeliharaan mesin, dan mekanisme pemanfaatan oleh kelompok tani menjadi faktor penting agar bantuan memberikan manfaat nyata.

Pemerintah daerah diharapkan memastikan setiap unit alsintan digunakan sesuai peruntukannya dan dapat diakses oleh petani yang membutuhkan. Pengawasan terhadap pemanfaatan bantuan juga penting agar peralatan tidak terbengkalai atau hanya digunakan oleh kelompok tertentu.

Selain menekankan peningkatan produksi, Burhanuddin mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun mengolah lahan dengan cara membakar. Praktik tersebut berisiko memicu kebakaran, terutama ketika kondisi cuaca kering dan vegetasi mudah terbakar.

“Saya juga mengingatkan agar kita tidak membakar lahan dalam rangka mengolah lahan. Pengolahan lahan harus dilakukan dengan cara yang aman agar tidak menimbulkan kebakaran,” tegasnya.

Lantik 179 Pejabat, Bupati Bombana Tegaskan Jabatan Bukan untuk Dibanggakan: Jangan Ada Transaksi!

Peringatan itu menjadi perhatian penting bagi petani dalam mempersiapkan lahan tanam. Upaya mengejar target produksi harus tetap berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan pencegahan kebakaran yang dapat mengancam lahan pertanian maupun kawasan di sekitarnya.

IMG 5682

Penggunaan alsintan diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk mengolah lahan secara lebih efektif tanpa mengandalkan pembakaran. Dengan demikian, produktivitas pertanian dapat ditingkatkan tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.

Di sisi lain, Burhanuddin mendorong agar peningkatan produksi pertanian di Bombana tidak berhenti pada bertambahnya jumlah gabah yang dihasilkan. Pemerintah daerah juga menginginkan hasil panen memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani dan masyarakat setempat.

Salah satu gagasan yang disampaikan ialah menghadirkan fasilitas penggilingan padi berskala besar atau Rice Mill Plant di Bombana. Fasilitas tersebut diharapkan memungkinkan gabah hasil panen petani diolah menjadi beras di daerah sendiri.

Keberadaan fasilitas pengolahan pascapanen berpotensi memperkuat rantai usaha pertanian lokal. Petani tidak hanya berperan sebagai produsen gabah, tetapi juga dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar melalui sistem pengolahan dan pemasaran beras yang lebih terintegrasi.

Selama ini, nilai tambah komoditas pertanian tidak hanya ditentukan oleh jumlah produksi, tetapi juga oleh kualitas hasil panen, efisiensi pengolahan, penyimpanan, dan akses pasar. Karena itu, penguatan sektor pascapanen menjadi bagian penting dalam membangun sistem pertanian yang lebih kompetitif.

Rencana menghadirkan Rice Mill Plant di Bombana, apabila direalisasikan, membutuhkan perencanaan yang matang. Ketersediaan bahan baku, kapasitas produksi, kebutuhan investasi, jaringan distribusi, dan kepastian pasar menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhitungkan.

Di samping itu, keberadaan fasilitas penggilingan berskala besar perlu diiringi dengan sistem penyerapan hasil panen yang berpihak pada keberlanjutan usaha petani. Dengan begitu, peningkatan produksi dapat berjalan seiring dengan peluang pendapatan yang lebih baik.

Penyerahan bantuan alsintan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bombana, Ketua TP PKK Kabupaten Bombana, para kepala perangkat daerah, serta penerima bantuan.

Kehadiran jajaran pemerintah daerah dan unsur terkait mencerminkan pentingnya dukungan lintas sektor dalam memperkuat pembangunan pertanian. Sektor ini tidak hanya berkaitan dengan produksi pangan, tetapi juga menyangkut ketahanan pangan, pendapatan masyarakat, dan perputaran ekonomi daerah.

Bagi Pemerintah Kabupaten Bombana, bantuan alsintan diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk mempercepat kegiatan tanam sepanjang 2026. Pemanfaatan peralatan secara optimal diharapkan mendorong petani kembali aktif mengolah lahan dan meningkatkan produktivitas usaha pertanian.

Namun, keberhasilan program tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh hasil nyata di lapangan. Peningkatan luas tanam, produktivitas gabah, pemanfaatan bantuan, serta manfaat ekonomi yang diterima petani menjadi indikator penting untuk menilai efektivitas kebijakan tersebut.

Pemerintah daerah juga diharapkan memastikan adanya pendampingan teknis dan evaluasi berkala terhadap penggunaan alsintan. Langkah itu diperlukan agar bantuan tidak hanya meningkatkan kapasitas mekanisasi pertanian, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi kelompok tani penerima.

Melalui penyerahan bantuan ini, Pemkab Bombana menargetkan penguatan sektor pertanian melalui percepatan tanam, optimalisasi pengolahan lahan, dan peningkatan produksi gabah. Dorongan untuk menghadirkan fasilitas pengolahan pascapanen juga membuka peluang bagi daerah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.

Dengan demikian, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh bantuan benar-benar berfungsi sesuai kebutuhan petani. Ketika mekanisasi, pengelolaan lahan, pengairan, dan pengolahan hasil panen berjalan beriringan, pertanian Bombana diharapkan mampu tumbuh lebih produktif dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Reporter : duL