KENDARI. OKESULTRA.ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kendari secara resmi menempati kantor barunya yang terletak di Jalan Malik Raya, Lantai 2 Gedung Graha Pena, Kendari, pada Kamis (3/9/2026).
Perpindahan ke lokasi baru ini bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan penegasan kehadiran lembaga pembela hukum yang lebih dekat, terbuka, dan siap melayani masyarakat luas, terutama melalui Pusat Bantuan Hukum (PBH) yang beroperasi di dalamnya.
Kegiatan peresmian dan penempatan kantor baru ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan DPC Peradi Kendari, meliputi Ketua DPC, Sekretaris, Bendahara, Ketua Dewan Kehormatan, Ketua PBH, serta seluruh pengurus dan anggota Peradi Kendari. Kehadiran seluruh elemen organisasi ini menandai kebersamaan dan tekad untuk mengokohkan peran lembaga hukum profesional di wilayah Kota Kendari dan sekitarnya.
Ketua DPC Peradi Kendari, Ibram Tane, SH., MH., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kantor baru ini sekaligus menjadi markas operasional utama bagi Pusat Bantuan Hukum (PBH) yang bertugas menangani pendampingan hukum secara probono bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Di sini wadahnya PBH untuk mengerjakan pendampingan probono,” tegas Ibram Tane di hadapan seluruh pengurus dan anggota yang hadir. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa keberadaan kantor baru ini tidak hanya untuk kepentingan internal organisasi, melainkan berorientasi pada pelayanan publik yang luas.
Ia kemudian mengajak seluruh anggota untuk menjadikan kantor baru ini sebagai ruang yang hidup dan aktif, bukan tempat yang sepi. “Dengan adanya kantor kita ini, mari kita ramaikan. Saya tidak ingin kantor ini sepi,” ujar Ibram dengan nada harap yang mendalam. Semangat ini disampaikan agar setiap advokat dan pengurus merasa memiliki, aktif berkegiatan, dan selalu hadir untuk menjawab panggilan keadilan.
Terkait agenda Rekernas yang akan berlansung di Batam, Ketua DPC memberikan kejelasan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan anggota. “Berkaitan dengan agenda Rekernas di Batam, jika kami lihat undangannya yang diundang hanya KSB. Tapi kalau ada teman-teman mau jalan-jalan ke Batam, silahkan, namun biaya sendiri,” jelasnya. Keterbukaan ini menunjukkan transparansi dan kejelasan batasan kegiatan organisasi maupun kebersamaan antar-anggota.
Sementara itu, Ketua Bidang Kehormatan DPC Peradi Kendari, Nasruddin, SH., MH., menekankan aspek disiplin dan integritas organisasi sebagai fondasi utama. Ia menyampaikan harapan agar seluruh komponen dalam Peradi Kendari menjalankan roda organisasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Saya berharap organisasi berjalan sebagaimana mestinya. Jaga nama baik organisasi kita ini,” pesan Nasruddin. Kata-kata ini diucapkan bukan sekadar seruan, melainkan pengingat bahwa nama baik lembaga advokat sangat bergantung pada perilaku dan etika setiap anggotanya.
Nasruddin juga menegaskan bahwa setiap langkah dan pekerjaan yang dilakukan oleh para advokat harus selalu berpedoman pada kode etik profesi. “Kita dalam bekerja ada kode etik yang selalu menjadi penjaga kita,” ungkapnya. Prinsip ini ditekankan agar pelayanan hukum yang diberikan kepada masyarakat tetap bermutu, berintegritas, dan terpercaya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dirinya tidak menginginkan adanya penyimpangan atau hal-hal yang merusak citra profesi. “Saya tidak menginginkan seperti itu,” tegas Nasruddin, menandakan bahwa pengawasan terhadap kode etik akan dijalankan secara konsisten dan tegas demi menjaga kehormatan profesi advokat.
Kehadiran kantor baru di lokasi yang strategis, yakni di Gedung Graha Pena yang juga menjadi pusat kegiatan media dan informasi, diharapkan semakin mempermudah akses masyarakat maupun lembaga lain untuk berkoordinasi dengan DPC Peradi Kendari. Jaringan komunikasi antara lembaga hukum dan publik pun diharapkan semakin erat dan transparan.
Pihak PBH yang beroperasi di dalam kantor baru ini akan terus menerima pengaduan dan permohonan bantuan hukum secara rutin. Hal ini sejalan dengan semangat yang disampaikan Ketua DPC agar kantor selalu ramai oleh aktivitas pelayanan, diskusi hukum, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Di satu sisi, keberadaan kantor baru ini disambut antusiasme positif oleh para anggota. Namun di sisi lain, tetap ada tantangan besar yang harus dihadapi, tantangan tersebut yakni menjaga konsistensi pelayanan probono, memastikan kode etik dipatuhi seluruh anggota, serta menjadikan kantor ini benar-benar hidup dan bermanfaat setiap harinya.
Keseimbangan antara disiplin organisasi, semangat pelayanan, dan kebersamaan antar anggota menjadi kunci yang ditekankan oleh pimpinan DPC Peradi Kendari. Kebersamaan tetap dihargai, namun tanggung jawab profesi dan pelayanan hukum tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan.
Untuk itu, seluruh pengurus dan anggota menyatakan kesiapannya untuk bekerja bersama, menjaga nama baik lembaga, dan memastikan bahwa akses terhadap keadilan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama melalui layanan pro bono yang kini memiliki wadah resmi dan tetap.
Reporter : duL







