BOMBANA. OKESULTRA.ID – Masyarakat di Kabupaten Kepulauan Masaloka Raya, Kabupaten Bombana, kini resmi menikmati akses air bersih melalui pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat. Langkah ini menjadi tonggak penting bagi warga yang selama ini mendiami wilayah kepulauan dan menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar yang paling vital.
Namun, di balik keberhasilan tersebut, keterbatasan debit air sumber masih menjadi kendala utama yang harus segera diatasi agar pelayanan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Direktur PDAM Kabupaten Bombana, Irham Saputra, S.Kom., M.P.W.K., menyampaikan bahwa sumber air yang dialirkan ke kawasan Masaloka Raya berasal dari Desa Lampata, Kecamatan Rumbia Tengah. Jaringan distribusi yang dibangun kemudian menjangkau empat desa di wilayah kepulauan tersebut dengan jumlah sambungan rumah yang telah terpasang bervariasi di setiap wilayah.

“Cakupan pelayanan kami sudah menjangkau Desa Batulamburi sebanyak 79 sambungan rumah, Desa Masaloka Timur 79 sambungan rumah, Desa Masaloka Selatan 41 sambungan rumah, dan Desa Masaloka Barat 28 sambungan rumah,” jelas Irham Saputra kepada awak media, Rabu (2/9/2026). Secara keseluruhan, total ada 227 sambungan rumah yang kini resmi menjadi pelanggan PDAM di wilayah tersebut.
Pencapaian ini tidak diraih tanpa biaya dan upaya yang besar. Mengingat letak geografis Masaloka Raya yang terpisah dari daratan utama, pihak PDAM harus membangun dan mengoptimalkan jaringan pipa yang melintasi perairan. Biaya yang dikeluarkan khusus untuk optimalisasi jaringan pipa bawah laut tersebut mencapai Rp50.000.000 (lima puluh juta rupiah), sebuah investasi yang menandai komitmen PDAM Bombam menjangkau wilayah terluar.
Secara keseluruhan, sistem penyediaan air minum (SPAM) yang melayani Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya memiliki panjang jaringan pipa mencapai sekitar 9.450 meter. Dari angka tersebut, sekitar 700 meter merupakan jaringan pipa bawah laut yang menjadi urat nadi penyaluran air dari daratan menuju pulau. Pipa yang digunakan berjenis HDPE dengan ukuran diameter 60 milimeter, jenis yang umum digunakan untuk ketahanan dan daya tahan di lingkungan air laut.
Meski pelayanan sudah mulai berjalan, Direktur PDAM Bombana secara namun saat ini masih ada kendala mendasar yang menghambat kinerja sistem secara maksimal. Sumber air dari Desa Lampata yang menjadi tumpuan saat ini memiliki debit kurang dari 3 liter per detik (IPD), sebuah angka yang relatif kecil untuk melayani dua wilayah sekaligus.

“Kondisi sumber air Lampata saat ini kurang dari 3 liter per detik, dan sumber air ini juga melayani masyarakat Desa Lampata itu sendiri. Karena itulah, pelayanan distribusi di Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya belum bisa berjalan secara maksimal,” ungkap Irham. Keterbatasan debit ini menjadi alasan utama mengapa tekanan dan ketersediaan air belum dapat menjangkau seluruh pelanggan secara merata dan terus-menerus.
Fakta ini menegaskan bahwa sumber air tunggal tersebut harus berbagi antara masyarakat di lokasi sumber itu berada dengan warga di pulau yang menjadi tujuan. Ketika kebutuhan bertambah di dua tempat sekaligus, beban pada sumber air menjadi sangat berat, apalagi dengan debit yang terbatas. Di saat musim kemarau tiba, tantangan ini diperkirakan akan semakin terasa.
Menurut Ilham, pemerintah bersama manajemen PDAM Bombana terus berupaya mencari alternatif solusi jangka panjang. Beberapa opsi tengah dikaji, antara lain penambahan sumber air baru, peningkatan kapasitas tampungan, hingga pengembangan sistem penangkap air hujan yang dapat mendukung ketersediaan air di wilayah kepulauan tersebut.

Pemerintah daerah melalui PDAM juga berencana melakukan survei hidrologi menyeluruh di sekitar wilayah Masaloka Raya dan Kecamatan Rumbia Tengah untuk menemukan potensi sumber air lain yang belum tergarap. Harapannya, dengan adanya sumber tambahan, beban pada sumber Lampata dapat berkurang dan pelayanan menjadi lebih stabil.
Untuk itu, Pihak PDAM berjanji akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh terhadap sistem tersebut. Kerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terus diperkuat untuk mencari pendanaan maupun sumber daya guna mengatasi keterbatasan debit air yang ada.
Reporter : duL







