Berita Nasional

Pelabuhan Balantang Milik PT Vale Naik Kelas, Raih Predikat Bintang Empat Green and Smart Port

IMG 4366
Ketgam : PT. Vale Indonesia Raih Penghargaan Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026. Foto : Humas PT. Vale

GRESIK. OKESULTRA.ID –  PT Vale Indonesia Tbk kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Melalui Pelabuhan Balantang yang menjadi simpul utama logistik dan pengapalan produk nikelnya, perusahaan berhasil meraih predikat Bintang Empat (Level III) dalam Asesmen Green and Smart Port 2025, sebuah pengakuan yang menegaskan keberhasilan perusahaan mengintegrasikan teknologi digital dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Penghargaan tersebut diterima dalam ajang Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026 yang berlangsung di Gresik, Jawa Timur, Rabu (15/7/2026). Acara ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan IDSurvey sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi pengelolaan pelabuhan nasional agar lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, kepada Head of Energy & Logistics Operations PT Vale Indonesia, Dahlan, yang hadir mewakili perusahaan menerima penghargaan bergengsi tersebut.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa PT Vale tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi nikel, tetapi juga memastikan seluruh rantai logistiknya berjalan dengan standar lingkungan yang tinggi. Pelabuhan Balantang kini menjadi salah satu contoh bagaimana fasilitas industri mampu bertransformasi menjadi pelabuhan yang efisien sekaligus berorientasi pada keberlanjutan.

Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemerintah menginginkan seluruh pelabuhan di Indonesia mampu menjawab tantangan zaman melalui modernisasi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Gubernur ASR Bawa Misi Penguatan UMKM Sultra ke Forum APPSI, PAD dan Investasi Jadi Sorotan Utama

“Bapak Presiden mengarahkan agar pelabuhan-pelabuhan di Indonesia menjadi lebih efisien, modern, sekaligus mampu menjaga kelestarian lingkungan. Pelabuhan yang maju harus mampu mendukung kelancaran logistik nasional sekaligus menerapkan prinsip keberlanjutan,” ujar Zulkifli Hasan.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa transformasi pelabuhan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk memperkuat daya saing Indonesia di tengah meningkatnya tuntutan global terhadap praktik industri yang berkelanjutan.

Sementara itu, Head of Energy & Logistics Operations PT Vale Indonesia, Dahlan, menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari berbagai inovasi yang diterapkan perusahaan dalam pengelolaan Pelabuhan Balantang.

“Seluruh upaya Perusahaan merupakan bagian dari komitmen kami dalam menjalankan praktik pertambangan yang baik sekaligus mendukung transformasi pelabuhan yang lebih ramah lingkungan dan berbasis teknologi,” kata Dahlan.

Ia mengungkapkan, transformasi tersebut mencakup pembenahan sistem manajemen operasional, penguatan perlindungan lingkungan, hingga penerapan digitalisasi yang memungkinkan seluruh aktivitas pelabuhan dipantau secara real-time sehingga meningkatkan efisiensi dan transparansi pelayanan.

Bullying, Narkoba, dan Kekerasan Mengintai, Bapas Baubau Bergerak Selamatkan Pelajar

Penilaian Green and Smart Port sendiri dilakukan berdasarkan implementasi Green Port Guidelines 3.0/2023, yang menjadi acuan nasional dalam mengukur standar pengelolaan pelabuhan berkelanjutan. Pedoman ini mengintegrasikan konsep Green Port, yang menitikberatkan pada perlindungan lingkungan, dengan Smart Port yang mengedepankan pemanfaatan teknologi digital.

Bagi PT Vale, mengikuti asesmen tersebut bukan sekadar mengejar penghargaan. Perusahaan memandang proses evaluasi sebagai sarana mengukur kualitas tata kelola pelabuhan sekaligus memperkuat budaya perbaikan berkelanjutan.

“Partisipasi ini juga menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk berbagi praktik terbaik sekaligus mengukur sejauh mana implementasi prinsip green dan smart port yang telah kami jalankan selama ini,” tambah Dahlan.

Lebih jauh, PT Vale menegaskan akan terus memperkuat implementasi konsep pelabuhan hijau di Balantang melalui berbagai inovasi yang mendukung efisiensi operasional tanpa mengabaikan perlindungan lingkungan maupun kepentingan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Pengakuan yang diraih Pelabuhan Balantang juga menjadi bukti bahwa transformasi industri pertambangan kini tidak lagi semata diukur dari besarnya produksi, tetapi juga dari kemampuan perusahaan membangun sistem logistik yang aman, efisien, rendah emisi, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Di Balik Besarnya Investasi Nikel, PT Vale dan Pemkab Kolaka Diuji Membuktikan Janji untuk Rakyat

Berbagai inisiatif yang diterapkan meliputi konservasi keanekaragaman hayati, pemanfaatan energi baru terbarukan, serta integrasi sistem operasional berbasis digital yang memungkinkan proses pelayanan berlangsung lebih cepat, akurat, dan transparan.

Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat implementasi nilai CARES, khususnya aspek Excellence, yang menjadi budaya kerja PT Vale dalam mendorong inovasi, kolaborasi, dan penyederhanaan proses demi menciptakan pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.

Menutup keterangannya, Dahlan menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah garis akhir, melainkan pijakan untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan pelabuhan di masa mendatang.

“Karena bagi kami, tidak ada masa depan tanpa pertambangan, dan tidak ada pertambangan tanpa memikirkan masa depan,” tutup Dahlan.

Reporter : duL