BOMBANA. OKESULTRA.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Poleang Tengah, Kabupaten Bombana, Rabu (17/6/2026), tidak menyurutkan semangat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., untuk melaksanakan agenda penilaian lomba kebun yang diikuti kelompok-kelompok binaan TP PKK Kecamatan Poleang Tengah.
Di tengah cuaca yang kurang bersahabat, Fatmawati bersama rombongan tetap menyusuri area kebun peserta lomba di wilayah kecamatan Poleang Tengah. Dengan mengenakan perlengkapan sederhana untuk melindungi diri dari hujan, ia tetap melakukan peninjauan secara langsung terhadap kondisi kebun, jenis tanaman, serta pemanfaatan lahan yang dilakukan oleh para peserta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TP PKK Kabupaten Bombana dalam mendorong ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Program tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengembangkan kebun produktif yang dapat memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.
Dalam perlombaan tersebut, terdapat empat kelompok kebun yang menjadi peserta. Masing-masing kelompok menampilkan hasil budidaya tanaman hortikultura dengan berbagai inovasi dan metode pengelolaan yang berbeda.

Meski hujan turun cukup deras sepanjang proses penilaian berlangsung, seluruh peserta tetap menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka mendampingi tim penilai sambil menjelaskan proses penanaman, pemeliharaan, hingga hasil panen yang telah diperoleh dari kebun masing-masing.
Ketua TPP PKK Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, mengatakan bahwa cuaca tidak boleh menjadi penghalang untuk melihat langsung kerja keras masyarakat dalam mengembangkan kebun produktif.
“Semangat ibu-ibu PKK dan masyarakat dalam mengelola kebun sangat luar biasa. Walaupun hujan turun cukup deras, kita tetap melanjutkan penilaian karena ini adalah bentuk penghargaan terhadap usaha dan kerja keras mereka selama ini,” ujar Fatmawati.
Menurutnya, lomba kebun bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencari pemenang, tetapi menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.

“Kami ingin menanamkan bahwa lahan sekecil apa pun bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran dan tanaman produktif lainnya. Selain membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, hasilnya juga dapat menambah pendapatan keluarga,” katanya.
Saat meninjau kebun peserta, Fatmawati terlihat beberapa kali berdialog dengan anggota kelompok. Ia memberikan apresiasi atas kreativitas dan ketekunan para peserta dalam merawat tanaman meskipun menghadapi berbagai tantangan, termasuk faktor cuaca.
Di dalam kebun yang dilombakan, tumbuh beragam jenis tanaman hortikultura yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Tanaman tersebut antara lain pare, timun, sawi, cabai atau lombo, tomat, dan berbagai jenis sayuran lainnya yang ditata secara rapi dan terawat.
Keberagaman tanaman yang dibudidayakan menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami pentingnya pola tanam yang beragam untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi lahan pekarangan.
Selain menilai jenis tanaman yang dibudidayakan, tim penilai juga memperhatikan aspek kebersihan lingkungan kebun, kreativitas penataan, keberlanjutan program, serta manfaat yang dirasakan oleh anggota kelompok dan masyarakat sekitar.
Persaingan antarkelompok berlangsung cukup ketat. Keempat kelompok peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam mengelola kebun sehingga tim penilai harus melakukan pengamatan secara cermat sebelum menentukan pemenang.
Setelah melalui proses penilaian, Kelompok 4 berhasil keluar sebagai juara. Kelompok tersebut dinilai memiliki keunggulan dari segi keberagaman tanaman, pemanfaatan lahan yang optimal, serta konsistensi perawatan yang menghasilkan tanaman sehat dan produktif.
Keberhasilan Kelompok 4 disambut dengan rasa syukur dan kebanggaan oleh para anggotanya. Mereka mengaku kemenangan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kebun dan berbagi pengalaman dengan kelompok lainnya.

Fatmawati berharap seluruh kelompok yang mengikuti lomba tidak berhenti berinovasi setelah kompetisi berakhir. Menurutnya, yang terpenting bukanlah gelar juara, melainkan keberlanjutan pemanfaatan lahan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.
“Semua kelompok pada dasarnya adalah pemenang karena telah menunjukkan komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan keluarga. Saya berharap kebun-kebun ini terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi masyarakat lainnya,” tuturnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa gerakan pemanfaatan pekarangan yang digagas PKK memiliki peran strategis dalam membantu keluarga menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Dengan menanam sendiri kebutuhan pangan sehari-hari, masyarakat dapat mengurangi pengeluaran sekaligus memperoleh sumber pangan yang sehat dan berkualitas.
Di tengah guyuran hujan yang terus membasahi kawasan Poleang Tengah, semangat para kader PKK dan kelompok peserta lomba menjadi gambaran bahwa ketahanan pangan tidak hanya dibangun melalui program, tetapi juga melalui kerja nyata, kebersamaan, dan tekad untuk memanfaatkan potensi yang ada di sekitar lingkungan mereka. Dengan semangat tersebut, gerakan kebun PKK diharapkan terus tumbuh dan menjadi salah satu pilar penguatan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Bombana.
Reporter : duL



















