Berita Bombana Daerah Nasional

Pemkab Bombana Siap Dukung Perluasan Lahan Pertanian Produktif

IMG 3332
Ketgam : Suasana penandatanganan kontrak konstruksi program cetak sawah tahun 2026. Foto : Ist

DEP0K, OKESULTRA.ID – Upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional terus diperkuat melalui perluasan areal pertanian produktif. Salah satu langkah strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak konstruksi program cetak sawah tahun 2026 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia di The Margo Hotel, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah kepala daerah dan perwakilan pemerintah daerah dari berbagai wilayah di Indonesia. Hadir pula jajaran Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta pejabat Kementerian Pertanian yang terlibat langsung dalam percepatan pelaksanaan program cetak sawah melalui mekanisme swakelola Tipe II.

Kehadiran Bupati Kabupaten Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si menjadi penanda keseriusan Pemerintah Kabupaten Bombana dalam mendukung program nasional di sektor pertanian. Program cetak sawah tahun 2026 dipandang bukan sekadar proyek pembangunan lahan baru, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Dalam forum tersebut, pemerintah pusat menegaskan bahwa perluasan lahan pertanian menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Melalui mekanisme swakelola Tipe II, proses pengerjaan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan unsur teknis di lapangan.

Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, menyampaikan bahwa daerahnya siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut agar berjalan tepat waktu dan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Kejati Sultra Geledah Kantor PT Huadi Nickel Alloy Indonesia, Dalami Dugaan Korupsi Jual Beli Ore Nikel

“Program cetak sawah ini merupakan langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional. Pemerintah Kabupaten Bombana siap mendukung penuh pelaksanaannya agar berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar H. Burhanuddin.

Menurutnya, sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Bombana. Karena itu, perluasan lahan pertanian produktif harus diikuti dengan penguatan infrastruktur pendukung, pengelolaan irigasi, serta pendampingan kepada petani agar hasil yang diperoleh dapat maksimal.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan pertanian berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan program nasional tidak dapat dicapai tanpa dukungan dan koordinasi yang kuat di tingkat daerah.

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Dengan kerja sama yang baik, kita optimistis program cetak sawah dapat meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani,” katanya.

Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa pola swakelola Tipe II dipilih sebagai upaya mempercepat realisasi program sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan di daerah.

Hibah Penelitian BIMA UNSULTRA Klaster Pratama Tembus Tiga Besar LLDIKTI Wilayah IX

Selain mempercepat pengerjaan, pola tersebut dinilai mampu membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi pemerintah daerah dalam proses pembangunan pertanian nasional. Pemerintah berharap pendekatan ini dapat memperkuat koordinasi lintas sektor sehingga pelaksanaan program lebih tepat sasaran.

Program cetak sawah tahun 2026 sendiri menjadi bagian dari agenda besar pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Di tengah tantangan perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan kebutuhan pangan yang terus meningkat, perluasan areal tanam dipandang sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas produksi pertanian nasional.

Bagi Kabupaten Bombana, keterlibatan dalam program ini juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya bagi petani di wilayah pedesaan. Dengan bertambahnya lahan produktif, diharapkan produktivitas pertanian daerah dapat meningkat dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah pun berharap program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik lahan pertanian, tetapi juga mampu mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.

Melalui penandatanganan kontrak konstruksi ini, pemerintah pusat dan daerah menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Program cetak sawah tahun 2026 diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional di masa mendatang.

Kartini Masa Kini, TP PKK Bombana Bergerak dengan Semangat Gotong Royong

Reporter : duL