Berita Metro Nasional

PT Vale Tegaskan Industri Tambang Harus Jadi Solusi, Bukan Beban di Tengah Tekanan Harga Nikel

IMG 2370
Ketgam : Lokasi Tambang PT Vale Indonesia. Foto : Ist

MAKASSAR, OKESULTRA.ID – Di tengah fluktuasi harga nikel dunia dan meningkatnya sorotan terhadap dampak industri tambang, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari MIND ID, menegaskan komitmennya untuk menjadikan industri sebagai solusi bagi pembangunan nasional.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Breakfasting Discussion bersama media yang digelar hari ini. Dalam forum tersebut, manajemen menekankan bahwa tantangan global justru menjadi momentum untuk memperkuat fondasi industri nasional.

Head of External Relations Regional and Growth PT Vale, Endra Kusuma, menyampaikan bahwa tekanan harga nikel sepanjang 2025 tidak menyurutkan kinerja operasional perusahaan.

“Harga boleh berfluktuasi, tetapi fondasi industri harus tetap kuat. Tantangan global justru menjadi pengingat bahwa daya tahan dibangun dari konsistensi, bukan momentum sesaat,” ujar Endra.

Kinerja Tetap Stabil di Tengah Tekanan Harga

Laba PT Vale Melonjak 85 Persen di Awal 2026, Di Balik Kinerja Positif dan Strategi Jangka Panjang

Sepanjang 2025, harga nikel global mengalami tekanan signifikan. Namun hingga November 2025, PT Vale mencatat produksi nikel matte sebesar 66.848 ton, meningkat 3 persen secara tahunan. Total pendapatan perusahaan mencapai US$902 juta.

Menurut Endra, capaian tersebut bukan sekadar angka statistik.

“Ketahanan industri tidak dibangun dalam satu musim harga tinggi. Ini adalah hasil konsistensi investasi, disiplin operasional, dan komitmen jangka panjang—khususnya yang berdampak bagi masyarakat, lingkungan, dan dunia,” tegasnya.

IGP: Mesin Pertumbuhan dan Pilar Hilirisasi

Komitmen jangka panjang itu tercermin dalam pengembangan Indonesia Growth Project (IGP) yang kini menjadi motor pertumbuhan baru perusahaan sekaligus bagian penting dari agenda hilirisasi nasional.

Driver Online Sultra Desak Kepastian Tarif dan Transparansi, Ancam Aksi Lumpuhkan Jalan di Kendari

Di Pomalaa, proyek senilai sekitar US$4,5 miliar telah mencapai progres konstruksi lebih dari 65 persen. Penjualan perdana bijih nikel pada akhir Februari 2026 menandai masuknya proyek ke fase operasional yang lebih matang. Dengan kapasitas stockpilehingga 4 juta wet metric ton (Mwmt) dan target produksi awal 300.000 ton limonit per bulan, Pomalaa diproyeksikan menjadi salah satu simpul strategis rantai pasok nikel nasional.

Sementara itu, proyek Morowali dengan nilai investasi US$2 miliar telah mencapai hampir 99 persen progres dan mencatatkan penjualan awal 2,2 juta ton ore pada awal 2026. Di Sorowako, pengembangan limonit senilai US$2,2 miliar terus berjalan sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

Secara keseluruhan, investasi terintegrasi yang mendekati US$9 miliar ini memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik dan energi bersih.

Keberlanjutan Jadi Prasyarat

Di tengah sorotan terhadap dampak lingkungan industri tambang, PT Vale menegaskan bahwa keberlanjutan bukan lagi opsi tambahan, melainkan prasyarat utama.

Dekranasda Konawe Selatan Promosikan Produk Unggulan di HUT ke-62 Sultra

Hingga akhir 2025, lebih dari 50 persen area bukaan tambang telah direklamasi secara progresif dengan total 3.863 hektare. Operasi Sorowako didukung tiga pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 365 MW, menjadikannya salah satu operasi nikel dengan jejak energi bersih terbesar di Indonesia. Perusahaan juga membangun lebih dari 100 kolam pengendapan untuk memastikan kualitas air sebelum dikembalikan ke badan air alami.

Capaian tersebut tercermin dalam ESG Risk Rating Sustainalytics sebesar 23,7, kategori medium dan menjadi yang terendah di Indonesia untuk sektor pertambangan.

Head of Corporate Communication PT Vale, Vanda Kusumaningrum, menegaskan bahwa pendekatan perusahaan terhadap isu lingkungan berbasis pada transparansi.

“Isu lingkungan tidak boleh dijawab dengan defensif. Ia harus dijawab dengan data, dengan tindakan, dan dengan transparansi,” ujarnya.

Dampak Sosial dan Penguatan Ekonomi Lokal

Di sisi sosial, lebih dari 99 persen tenaga kerja PT Vale merupakan warga negara Indonesia. Ribuan pekerja dan kontraktor lokal terlibat dalam proyek-proyek strategis di Pomalaa, Morowali, dan Sorowako.

Berbagai program pemberdayaan juga dijalankan, mulai dari pertanian organik, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pelatihan operator alat berat, hingga pembangunan nursery berkapasitas satu juta bibit per tahun.

Bagi PT Vale, hilirisasi bukan semata pembangunan fasilitas industri atau peningkatan volume produksi, melainkan penciptaan nilai tambah di dalam negeri serta penguatan kapasitas tenaga kerja nasional.

Momentum Ramadan: Refleksi Pembangunan Berkelanjutan

Di tengah transisi energi global dan meningkatnya permintaan nikel untuk kendaraan listrik, Indonesia berada pada posisi strategis. Pertanyaannya bukan lagi tentang ketersediaan sumber daya, melainkan bagaimana pengelolaannya dilakukan secara bertanggung jawab.

Melalui investasi jangka panjang, disiplin operasional, dan standar keberlanjutan yang konsisten, PT Vale menegaskan bahwa industri tambang dapat tumbuh tanpa meninggalkan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Ramadan menjadi momentum refleksi bahwa pembangunan sejati adalah pembangunan yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Di tengah tekanan global, PT Vale menyatakan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari solusi bagi Indonesia.

Reporter : duL