BeritaMetroNewsOlahraga

30 Perserta Ikut Pelatihan Wasit Bulutangkis Tingkat Provinsi

×

30 Perserta Ikut Pelatihan Wasit Bulutangkis Tingkat Provinsi

Share this article
Suasana Pembukaan Pelatihan Wasit Oleh Ketua Umum PBIS Sultra. Foto : dok. OS

KENDARI, OKESULTRA. ID – Pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar pelatihan wasit di salah satu Hotel di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jum’at (21/06/2024).

Para perserta yang mengikuti pelatihan kali ini,  adalah jajaran pengurus PBSI Kabupaten/Kota serta para club-club Bulutangkis se-Sulawesi Tenggara, pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum PBSI Sultra, Dr. LM Bariun, SH.,MH,

Pelatihan wasit ini akan berlangsung selama 3 hari,  dari tanggal 21 sampai 24 Juni 2024, dengan menghadirikan pemateri  dan PB PBSI, dimana Wahyana yang merupakan wasit Internasional.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PBSI Sultra, Dr. LM Bariun berpesan kepada para peserta yang mengikuti pelatihan ini untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keolahragaan.

“Semangat untuk terus meningkatkan kualitas diri tidak boleh berhenti sampai di sini, tapi harus terus berlanjut sampai kapan pun dan dimana pun. Mari selalu membiasakan diri untuk melakukan yang benar dan bukan membenarkan yang biasa dilakukan,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Hijjriani, SH., MH menjelaskan, jika pelatihan ini diikuti 30 dari PBSI Kabupaten/Kota Se Sultra dan club-club PBSI yang ada di Sultra.

“ada 30 peserta. Hari ini hari pertama pelatihan,” ungkap Ketua pelaksana, Sr. Hijriani.

Menurut Dr. Hijriani selama pelatihan, peserta akan mendapatkan materi dari pemateri yaitu Kabid Perwasitan PP PBSI, Wahyana. Kemudian menurutnya peserta akan dilakukan ujian tertulis dan ujian praktek.

“Materi yang bakal didapatkan oleh peserta yaitu materi peraturan permainan bulutangkis, instruksi kepada para pejabat teknis, tips untuk wasit dan hakim servis, cara pengisian scoresheet, kosakata, studi kasus, dan kode etik,” jelas Dr. Hijriani.

Reporter : duL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *