BeritaDaerahKesehatanKolaka

Dari Edukasi ke Aksi Nyata: Upaya Menekan TB di Akar Rumput melalui Kolaborasi PT Vale di Pomalaa

×

Dari Edukasi ke Aksi Nyata: Upaya Menekan TB di Akar Rumput melalui Kolaborasi PT Vale di Pomalaa

Share this article
Ketgam : Suasana Pelaksanaan promosi kesehatan yang digelar oleh PT Vale Indonesia. Foto : Ist

KOLAKA, OKESULTRA.ID – Ratusan warga Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, memadati balai desa pada Selasa (22/4/2026). Antusiasme mereka mengikuti kegiatan promosi kesehatan yang digelar PT Vale Indonesia Tbk melalui proyek Industry Growth Project (IGP) Pomalaa menjadi potret meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu kesehatan, khususnya penyakit menular seperti Tuberkulosis (TB).

Namun di balik kegiatan yang tampak sederhana itu, tersimpan persoalan yang lebih kompleks: masih tingginya tantangan pengendalian TB di tingkat komunitas, terutama di wilayah yang memiliki mobilitas penduduk dan aktivitas industri cukup tinggi. Edukasi kesehatan berbasis masyarakat pun menjadi salah satu pendekatan strategis untuk menjawab persoalan tersebut.

Tantangan TB dan Pentingnya Pendekatan Komunitas

Tuberkulosis masih menjadi salah satu penyakit menular yang membutuhkan perhatian serius secara nasional. Target eliminasi TB pada 2030 menuntut keterlibatan lintas sektor, tidak hanya tenaga medis, tetapi juga perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.

Kegiatan yang mengusung tema Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pencegahan TB ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif. Warga tidak sekadar menjadi objek sosialisasi, melainkan subjek yang diajak memahami, menerapkan, hingga menyebarkan praktik hidup sehat di lingkungannya.

Senior Occupational Health & Industrial Hygiene Analyst PT Vale IGP Pomalaa, Aditya Hafria Vanani, menegaskan bahwa pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci dalam memutus rantai penularan.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya paham, tapi juga menerapkan dan menyebarkan pola hidup bersih dan sehat. Dengan begitu, penularan TB bisa ditekan secara signifikan,” ujarnya.

Kolaborasi Lintas Sektor, Kunci Efektivitas Program

Kegiatan ini melibatkan sinergi antara PT Vale, tenaga kesehatan dari Puskesmas Pomalaa, serta pemerintah desa. Kolaborasi ini dinilai mampu memperluas jangkauan edukasi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program kesehatan.

Sekretaris Camat Pomalaa, Hamdani Kahar, melihat inisiatif ini sebagai bentuk nyata kontribusi sektor swasta dalam mendukung pelayanan publik, khususnya kesehatan.

“Program seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kami berharap bisa digelar rutin setiap bulan, sehingga persoalan kesehatan di desa dan kelurahan dapat ditangani lebih optimal,” katanya.

Pendekatan kolaboratif ini juga memperkuat peran pemerintah di tingkat kecamatan dan desa dalam memastikan keberlanjutan program, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Dampak Nyata: Kesadaran dan Deteksi Dini Meningkat

Dalam beberapa bulan terakhir, dampak program mulai terlihat. Masyarakat menunjukkan peningkatan kesadaran untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Hal ini menjadi indikator penting dalam upaya pengendalian TB, karena deteksi dini merupakan salah satu kunci utama keberhasilan pengobatan dan pencegahan penularan lebih lanjut.

Kepala Puskesmas Pomalaa, dr. Armayanti, menekankan bahwa perubahan perilaku menjadi fondasi utama dalam menjaga kesehatan masyarakat.

“Menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri adalah langkah paling sederhana, tetapi sangat efektif untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk TB,” jelasnya.

Selain penyuluhan, layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan juga dimanfaatkan secara maksimal oleh warga. Ini menunjukkan bahwa akses layanan yang mudah dan langsung dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan.

Peran Perusahaan dalam Pembangunan Kesehatan Berkelanjutan

Keterlibatan PT Vale Indonesia Tbk dalam program ini mencerminkan pergeseran peran perusahaan dari sekadar entitas bisnis menjadi mitra pembangunan. Di tengah aktivitas industri, perhatian terhadap kesehatan masyarakat menjadi bagian penting dari tanggung jawab sosial perusahaan.

Pembagian paket bantuan berupa sabun cuci dan kebutuhan pokok di akhir kegiatan juga memperkuat pesan bahwa perubahan perilaku hidup bersih harus didukung dengan ketersediaan sarana yang memadai.

Melalui pendekatan edukatif, kolaboratif, dan berkelanjutan, program ini menjadi contoh bagaimana intervensi di tingkat akar rumput dapat berkontribusi pada target nasional yang lebih besar. Upaya menekan TB bukan hanya soal kebijakan, tetapi tentang bagaimana kesadaran itu tumbuh dan hidup di tengah masyarakat.

Reporter : duL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *