Berita Bombana Daerah

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026: Nina Maerina Ingatkan Guru dan Pelajar Bombana Jaga Nilai Pemersatu Bangsa

IMG 3580

BOMBANA. OKESULTRA.ID – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2026 kembali menjadi momen penting dan bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk masyarakat di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara. Perayaan yang sarat makna ini bukan sekadar peringatan kenangan sejarah semata, melainkan pengingat kembali akan pentingnya menjaga, merawat, dan meneguhkan kembali nilai-nilai dasar negara yang telah disepakati bersama sejak berdirinya Republik Indonesia, yang menjadi landasan seluruh tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pancasila sebagai dasar filsafat negara dan pandangan hidup bangsa senantiasa menjadi bahasan sentral setiap kali peringatan ini diperingati, mengingat kedudukannya yang sangat mendasar dan menentukan arah perjalanan bangsa Indonesia dari masa lalu, masa kini, hingga masa yang akan datang. Di wilayah Kabupaten Bombana, peringatan ini disambut dengan perhatian khusus dari sektor pendidikan dan kebudayaan, mengingat peran vital lembaga tersebut dalam menanamkan pemahaman dan penghayatan nilai luhur ini kepada generasi penerus bangsa.

Dalam kesempatan penyampaian pesan resmi yang ditujukan secara khusus kepada seluruh tenaga pendidik dan peserta didik di wilayah kerjanya, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana, Nina Maerina, S.H., M.H., menyampaikan pandangan mendalam mengenai kedudukan, makna, serta fungsi utama Pancasila bagi seluruh warga negara. Lebih lagi, ia menekankan arti penting nilai tersebut khususnya bagi generasi muda yang saat ini sedang berada dalam masa proses pendidikan dan pembentukan jati diri kebangsaannya.

“Kita sepaham bahwa apa yang kita miliki saat ini, keberagaman dalam segala aspek kehidupan mulai dari budaya, adat istiadat, agama, bahasa, hingga tradisi, merupakan kekayaan luar biasa yang tiada taranya dimiliki oleh bangsa Indonesia. Tidak ada negara lain yang memiliki kekayaan keragaman seindah dan sebanyak apa yang Tuhan anugerahkan kepada tanah air kita ini,” ungkap Nina Maerina saat menyampaikan amanatnya. Senin (01/06/2026).

Namun demikian, mantapnya ia menegaskan bahwa di balik kekayaan besar tersebut, tersimpan pula tantangan besar yang harus selalu diwaspadai dan dijaga bersama. Menurutnya, keberagaman yang luas dan beraneka ragam itu ibarat sebuah rantai besar yang nilainya sangat mahal dan berharga, namun rantai tersebut hanya akan tetap kokoh dan berfungsi jika terdapat pengikat yang kuat yang menyatukan setiap mata rantai tersebut menjadi satu kesatuan utuh yang tidak mudah putus atau terlepas satu sama lain.

Sri Wahyuni Ningsi: SMK Negeri 02 Bombana Mencetak SDM Unggul, Terampil, Beretika, dan Kokoh Berakar Pada Jati Diri Bangsa

“Keberagaman yang kita miliki ini adalah kekuatan kita, namun jika tidak disatukan dan diikat dengan prinsip serta nilai yang sama dan kuat, maka hal tersebut berpotensi menjelma menjadi kelemahan besar yang bisa memecah belah persatuan kita. Di sinilah letak peran utama Pancasila. Ia hadir dan ditetapkan bukan tanpa alasan, melainkan khusus disusun dan disepakati sebagai pengikat terkuat yang mampu merangkul segala perbedaan itu menjadi satu tubuh besar bernama Indonesia,” lanjutnya menjelaskan makna filosofis dasar berdirinya negara ini.

Menyasar langsung kepada sasaran pesannya yaitu para guru dan pelajar, Nina menyebutkan bahwa lingkungan pendidikan merupakan tempat yang paling utama, paling strategis, dan paling menentukan dalam proses pewarisan nilai-nilai luhur tersebut. Di tangan para pendidiklah bekal pemahaman ini diletakkan, dan dari keringkasan pemahaman itulah karakter, sikap, serta perilaku anak bangsa kelak akan terbentuk dan terlihat nyata di tengah masyarakat luas.

Ia mengingatkan kembali bahwa kecerdasan semata tanpa dilandasi dasar nilai kebangsaan dan moral yang kuat tidak akan memberikan manfaat besar bahkan bisa mendatangkan bahaya bagi kehidupan berbangsa. Oleh sebab itu, integrasi nilai Pancasila tidak boleh sekadar diajarkan sebagai materi pelajaran hafalan semata, melainkan harus dihadirkan, dihidupkan, dan dicontohkan melalui sikap, perkataan, serta perbuatan nyata sehari-hari baik oleh pendidik maupun warga sekolah lainnya.

Berbicara langsung kepada para pelajar yang merupakan generasi harapan, penerus estafet perjuangan bangsa, Nina berpesan agar tidak pernah memandang Pancasila sekadar sebagai hal yang kaku, kuno, atau hanya milik sejarah masa lalu. Sebaliknya, dasar negara ini harus dipahami sebagai pedoman hidup yang paling mutakhir, paling relevan, dan paling pas digunakan menjawab segala tantangan zaman, perubahan, maupun dinamika yang terjadi di sekitar mereka.

“Kepada adik-adik pelajar sekalian, ketahuilah dan camkanlah baik-baik: Pancasila adalah identitas diri kalian sebagai orang Indonesia. Nilai yang terkandung di dalamnya berisi petunjuk bagaimana cara kita menghormati orang lain yang berbeda dengan kita, cara kita hidup rukun dan damai, cara kita berbuat adil, cara kita berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta cara kita bekerja keras membangun kemajuan bersama. Semua jawaban atas persoalan hidup bernegara sudah tertuang lengkap di sana,” tegasnya memberi pengertian.

Hari Lahir Pancasila 2026: Andi Asri As’ad Tekankan Nilai Kebangsaan Sebagai Fondasi Utama Pembangunan Pariwisata Daerah

Lebih jauh disampaikan, kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tahun ini membuktikan bahwa nilai yang terkandung di dalamnya mampu bertahan melewati berbagai ujian berat sejarah, mampu mempersatukan kembali saat terancam perpecahan, serta senantiasa memberikan petunjuk jalan keluar terbaik dalam setiap situasi sulit yang pernah dihadapi bangsa ini sepanjang sejarah kemerdekaan. Kekuatan inilah yang wajib diketahui, dipahami, lalu dijaga terus-menerus agar tetap senantiasa melekat kuat.

Menurut Nina, peringatan tahun ini memiliki makna yang semakin mendalam mengingat berbagai tantangan dan pengaruh luar yang kini masuk begitu mudah dan cepat, yang terkadang membawa pemikiran atau nilai yang bertentangan dan tidak sesuai dengan jati diri bangsa. Di sinilah fungsi penyangga dan benteng diri itu harus dibangun setebal dan sekuat mungkin, berakar kuat pada pemahaman yang benar akan makna setiap sila dalam Pancasila.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana melalui pernyataan resminya ini juga menegaskan komitmen penuh untuk terus mendukung dan memfasilitasi segala upaya penanaman serta pengamalan nilai dasar negara tersebut. Berbagai program pembinaan, kegiatan budaya, lomba, maupun pembelajaran tematik direncanakan akan terus digalakkan dengan tujuan agar nilai tersebut tidak hilang tertutup arus perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.

“Tanggung jawab menjaga dan meneruskan nilai luhur ini adalah tugas kita bersama, namun beban utamanya memang ada di pundak kita yang bergerak di dunia pendidikan. Kita adalah pintu gerbang utama pembentuk kualitas manusia Indonesia masa depan. Maka, mari kita pastikan apa yang kita hasilkan keluar dari institusi pendidikan kita adalah manusia-manusia yang tidak hanya pandai dan berilmu, tetapi juga manusia yang cinta tanah air, menjaga persatuan, dan memegang teguh nilai kebaikan,” tambahnya lagi menegaskan komitmen lembaga yang dipimpinnya.

Di bagian akhir pesannya, Nina kembali mengajak seluruh unsur pendidik dan peserta didik untuk merenungkan kembali makna mendalam peringatan hari bersejarah ini. Ia berharap semangat persatuan, semangat menjaga keberagaman dalam satu ikatan negara kesatuan, dan semangat mengamalkan setiap butir nilai Pancasila tumbuh semakin kuat dan membara di dada setiap warga pendidikan yang ada di wilayah Kabupaten Bombana, demi kemajuan daerah dan kejayaan Indonesia secara utuh.

Bupati Butur : Di Balik Penghargaan Kemendagri. Perubahan Besar Cara Pusat Menilai Daerah

“Mari kita buktikan bahwa di Bombana, Pancasila tetap hidup, tetap berdenyut, dan tetap menjadi jiwa seluruh warganya, terlebih bagi kita yang bergerak dan berkarya di dunia pendidikan. Selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila tahun 2026, semoga nilai pemersatu ini senantiasa menjadi cahaya penuntun langkah kita semua,” pungkas Nina Maerina mengakhiri pesan resminya dengan harapan luhur kebangsaan.

Peringatan ini pun ditutup dengan tekad bersama untuk terus bersatu padu, meyakini sepenuhnya bahwa selama bangsa Indonesia masih berpegang teguh pada Pancasila, maka keutuhan, kedaulatan, serta kesejahteraan rakyat akan senantiasa dapat terjaga dan terwujud dengan baik hingga masa mendatang.

Reporter : duL