BOMBANA. OKESULTRA.ID – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni kembali hadir menjadi titik balik dan momen reflektif bagi seluruh elemen bangsa, tak terkecuali bagi pemerintah daerah dan masyarakat di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara. Di tahun 2026 ini, peringatan bersejarah tersebut dimaknai tidak hanya sebagai hari kenangan penetapan dasar negara semata, melainkan ditafsirkan sebagai kesempatan emas dan waktu yang sangat tepat untuk menyelaraskan kembali seluruh kebijakan, rencana kerja, serta langkah pembangunan daerah dengan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
Salah satu instansi yang menempatkan peringatan ini sebagai agenda penting dan strategis adalah Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bombana. Bidang yang mengelola kekayaan alam, budaya, serta potensi manusia muda daerah ini memandang bahwa fondasi negara yang disepakati para pendiri bangsa mengandung pedoman lengkap yang bisa dijadikan acuan utama dalam setiap proses pengembangan dan kemajuan daerah ke depan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bombana, Andi Asri As’ad, S.IP., M.A.P., dalam pernyataan resmi yang disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, mengemukakan pandangan mendalam mengenai hubungan erat antara jati diri kebangsaan dengan arah kebijakan yang dijalankan oleh lembaga yang dipimpinnya. Menurutnya, Pancasila bukan sekadar simbol atau kalimat tertulis, melainkan satu kesatuan nilai hidup yang jika diterapkan akan membawa kesejahteraan, kedamaian, dan kemajuan nyata bagi masyarakat luas.
“Hari Lahir Pancasila menjadi momentum krusial bagi kita semua, khususnya bagi kami yang bekerja mengelola potensi daerah, untuk menjadikan nilai-nilai kebangsaan, khususnya semangat persatuan, budaya gotong royong, serta kesadaran melestarikan budaya, sebagai fondasi utama yang kokoh dalam upaya kita membangun sektor pariwisata yang bersifat inklusif dan mampu bertahan serta bermanfaat dalam jangka panjang atau berkelanjutan,” tegas Andi Asri As’ad dalam keterangannya.
Ia menjelaskan makna dari pariwisata yang bersifat inklusif tersebut adalah pengelolaan dan pengembangan destinasi wisata yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan atau keindahan semata, tetapi sebuah pembangunan yang terbuka, dapat diikuti, dinikmati, dan memberikan dampak manfaat langsung secara merata kepada seluruh lapisan masyarakat, tanpa ada yang tersisihkan atau merasa terpinggirkan. Konsep ini, menurutnya, sangat sejalan dengan jiwa dan semangat yang tertuang di dalam dasar negara Indonesia yang mengutamakan kepentingan bersama dan keadilan sosial.
Lebih jauh ia menekankan, kekayaan terbesar yang dimiliki oleh Kabupaten Bombana dan wilayah Indonesia secara keseluruhan tidak hanya terbatas pada keindahan bentang alam, kekayaan laut, atau pemandangan yang mempesona saja. Nilai yang jauh lebih mahal, bernilai jual tinggi, serta menjadi daya tarik utama yang tidak dimiliki oleh bangsa lain adalah kekayaan adat istiadat, tradisi, seni, serta berbagai pengetahuan warisan leluhur yang tumbuh dan berkembang beriringan dengan kearifan masyarakat setempat selama beratus-ratus tahun lamanya.
“Kami terus mendorong seluruh pelaku usaha wisata, pengelola lokasi, masyarakat sekitar, serta para pemangku kepentingan lainnya untuk senantiasa menjaga, mengembangkan, dan melestarikan setiap bentuk warisan budaya peninggalan para leluhur kita. Hal ini sangat penting dilakukan karena segala bentuk budaya dan tradisi yang ada di sini sejatinya merupakan cerminan nyata dari kearifan lokal dan pembuktian hidup dari pengamalan jiwa serta nilai luhur Pancasila itu sendiri,” tambahnya lagi menjelaskan kaitan erat antara budaya dan identitas bangsa. Senin (01/06/2026).
Menurut pandangannya, budaya dan nilai dasar negara adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Budaya tumbuh dari kebiasaan baik masyarakat, sedangkan Pancasila merangkum dan menegaskan kebiasaan-kebiasaan mulia tersebut menjadi pedoman hidup bernegara. Oleh sebab itu, merusak, melupakan, atau membiarkan hilangnya satu unsur budaya sama artinya dengan mengikis sedikit demi sedikit sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara yang telah dibangun dengan susah payah oleh pendahulu kita.
Dalam kaitannya dengan semangat persatuan yang menjadi salah satu inti pesan peringatan ini, Andi Asri As’ad menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata merupakan kegiatan besar yang tidak akan mampu diselesaikan sendirian oleh pihak pemerintah saja. Diperlukan kerja sama yang erat, rasa saling memiliki, dan semangat saling membantu atau yang dikenal dengan istilah gotong royong, satu nilai asli bangsa Indonesia yang menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan bangsa lain.
“Konsep gotong royong yang merupakan karakter asli orang Indonesia harus terus kita hidupkan kembali dan kita jadikan cara kerja utama dalam mengembangkan setiap potensi wisata yang ada di wilayah kita. Dengan bersatu dan bekerja bahu membahu, kendala seberat apa pun pasti akan terasa lebih ringan dibebani, dan hasil yang dicapai pun akan jauh lebih besar, lebih bermakna, serta dapat dinikmati bersama-sama. Inilah inti dari apa yang kita sebut sebagai pembangunan berkelanjutan,” ujarnya menegaskan filosofi kerja yang dianut instansinya.
Pihaknya juga menyoroti peran generasi muda yang menjadi ruang lingkup tugas kewenangannya selain pariwisata. Ia menyebutkan, pemuda dan pemudi Kabupaten Bombana memegang peran paling sentral dan paling menentukan masa depan bagaimana wajah pariwisata dan kebudayaan daerah ini nantinya. Jika generasi muda saat ini tumbuh besar dengan pemahaman yang baik, rasa cinta yang mendalam, dan kebanggaan terhadap budaya sendiri, maka dapat dipastikan warisan berharga tersebut akan tetap terjaga keberadaannya sampai ke generasi selanjutnya.
Penerapan nilai-nilai Pancasila di sektor olahraga pun tidak luput menjadi perhatian. Semangat sportivitas, kejujuran, rasa hormat kepada sesama, serta semangat persatuan saat bertanding merupakan bentuk pengamalan nyata sila kedua dan sila ketiga dasar negara. Menurutnya, olahraga bukan hanya urusan kekuatan fisik atau kemenangan semata, melainkan sarana paling efektif membentuk karakter, mendekatkan hubungan antarmasyarakat, dan menyatukan berbagai perbedaan dalam satu semangat yang sama.
Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bombana berkomitmen akan merumuskan berbagai program kerja nyata, kegiatan, serta kebijakan teknis yang secara khusus dirancang untuk memadukan unsur pengembangan ekonomi wisata dengan penguatan nilai budaya dan persatuan tersebut. Segala upaya ini dilakukan agar kehadiran sektor pariwisata benar-benar memberikan dampak positif ganda: meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga sekaligus memperkokoh identitas dan jati diri bangsa di tanah kelahiran sendiri.
“Kita tidak ingin membangun pariwisata yang maju secara fasilitas dan jumlah kunjungan saja namun kehilangan jiwa dan ciri khasnya. Itu sama saja membangun sesuatu yang kosong maknanya. Tujuan utama kita adalah menjadikan setiap sudut tempat wisata di Kabupaten Bombana sebagai ruang hidup yang mengajarkan, menampilkan, dan menguatkan kembali nilai-nilai kebaikan yang terkandung dalam Pancasila,” jelas Andi Asri As’ad menegaskan arah kebijakan strategisnya.
Di akhir pernyataannya, ia kembali mengajak seluruh masyarakat, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, tokoh masyarakat, hingga generasi muda, untuk menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 ini sebagai titik awal pembangkitan semangat baru. Semangat baru yang bertekad kuat memajukan daerah, melestarikan kekayaan budaya warisan nenek moyang, serta senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan sebagai modal paling berharga yang dimiliki bangsa Indonesia.
“Mari kita buktikan, dari Kabupaten Bombana kita tunjukkan kepada seluruh wilayah nusantara bahwa kita mampu memadukan kemajuan pembangunan dengan kelestarian nilai luhur bangsa. Selamat memperingati Hari Lahir Pancasila, semoga semangat persatuan, gotong royong, dan cinta budaya senantiasa membara di dada kita semua demi Indonesia yang makmur dan berbudaya tinggi,” pungkas Andi Asri As’ad mengakhiri pesan resminya dengan harapan yang luas dan mendalam.
Pesan ini sekaligus menjadi pedoman resmi operasional dan pengembangan jangka panjang sektor pariwisata, kepemudaan, dan olahraga di wilayah tersebut, menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak akan pernah lepas dari akar budaya dan nilai luhur kebangsaan yang telah disepakati bersama sejak awal berdirinya negara Republik Indonesia.
Reporter : duL









