Berita News

Vale Indonesia Raih Dua Penghargaan, 127 UMKM Luwu Timur Diperkuat

IMG 5597

LUTIMOKESULTRA.ID – Di tengah ekspansi industri nikel dan agenda hilirisasi nasional, PT Vale Indonesia Tbk memperkuat komitmennya terhadap ekonomi masyarakat lokal. Perusahaan tambang yang tergabung dalam Mining Industry Indonesia (MIND ID) itu mendukung pengembangan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan 127 UMKM di empat kecamatan di Kabupaten Luwu Timur tercatat mendapat dukungan hingga 30 September 2026.

Komitmen tersebut mengemuka dalam perhelatan Pekan Expo Koperasi dan UMKM untuk memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan yang berlangsung pada 6–10 Oktober 2026 di Lapangan Iniaku, Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, menjadi salah satu momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, koperasi, dan pelaku UMKM.

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, bersama jajaran pemerintah daerah serta perwakilan gerakan koperasi dan pelaku UMKM dari 23 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Dalam rangkaian kegiatan itu, Vale Indonesia menerima dua penghargaan sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur atas kontribusinya dalam mendukung penyelenggaraan Pekan Expo Koperasi dan UMKM 2026.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap keterlibatan perusahaan dalam kegiatan yang mendorong pengembangan koperasi dan UMKM. Namun, di luar seremoni penghargaan, tantangan yang lebih besar tetap terletak pada keberlanjutan program pemberdayaan dan kemampuan pelaku usaha lokal memperluas pasar.

Vale Indonesia Tegaskan Kepemimpinan Berkelanjutan, Bisnis Tak Cukup Hanya Mengejar Profit

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan Vale Indonesia yang dinilai turut membantu menyukseskan kegiatan tersebut.

Dukungan dunia usaha, menurut semangat penyelenggaraan Harkopnas, menjadi salah satu unsur penting dalam membangun ekosistem ekonomi daerah. Kolaborasi diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan kegiatan, tetapi berlanjut melalui kemitraan yang membuka peluang usaha dan memperkuat daya saing produk lokal.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan tidak semata-mata diukur dari capaian produksi dan besarnya investasi, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Kami memiliki komitmen untuk dapat terus mendukung pertumbuhan masyarakat sekitar secara berkelanjutan. Bagi kami, keberhasilan industri dapat diukur melalui produksi dan investasi, serta manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” kata Bernardus.

Ia menjelaskan, perusahaan berupaya membuka lebih banyak peluang ekonomi melalui kegiatan operasional, pengembangan proyek hilirisasi, dan pemberdayaan UMKM. Pendekatan tersebut diarahkan agar pertumbuhan industri berjalan seiring dengan peningkatan kesempatan ekonomi masyarakat.

Vale Indonesia Buka Jalan Kedua bagi Warga Kolaka, Ijazah Paket C Jadi Modal Menembus Dunia Kerja

Menurut Bernardus, dukungan Vale Indonesia terhadap masyarakat tidak hanya menyasar sektor ekonomi, tetapi juga mencakup pendidikan, peningkatan kapasitas, kesehatan, dan kesejahteraan.

“Melalui kegiatan operasi, pengembangan proyek hilirisasi dan pemberdayaan UMKM, kami bermaksud membuka lebih banyak peluang ekonomi agar masyarakat dapat tumbuh bersama perkembangan industri,” ujarnya.

Ia menambahkan, investasi dan pengembangan industri nikel berpotensi menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah. Peluang itu mencakup kebutuhan barang, jasa, hingga kegiatan usaha pendukung yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha lokal.

Untuk membantu UMKM mengambil peluang tersebut, Vale Indonesia menjalankan program pemberdayaan yang berfokus pada peningkatan kapasitas usaha dan perluasan akses pasar.

Hingga 30 September 2026, perusahaan mencatat telah mendukung 127 UMKM yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Luwu Timur, yakni Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili.

Gubernur ASR Serukan Tata Kelola Bersih di Hadapan Zulkifli Hasan dan Kader PAN se-Sultra

Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 UMKM binaan telah memperoleh akses pasar melalui Pusat Oleh-Oleh Telaloa. Saluran pemasaran ini memberikan kesempatan bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Meski demikian, perluasan akses pasar menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan pemberdayaan UMKM memberikan dampak ekonomi berkelanjutan. Penguatan kapasitas produksi, kualitas produk, pengelolaan usaha, dan kesinambungan permintaan pasar tetap menjadi faktor yang menentukan kemampuan UMKM berkembang dalam jangka panjang.

Momentum Harkopnas ke-79 yang mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya” turut menegaskan pentingnya pembagian peran antarpemangku kepentingan. Pemerintah diharapkan memperkuat kebijakan dan ekosistem usaha, koperasi mengembangkan ekonomi berbasis keanggotaan, sementara dunia usaha membuka peluang melalui investasi, kemitraan, kegiatan operasional, dan program pemberdayaan.

Koperasi Karyawan Vale Bertahan Sejak 1979

Selain mendukung UMKM masyarakat, semangat penguatan ekonomi berbasis kebersamaan juga tumbuh melalui Koperasi Karyawan Vale atau Kopkar Vale. Koperasi ini berdiri pada 1979, berawal dari kebutuhan karyawan PT International Nickel Indonesia (PT INCO), pendahulu Vale Indonesia, untuk memperoleh barang kebutuhan pokok di Sorowako.

Seiring perkembangan kawasan industri dan dinamika ekonomi setempat, Kopkar Vale bertransformasi menjadi badan usaha koperasi yang mengembangkan berbagai layanan. Saat ini, koperasi tersebut memiliki lebih dari 1.300 anggota dengan kegiatan usaha yang mencakup sektor ritel dan simpan pinjam.

Ketua Kopkar Vale, Muhammad Parawansa Lamude, mengatakan kemampuan beradaptasi menjadi salah satu faktor penting agar koperasi tetap relevan di tengah perubahan kebutuhan anggota dan perkembangan ekonomi Sorowako.

“Koperasi tumbuh dari kebutuhan bersama. Di tengah dinamika ekonomi Sorowako, kami terus berinovasi dan membangun kemitraan agar koperasi tetap relevan serta memberikan manfaat kesejahteraan yang berkelanjutan bagi para anggota,” kata Muhammad.

Keberadaan Kopkar Vale menunjukkan bahwa koperasi dapat berkembang dari pemenuhan kebutuhan dasar menjadi lembaga usaha dengan layanan yang lebih beragam. Namun, keberlanjutan manfaatnya tetap bergantung pada kemampuan koperasi menjaga tata kelola, menyesuaikan layanan, serta memenuhi kebutuhan anggotanya.

Bagi Luwu Timur, penguatan koperasi dan UMKM merupakan bagian penting dari upaya memperluas manfaat ekonomi di tengah perkembangan industri nikel. Dukungan perusahaan, kebijakan pemerintah, dan inisiatif pelaku usaha lokal diharapkan saling melengkapi agar kesempatan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada aktivitas industri utama.

Vale Indonesia sendiri telah beroperasi di Indonesia selama 58 tahun, sejak 1968. Perusahaan bergerak di bidang pertambangan dan pengolahan nikel serta merupakan bagian dari MIND ID, dengan pemegang saham lainnya, yakni Vale Canada Limited dan Sumitomo Metal Mining. Saham perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Selain menjalankan operasi pertambangan dan pengolahan nikel di Sorowako, Sulawesi Selatan, perusahaan juga mengembangkan proyek-proyek pertumbuhan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara untuk mendukung hilirisasi serta penguatan rantai nilai nikel nasional.

Perusahaan menyatakan berkomitmen menjalankan kegiatan pertambangan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, sosial, dan tata kelola. Melalui kegiatan operasional, investasi, serta program pemberdayaan, Vale Indonesia menargetkan penciptaan nilai jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, pemegang saham, dan Indonesia.

Dua penghargaan dalam Pekan Expo Koperasi dan UMKM 2026 menjadi penanda apresiasi atas dukungan perusahaan terhadap agenda pengembangan ekonomi daerah. Namun, ukuran keberhasilan yang lebih substansial terletak pada seberapa jauh kemitraan tersebut mampu memperkuat usaha lokal, memperluas akses pasar, dan menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Luwu Timur.

Reporter : duL