BOMBANA. OKESULTRA.ID – Ketika anggaran daerah dipangkas, Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., justru menaruh investasi sebagai salah satu tumpuan untuk menjaga roda pembangunan tetap bergerak. Namun di balik optimisme itu terselip pekerjaan besar, yakni memastikan modal yang masuk tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi benar-benar berubah menjadi lapangan kerja dan kesejahteraan bagi masyarakat Bombana.
Pernyataan tersebut disampaikan Burhanuddin saat menghadiri Malam Semarak Kemerdekaan sekaligus silaturahmi bersama masyarakat Desa Wumbubangka, Kabupaten Bombana. Rabu (19/08/2026). Dalam forum itu, ia mengakui ruang fiskal pemerintah daerah tengah menghadapi tekanan akibat pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat.
Bagi ir. H. Burhanuddin, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan. Pemerintah daerah, kata dia, harus tetap mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang mampu menopang pembangunan dan membuka kesempatan kerja.
“Meski saat ini anggaran untuk daerah dari pusat mengalami pemangkasan, namun itu bukan persoalan untuk terus membangun demi kepentingan masyarakat Kabupaten Bombana,” kata Burhanuddin.
Dari sinilah investasi ditempatkan sebagai salah satu instrumen penting. Bupati mengajak masyarakat memberikan dukungan terhadap investasi yang masuk ke Bombana karena aktivitas usaha dinilai dapat menciptakan efek ekonomi yang lebih luas.
“Hampir semua negara, daerah akan maju dengan sendirinya tanpa adanya investasi. Untuk itu, saya mengajak seluruh masyarakat Bombana untuk terus mendukung investasi yang masuk di Kabupaten Bombana,” ujarnya.
Namun, dukungan masyarakat terhadap investasi menurut Burhanuddin tidak boleh dimaknai sebagai cek kosong. Ia justru memberikan penekanan bahwa investasi harus membawa manfaat langsung bagi masyarakat.
“Semua investasi yang masuk di Bombana harus berdampak dengan baik untuk masyarakat,” tegasnya.
Pernyataan itu penting karena keberhasilan investasi pada akhirnya tidak cukup diukur dari besarnya modal yang ditanamkan. Bagi masyarakat di daerah tempat investasi beroperasi, ukuran yang lebih konkret adalah apakah investasi tersebut membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, menggerakkan usaha lokal, dan memperbaiki kualitas hidup.
Burhanuddin mengaitkan masuknya investasi dengan peluang menekan pengangguran. Ia optimistis bertambahnya aktivitas perusahaan akan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Bombana.
“Dengan masuknya investasi di Bombana maka pengangguran akan semakin sedikit. Saya yakin dengan adanya investasi di daerah kita, ini merupakan suatu keberkahan,” jelasnya.
Tetapi ada satu persoalan yang juga disorot Bupati: kualitas sumber daya manusia. Menurut dia, perusahaan dalam merekrut pekerja akan mengutamakan calon tenaga kerja yang memiliki keterampilan.
“Perusahaan itu dalam merekrut tenaga kerja, yang pertama mereka utamakan adalah mereka yang memiliki skill,” katanya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Investasi bisa datang membawa modal, teknologi dan peluang kerja, tetapi masyarakat lokal tetap harus memiliki kompetensi agar tidak hanya menjadi penonton di tengah ekspansi ekonomi daerahnya sendiri.
Di sisi lain, pemerintah juga dituntut memastikan bahwa komitmen investasi terhadap masyarakat bukan sekadar slogan. Pemerintah daerah perlu memastikan setiap investasi berjalan sesuai aturan, memenuhi kewajiban, serta memberikan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat tanpa mengabaikan kepentingan publik.
Dalam suasana peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia, Burhanuddin juga mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap kemerdekaan. Menurut dia, kemerdekaan harus diisi dengan kontribusi nyata, bukan semata-mata dengan mempertanyakan apa yang telah diberikan negara.
“Tugas kita sekarang ini adalah mengisi kemerdekaan. Sudah 81 tahun kita merdeka, jangan tanyakan apa yang negara sudah berikan untuk kita, tetapi yang utama adalah apa yang sudah kita berikan untuk negara,” ujarnya.
Pada akhir sambutannya, Bupati juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan secara langsung. Ia meminta warga tidak segan menemuinya, baik di kantor maupun di rumah jabatan.
“Kalau ada masalah, jangan segan-segan datang menemui saya. Kalau tidak bisa bertemu di kantor, datang di rujab,” katanya.
Menurut Burhanuddin, rumah jabatan tersebut merupakan rumah masyarakat Bombana dan dirinya hanya mendapat tugas untuk menjaganya.
“Rujab itu adalah rumah masyarakat Bombana. Saya hanya ditugaskan untuk menjaganya,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri, Sekda Kabupaten Bombana, Plt Kadis Pendidikan, Kadis Pertanian, Kadis PUPR, Plt Kadis Periwisata Kepemudaan dan Olah Raga, Kadis Nakertrans serta para staf Ahli.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Bombana juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026.
Pada akhirnya, narasi investasi sebagai “keberkahan” akan diuji bukan oleh seremoni, melainkan oleh hasil yang dirasakan masyarakat. Ketika anggaran pemerintah menyusut, tuntutan terhadap investasi justru semakin besar: membuka pekerjaan, memperkuat ekonomi lokal dan memastikan masyarakat Bombana memperoleh manfaat nyata dari pertumbuhan ekonomi daerah.
Reporter : duL







