KONAWE UTARA. OKESULTRA.ID – Dunia industri kini tidak lagi hanya berburu lulusan dengan nilai akademik tinggi. Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, perusahaan justru menempatkan karakter, disiplin, etika, komunikasi, dan kepedulian terhadap keselamatan kerja sebagai modal utama. Pesan itulah yang menjadi benang merah dalam pembekalan peserta didik baru di SMK Negeri 1 Konawe Utara yang menghadirkan PT Bumi Konawe Minerina (BKM) sebagai narasumber.
Kehadiran perusahaan tambang tersebut bukan sekadar memenuhi undangan sekolah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sinyal kuat bahwa kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia industri harus dipersempit sejak bangku sekolah. Banyak lulusan dinilai memiliki kemampuan teknis, tetapi belum siap menghadapi budaya kerja yang sesungguhnya.
Melalui Departemen Human Resources & General Affairs (HRGA) dan Health, Safety & Environment (HSE), PT Bumi Konawe Minerina memberikan pembekalan yang menyentuh aspek paling mendasar dalam kehidupan profesional, yakni budaya kerja, etika, komunikasi profesional, hingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Materi tersebut disampaikan langsung oleh HRGA Supervisor PT Bumi Konawe Minerina, Ernaldi Agoes, bersama HSE Officer PT Bumi Konawe Minerina, Wisnu Adi Pristyantama, yang membagikan pengalaman nyata dari lingkungan kerja industri pertambangan kepada ratusan peserta didik baru.
Dalam paparannya, Ernaldi Agoes menegaskan bahwa dunia kerja tidak hanya mengukur kemampuan seseorang melalui ijazah atau sertifikat. Menurutnya, perusahaan saat ini lebih membutuhkan tenaga kerja yang memiliki integritas, mampu bekerja sama, disiplin, serta memiliki etika yang baik.
“Kami berharap materi yang disampaikan hari ini dapat memberikan gambaran nyata kepada para siswa mengenai budaya kerja yang diterapkan di dunia industri. Disiplin, etika kerja, komunikasi yang baik, dan kesadaran terhadap keselamatan kerja merupakan kompetensi dasar yang sangat dibutuhkan di dunia kerja saat ini,” ujar Ernaldi Agoes.

Ia menjelaskan bahwa budaya kerja bukan sekadar aturan perusahaan, melainkan fondasi yang menentukan keberhasilan seseorang dalam meniti karier. Kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, serta tanggung jawab menjadi indikator utama yang selalu dinilai oleh perusahaan.
Sementara itu, Wisnu Adi Pristyantama menekankan bahwa aspek keselamatan dan kesehatan kerja bukan hanya kewajiban perusahaan, melainkan budaya yang harus tertanam dalam diri setiap pekerja sejak masih berada di bangku sekolah.
“kecelakaan kerja hampir selalu berawal dari sikap abai terhadap prosedur keselamatan. Karena itu, membangun kesadaran mengenai K3 sejak usia sekolah merupakan investasi penting dalam menciptakan tenaga kerja yang profesional sekaligus bertanggung jawab,”jelasnya.
Pembekalan tersebut berlangsung secara interaktif. Para siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga memperoleh gambaran nyata mengenai tantangan yang dihadapi pekerja di sektor industri pertambangan, mulai dari pentingnya bekerja dalam tim, menjaga komunikasi, hingga mengambil keputusan dengan mengedepankan aspek keselamatan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha dalam menciptakan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan industri. Hubungan seperti ini dinilai penting agar lulusan SMK tidak mengalami kesenjangan kompetensi ketika memasuki dunia kerja.
PT Bumi Konawe Minerina memandang bahwa sekolah merupakan tempat terbaik untuk mulai membangun karakter calon tenaga kerja. Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen untuk terus berkontribusi melalui berbagai program edukasi yang memberikan manfaat langsung bagi generasi muda.
“ PT. BKM, investasi terbesar bukan hanya pada pengembangan operasional perusahaan, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. Melalui pembekalan seperti ini, perusahaan berharap lahir generasi yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga matang secara mental dan profesional,”jelasnya.

Pihak sekolah menyambut positif keterlibatan PT Bumi Konawe Minerina dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kehadiran praktisi industri dinilai memberikan perspektif berbeda karena siswa memperoleh wawasan langsung dari pelaku dunia kerja, bukan sekadar teori yang dipelajari di ruang kelas.
Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor pertambangan dan industri lainnya, sinergi antara sekolah dan perusahaan menjadi langkah strategis untuk mencetak lulusan yang siap pakai. Dunia usaha membutuhkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan budaya kerja, sementara sekolah membutuhkan masukan agar proses pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan industri.
Melalui kegiatan ini, PT Bumi Konawe Minerina kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Konawe Utara. Perusahaan berharap kolaborasi dengan SMK Negeri 1 Konawe Utara dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya mencetak generasi muda yang disiplin, berintegritas, kompeten, serta menjadikan keselamatan kerja sebagai budaya dalam setiap langkah menuju masa depan.
Reporter: duL




















